Bela Diri Campuran

Sovannahry Em Ingin Kembali Bangkit, Incar Laga Bersama Colbey Northcutt

Tahun 2020 tidaklah ideal bagi kebanyakan orang – dan hal ini termasuk Sovannahry “The Sweet Savage” Em.

Atlet bela diri campuran keturunan Kamboja-Amerika ini bersemangat untuk kembali ke dalam Circle awal tahun ini, namun pandemi global COVID-19 harus menunda seluruh rencana ini. Sementara itu, restriksi ketat di tempat tinggalnya di California, AS, menjadikan keadaan cukup sulit untuk berlatih.

“Sepanjang hidup saya, saya tidak pernah membayangkan akan terkarantina. Itu cukup menarik. Saya hanya menjalaninya hari demi hari,” kata atlet berusia 28 tahun ini.

“Jelas, volume latihan saya telah berkurang secara dramatis, namun saya mencoba untuk melakukan apa yang saya mampu. Saya masih berlatih bersama pelatih saya. Kami akan bertemu dua atau tiga kali seminggu selama beberapa kali, namun ada sedikit peningkatan dalam kasus COVID, maka kami harus kembali menunda segala sesuatunya.”

“Kami masih berkomunikasi, dan ia memberi saya pekerjaan rumah. Saya mempelajari laga dan instruksional dari rumah, dan beruntungnya, saya memiliki kekasih saya di rumah bersama saya, maka kami dapat berlatih bersama.”

Terlepas dari keadaan yang sulit ini, Em tetap bersiap untuk sebuah penampilan kembali dan berencana menunjukkan pertumbuhan luar biasa saat ia kembali ke atas panggung dunia. 

Terakhir kalinya para penggemar melihat “The Sweet Savage” beraksi adalah dalam gelaran utama terakhir dari ONE Championship pada tahun 2019 – ONE: MARK OF GREATNESS di Kuala Lumpur, Malaysia, di bulan Desember.

Em, yang saat itu tak terkalahkan, harus mengakui keunggulan atlet flyweight asal Brasil Rayane Bastos.

Atlet Kamboja-Amerika itu menggunakan teknik grappling agresifnya di awal laga, tetapi Bastos – seorang Juara BJJ berkali-kali – melihat leher rivalnya yang terbuka dan menyarangkan sebuah kuncian guillotine choke sebelum memaksanya menyerah dari posisi atas.



Tidak ada atlet yang ingin melihat rekor profesional sempurna mereka tercoreng, namun Em meyakini bahwa pengalaman itu hanya akan memberinya keunggulan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Saya mengalami kekalahan pertama saya, dan sesulit apapun itu, saya merasa bahwa itu adalah pelajaran yang diperlukan bagi saya. Saya kira, yang terpenting, itu adalah pukulan keras bagi ego saya,” sebutnya.

“Yang kedua, anda hanya dapat belajar saat anda gagal. Maka, saya mampu benar-benar melihat kelemahan dalam permainan saya dan terfokus pada semua itu.”

“Berada di karantina telah memberi saya waktu tambahan [untuk terfokus]. Saya tidak harus menyetir kemanapun. Saya hanya di rumah, belajar dan mencatat [instruksi] pelatih saya untuk tetap berkembang.”

Sovannahry Em

Sementara Em memiliki determinasi untuk menampilkan pertumbuhannya, tidak jelas siapa lawan yang akan dihadapinya berikut.

Divisi flyweight wanita adalah salah satu divisi yang akan berkembang dan naik pamor di ONE Championship dan baru saja mendapatkan Courtney Martin, yang akan memenangkan Kejuaraan Dunia GAMMA 2019 di Singapura November lalu.

Di antara opsi yang tersedia di dalam divisinya, “The Sweet Savage” mengindikasikan bahwa dirinya tertarik dalam sebuah laga laga melawan Juara Dunia Karate 36 kali, Colbey Northcutt.

Northcutt mencetak debut promosionalnya dalam gelaran ONE: EDGE OF GREATNESS bulan November lalu, dimana ia mendominasi atlet kebanggaan Indonesia Putri “Ami” Padmi di Singapore Indoor Stadium, sebelum ia meraih sebuah kemenangan mutlak dari para juri.

Cambodian-American mixed martial artist Sovannahry Em in her orthodox fight stance

Em adalah penggemar berat dari karateka jenius itu dan meyakini bahwa sebuah kontes yang menampilkan mereka berdua akan sangat menghibur. Tetapi, ia berharap akan mendapatkan lebih banyak pengalaman di dalam Circle.

“Sebuah laga ke depannya akan menjadi tak terhindarkan,” kata Em terkait dengan Northcutt.

“Saya suka menonton Colbey. Ia meraih kemenangan luar biasa. Ia adalah seseorang yang ingin saya hadapi nantinya. Jika saya memiliki satu laga lagi sebelum laga potensial melawan Colbey, itu akan sangat ideal.”

Baca juga: Bagaimana Seni Bela Diri Bantu Sovannahry Em Kalahkan Rasa Malu Dan Kegelisahan