Sitthichai Siap Jalani Debut ‘Mengesankan’ Bersama ONE

ONE Championship signs with TV5 in the Philippines

Sejak resmi menjadi bagian dari ONE Championship pada Mei lalu, “The Killer Kid” Sitthichai Sitsongpeenong sudah tak sabar untuk melakoni debut di pentas global. 

Ia pun mendapat kesempatan tersebut pada Jumat, 31 Juli, dan sekaligus melengkapi laga trilogi dengan rival lamanya.

Sittichai akan berhadapan dengan rival bebuyutan dan kompatriotnya, Superbon, dalam sebuah laga kickboxing divisi featherweight dalam ajang ONE: NO SURRENDER di Bangkok, Thailand.

“Superbon adalah salah satu petarung terbaik [dalam olahraga ini] dan seorang bintang yang tengah naik daun. Dia juga merupakan salah satu kickboxer teratas di dunia,” urai atlet yang mewakili Sitsongpeenong Muay Thai Camp tersebut.

“Saya akan berlatih keras demi bertarung dengannya. Saya rasa [kombinasi antara] berlatih keras dan game plan yang bagus akan memungkinkan saya untuk menang.”

Bagi Sitthichai, Superbon bukanlah sosok asing. 

Dua bintang Thailand ini bertermu pertama kali dalam ring di Sanya, Tiongkok, pada Januari 2016 lalu. Malam itu, “The Killer Kid” tampil superior dengan mengalahkan Superbon lewat penyelesaian.

“Saya menjatuhkannya lewat hook kanan pada ronde kedua,” ungkap atlet berusia 28 tahun tersebut. “Saya rasa dia masih baru dalam kickboxing saat itu.”



Superbon lantas bertekad untuk menyamakan kedudukan.

Keduanya kembali saling berhadapan delapan bulan kemudian di Beijing, Tiongkok. Saat itu, atlet asal Sor. Tawanrung Gym membuktikan seberapa jauh telah berkembang dengan mengalahkan “The Killer Kid” lewat putusan juri. 

“Kami kembali bertanding dan dia menang lewat poin,” jelas Sitthichai. “Saya mengakui bahwa dia telah berkembang pesat, namun kaki saya mengalami cedera sebelum laga. Itulah mengapa performa saya tidak 100 persen.”

12-time kickboxing and Muay Thai World Champion Sittichai Sitsongpeenong flexes

Sejak laga empat tahun lalu tersebut, keduanya telah menikmati berbagai kesuksesan dalam kancah internasional dan memantaskan nama mereka dalam jajaran striker terbaik di muka bumi.

Jelang laga trilogi nanti, “The Killer Kid” telah memantau rivalnya dengan seksama. 

“Superbon memiliki gaya yang cepat dan beragam. Dia memiliki serangan lutut berbahaya dan tendangan tinggi cepat yang perlu diwaspadai,” tutur Sitthichai.

“Anda tak bisa memprediksinya karena tendangan tingginya sangat cepat. Serangan lututnya juga berbahaya dan begitu juga dengan pukulannya. Dia lumayan berbahaya.”

Meski menaruh rasa hormat yang tinggi pada Superbon, atlet asal Sitsongpeenong Muay Thai Camp ini percaya ia memiliki keunggulan atas atlet 29 tahun asal Bangkok tersebut.

“Saya percaya bahwa kemampuan dasar kickboxing saya jauh lebih baik,” tuturnya. “Saya juga memiliki pukulan yang lebih cepat dan keras. Saya tidak memikirkan kelemahannya. Justru, saya lebih berfokus pada senjata terkuatnya, yaitu lutut dan tendangan ke kepala.”

Laga pada 31 Juli mendatang menjadi pertaruhan bagi reputasi keduanya, dan Sittichai menyadari betul hal ini. Tak hanya menjadi sebuah peluang untuk mengakhiri rivalitas panjang mereka, kemenangan akan memperbaiki tempat mereka di Ranking Atlet ONE

Saat ini, Superbon tengah menempati peringkat #1 sebagai kontender dalam ranking Muay Thai Featherweight dan peringkat #2 dalam peringkat kickboxing, tepat satu tempat di belakang idola dan lawan impian Sitthichai, Giorgio “The Doctor” Petrosyan.

Dengan begitu, “The Killer Kid” tentu tak ingin melewati ONE: NO SURRENDER dengan sebuah kekalahan.

“Ini merupakan laga penghakiman untuk mencari siapa kontender #1 di dunia,” jelasnya.

“Saya percaya bisa memenangi laga kali ini karena saya lebih berpengalaman dan saya berlatih keras untuk ini. Jika saya melihat peluang untuk menjatuhkannya, akan saya lakukan.”

Selain itu, kemenangan juga akan mendekatkan Sitthichai pada tujuan utamanya – membuktikkan diri mengapa Juara Dunia kickboxing dan Muay Thai 11 kali ini bergabung dengan organisasi bela diri terbesar di dunia.

“Alasan saya bergabung dengan ONE Championship adalah karena ada banyak petarung hebat,” tuturnya.

“Ada banyak sekali petarung hebat yang tak ada di tempat lain. Saya ingin membuktikan diri di panggung dunia ini, dan saya menginginkan gelar Juara Dunia di sini.”

Baca juga: KO Terbaik Dari Bintang Yang Berlaga Di ONE: NO SURRENDER

Selengkapnya di Kickboxing

OkRaeYoon AlibegRasulov 1920X1280
Kulabdam NabilAnane CeremonialFaceoff 1920X1280
Oumar Kane Marcus Almeida ONE Fight Night 13 95
BoucherKetchup 1200X800
Kulabdam Sor Jor Piek Uthai Wins 1200X800
Oumar Kane Marcus Almeida ONE Fight Night 13 61
Prajanchai PK Saenchai Jonathan Di Bella ONE Friday Fights 68 48
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
44286
Liam Superlek
Joseph Lasiri Prajanchai PK Saenchai ONE Friday Fights 46 12 scaled
Alaverdi Ramazanov Mavlud Tupiev ONE Friday Fights 8 21