Berita

Serangan Cepat Li Kai Wen Dominasi Roel Rosauro Di ONE: QUEST FOR GOLD

23 Feb 2018

Atlet divisi featherweight Tiongkok “The Underdog” Li Kai Wen kembali dari sebuah kekalahan diskualifikasi bulan November lalu untuk mencetak sebuah kemenangan impresif saat ia kembali pada hari Jumat, 23 Februari ini.

Li Kai Wen came out like a house on fire and dominantly put away Roel Rosauro with a guillotine choke at 0:43 of the first round!

Li Kai Wen came out like a house on fire and dominantly put away Roel Rosauro with a guillotine choke at 0:43 of the first round!TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, February 23, 2018

Kai Wen mencetak sebuah submission atas spesialis Muay Thai Filipina Roel “Akiyama” Rosauro untuk memanaskan kartu utama dalam ajang ONE: QUEST FOR GOLD, yang disiarkan langsung dari Thuwunna Indoor Stadium di Yangon, Myanmar.

“The Underdog” mendominasi sejak awal pertandingan, saat ia menerjang dari sisi Circle untuk menghadapi lawannya asal Filipina tersebut. Ia segera mendominasi lawannya dengan serangan agresif yang tidak memberikan Roel ruang untuk menampilkan teknik Muay Thai miliknya.

“Akiyama” terpaksa mencetak sebuah takedown dalam usahanya untuk menghindari serangan atas lainnya dari pegulat Tiongkok yang bersemangat tinggi tersebut.

Kai Wen dengan mudah mementahkan percobaan takedown itu, dan setelah menyeret Roel ke atas kanvas di sisi Circle, ia mencetak sebuah kuncian guillotine choke dari posisi berdiri. Atlet Filipina itu dipaksa menyerah hanya dalam detik ke-43 pada ronde pertama.

“The Underdog” terus mengembangkan permainannya, baik di Asia dan di Amerika Serikat, dimana ia telah mempertajam kemampuannya bersana sasana Team Alpha Male di Sacramento, California — sebuah tim yang dikenal dengan keahlian mereka dalam menyarangkan penyelesaian melalui kuncian guillotine choke.

Kemenangan Kai Wen membawa catatannya menjadi 7-4, dan memberinya kemenangan submission pertama dalam karir bela dirinya yang masih baru tersebut. Itu juga menjadi sebuah submission tercepat ketiga dalam sejarah ONE featherweight.