Berita

Saemapetch Tak Akan Menahan Diri Melawan Idolanya, Nong-O

Saemapetch Fairtex sangat bersemangat melihat kesempatannya untuk menciptakan sejarah di dalam laga berikutnya, namun ia mengetahui bahwa ia harus menghadapi ujian terberat dalam karirnya.

Hari Jumat, 22 November ini, pria berusia 25 tahun ini akan berhadapan dengan Nong-O Gaiyanghadao untuk perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai dalam laga utama di ajang ONE: EDGE OF GREATNESS.

Jika ia dapat mengangkat tangannya, ia akan menjadi pria pertama yang dapat mengalahkan Juara Dunia legendaris ini dalam rangkaian ONE Super Series, setelah penampilan nyaris sempurna dari perwakilan Evolve dalam “The Home Of Martial Arts.”

Sementara beban dalam menghadapi Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai empat kali tersebut sangatlah besar, Saemapetch sangat bersemangat mendapatkan kesempatan berbagi ring dengan pria yang sangat dihormatinya lebih daripada orang lainnya.

“Saya sangat berterima kasih pada ONE untuk memberi saya kesempatan ini,” katanya.

“Jika saya kalah, saya tidak benar-benar kalah karena ia adalah seorang yodmuay (tingkatan tertinggi dari seorang atlet Muay Thai) dan idola saya. Jika saya dapat memenangkan laga ini, itu akan menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya!”

Saat Saemapetch bergabung dengan “The Home Of Martial Arts,” ia dianggap sebagai salah satu bintang paling menarik dan paling berbahaya di dalam “seni delapan tungkai” berkat gayanya yang agresif, rekor luar biasanya, serta gelar Juara Dunia MTGP Welterweight.

Ia telah membuktikan diri dengan tiga penampilan fenomenal di atas panggung dunia. Deividas Danyla, Alaverdi Ramazanov dan Ognjen Topic telah berjuang untuk menyimpan kekuatannya, dimana pria dari Pattaya ini meraih kemenangan melalui keputusan juri dalam tiap laga.

Namun, pria kelahiran Chiang Mai ini akan menghadapi tantangan terberat dalam karirnya melawan seseorang yang memiliki rekor fenomenal sebanyak 259-54-1. Nong-O sangat dikenal atas tekniknya yang sempurna, dan bagaimana ia menggunakan feint dan menempatkan serangan tepat waktu untuk mendobrak pertahanan lawan dan mendaratkan tendangan kanan kuatnya.



Sang Juara Dunia itu mungkin berusia delapan tahun lebih tua, namun sejak ia kembali dari masa pensiunnya untuk bergabung dengan ONE, ia nampak sangat baik seperti saat masih berkarir di dunia Muay Thai.

Atlet berusia 33 tahun ini membangun rekor sempurna 5-0 dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini, memenangkan hadiah terbesar dalam karirnya, serta dua kali mempertahankannya.

Untuk mengantisipasi laga mereka, Saemapetch telah mempelajari video lama dari Nong-O dan meningkatkan porsi latihannya untuk mempersiapkan diri menjelang saat ia memasuki Circle, serta mencoba mencari cara untuk menaklukkan idolanya itu.

“Ia adalah petarung yang lengkap. Saya berlatih untuk [menghadapi] semuanya,” katanya.

“Ia sangat cepat dan memiliki penempatan waktu yang luar biasa, maka saya harus meningkatkan kecepatan dan penempatan waktu saya juga. Saya juga bekerja keras untuk meningkatkan kondisi saya – saya kira itu akan menjadi aset terbesar saya di dalam laga ini.”

Poin terakhir itu, menurut Saemapetch, dapat menjadi kunci untuk memanfaatkan kelemahan satu-satunya dari rival legendaris tersebut.

“Saya rasa usianya mungkin menjadi kelemahannya. Saat ia bertambah tua, usia menjadi sebuah faktor,” tambahnya.

“Saya rasa ia tidak akan menjadi sekuat dirinya dulu. Ini mungkin menjadi satu-satunya kelemahan [yang ia miliki].”

Mungkin tidak ada atlet yang lebih kuat dan memiliki kondisi tubuh lebih baik dalam divisi bantamweight selain Saemapetch. Ia menampilkan bagaimana ia dapat mempertahankan kekuatan dan ritmenya selama laga itu berlagsung, dan maju untuk mengambil kendali laga tersebut.

Ia mungkin belum berlaga setelah dirinya menaklukkan Ognjen Topic, namun ia mengatakan bahwa waktu istirahat di luar Circle tidak memiliki efek buruk bagi dirinya. Faktanya, itu mungkin membantunya untuk mempersiapkan diri lebih baik dari sebelumnya.

“Istirahat dari kompetisi ini baik bagi saya,” ucap pria berusia 25 tahun itu.

“Saya merasa sangat baik. Saya tidak pernah meninggalkan sasana. Saya hanya tinggal dan melatih apa yang saya bisa. Saya telah menjalani banyak sesi sparring untuk tetap tajam.”

Dengan tidak adanya hal yang terlupakan saat ia berlatih di Fairtex Training Center, Saemapetch siap menghadapi tantangan terbesar dalam panggung terbesar di hidupnya itu.

Ia menyadari bahwa dirinya harus mengeksekusi penampilan terbaik untuk meraih kemenangan, namun ia memiliki keyakinan dalam kemampuannya untuk berhasil di bawah tekanan dan membuat impiannya menjadi kenyataan.

“Nong-O adalah idola saya, namun saya tidak dapat menahan diri. Saya harus melakukan tugas saya,” katanya.

Saya akan menunjukkan pada dunia bahwa saya dapat melakukan ini, serta merebut sabuk dari Nong-O dan menjadi superstar seperti dirinya.”

“Nong-O, menang atau kalah, saya akan menampilkan yang terbaik. Dengan seluruh kekuatan saya, saya akan mencoba mengalahkan anda.”