Berita

Rodlek Katakan Duelnya Di Manila Akan Lebih Sensasional Dari Debutnya

30 Juli 2019

Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym siap untuk kembali tampil memukau di depan para fans dalam pertandingan keduanya di ajang ONE Super Series.

Meskipun ia menerima pertandingan ini hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, pejuang berusia 29 tahun ini siap kembali unjuk kemampuan pada hari Jumat, tanggal 2 Agustus nanti dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES melawan Andrew “Maddog Fairtex” Miller di pertandingan Muay Thai divisi bantamweight.

Baru beberapa pekan lalu bintang asal Thailand ini melakoni debutnya dengan mengalahkan pria yang delapan kali menjadi Juara Dunia Muay Thai, Liam “Hitman” Harrison, dalam salah satu pertarungan paling mendebarkan sepanjang tahun 2019 ini.

Muay Thai World Champion Rodlek makes his highly-anticipated return on 2 August against Scottish superstar Chris Shaw in a ONE Super Series barnburner!

Muay Thai World Champion Rodlek makes his highly-anticipated return on 2 August against Scottish superstar Chris Shaw in a ONE Super Series barnburner! : Manila | 2 August | 5PM | ONE: DAWN OF HEROES: Get your tickets at http://bit.ly/oneheroes19: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp : Prelims LIVE on Facebook | Prelims + 2 Main-Card bouts LIVE on Twitter

Posted by ONE Championship on Sunday, July 21, 2019

Namun bagi dirinya, kembali bertarung dalam waktu singkat sama sekali tidak menjadi masalah.

Setelah laganya di Shanghai, Cina, 16 Juli lalu, ia pulang dan beristirahat di rumahnya selama satu minggu, sebelum kembali berlatih. Meskipun terlibat dalam duel sengit melawan Liam, ia tak mengalami cedera dan ingin kembali mengejutkan para penonton melalui penampilan luar biasa lainnya di Mall Of Asia Arena, Manila, Filipina.

Lagi pula, bagi atlet berpengalaman dalam olahraga nasional negaranya ini, mengambil sebuah pertandingan dalam selang waktu singkat bukanlah sesuatu hal yang baru.

“Saya senang dengan kesempatan ini, saya selalu berlatih menunggu laga berikutnya,” katanya.

“Meskipun saya merupakan [atlet] pengganti, saya tidak menganggap pemberitahuan ini mendadak. Bagi semua petarung asal Thailand, dua minggu adalah waktu yang panjang bagi kami. Kami tidak berhenti [berlatih] setelah bertanding, kami selalu [kembali] berlatih di sasana.”

“Dulu, ketika saya masih lebih muda, saya akan mendapatkan telepon di pagi hari dan bertanding di malam yang sama.”

Pria Thailand berusia 29 tahun itu berseri-seri penuh percaya diri menjelang laga keduanya, setelah ia merasakan kehidupan baru di “The Home Of Martial Arts” dengan penampilan perdananya.

Walau mampu menyembunyikan perasaannya dengan baik, Rodlek mengakui ia sangat cemas sebelum memasuki ring.

“Saya benar-benar gugup pada laga perdana. Ini pertama kalinya saya mengenakan sarung tinju kecil,” jelasnya.

“Sarung tinju kecil ini sangat berbeda dari yang biasa saya pakai. Sarung tinju itu cukup menarik untuk dipakai bertanding, tetapi jangan sampai kalian terkena pukulannya. Selalu ada kemungkinan anda dapat dijatuhkan atau menjatuhkan lawan. Ini jauh berbeda dari sarung tinju tradisional.”

“Memasuki pertandingan kedua ini, saya akan belajar dari pengalaman debut saya. Tujuan saya adalah membuat pertarungan ini semenarik mungkin.”

Terlebih lagi, pertandingannya melawan Liam membuat Rodlek kembali berkeringat setelah absen dari kompetisi selama lebih dari 10 bulan.

“Ketika saya bertarung dengan Liam, saya telah absen dari pertandingan selama hampir satu tahun. Karena itu saya agak lamban, keluar dari ritme saya,” tambahnya.

“Saya merasa jauh lebih siap untuk pertandingan ini – rasa gugup sudah hilang.”

Andrew akan memasuki arena dengan rekor 34-17-2 yang cukup baik dan tanpa rasa takut. Pria asal Skotlandia ini mewakili sasana Fairtex di Pattaya, Thailand, dimana ia sudah sangat terbiasa menghadapi lawan yang tangguh dari tanah kelahiran “seni delapan tungkai.”

Ia memiliki postur 12 sentimeter lebih tinggi dari Rodlek. Sementara Rodlek mengakui kemampuan dan pencapaian lawannya ini, petarung Thailand ini yakin dapat beradaptasi dengan pendekatan lawannya di atas ring dan meraih kemenangan keduanya di panggung dunia.

“Saya pikir kelemahannya adalah ia tidak dapat menahan pukulan yang sangat keras,” katanya.

“Tinggi badannya bisa saja menjadi aset terbesarnya dalam pertandingan ini. Saya jauh lebih pendek darinya.”

“Saya berencana mengerahkan kekuatan saya dan melancarkan serangan saya terus menerus. Saya akan mengerahkan segala kemampuan yang saya latih pada tiap serangan yang saya lancarkan.”

“Saya sudah bertarung untuk waktu yang lama. Setiap lawan yang dihadapi memiliki bahayanya sendiri dan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan mereka lancarkan sampai kita berada di dalam sana.”

Bagaimanapun, tujuan utama Rodlek lebih dari sekedar memenangkan pertandingan ini, tetapi juga memberikan pertunjukkan yang memukau bagi para fansnya.

Rodlek akan bertanding di hadapan penonton terbesar di sepanjang karirnya, sehingga ia pun ingin menghibur seluruh penggemar yang memenuhi Mall Of Asia Arena ini.

“Menghibur para fans sangat penting bagi saya, dan saya akan berusaha membuat pertarungan ini semenarik mungkin bagi mereka,” katanya.

“Menang atau kalah adalah bagian dari semua olahraga. Semua orang yang memasuki arena ingin menang, termasuk saya, tetapi saya tidak akan terfokus pada hal itu. Fokus saya adalah dengan para fans”.

“Saya kira saya dapat membuat pertandingan ini lebih menarik dari debut saya.”

Manila | 2 Agustus| 18:00 WIB | DAWN OF HEROES | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global  | Tiket: http://bit.ly/oneheroes19