Berita

Regian Eersel Meraih Emas Dengan Mengalahkan Nieky Holzken

Cara terbaik demi menjadi legenda adalah mengalahkan seorang legenda, dan inilah yang dilakukan Regian “The Immortal” Eersel dalam ajang ONE: ENTER THE DRAGON.

Pada hari Jumat, 17 Mei, atlet asal Belanda mengeluarkan segenap kemampuannya saat melawan pesaing legendaris Nieky “The Natural” Holzken dalam lima ronde demi meraih gelar Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing perdana.

Dutch phenom Regian Eersel outstrikes Nieky Holzken to win by unanimous decision and be crowned the first-ever ONE Lightweight Kickboxing World Champion!

???? KING OF THE RING ????Dutch phenom Regian Eersel outstrikes Nieky Holzken to win by unanimous decision and be crowned the first-ever ONE Lightweight Kickboxing World Champion!TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, May 17, 2019

Ketika ronde dimulai, Nieky langsung menetapkan tempo dengan beberapa tendangan ke arah kaki lawannya.

Regian membalas dengan lengannya yang panjang untuk menjaga jarak dari “The Natural” dengan pukulan, dimana ia tidak membiarkan saingannya ini mendapatkan ritmenya.

Meskipun demikian, Nieky mampu merubah strategi dan terus menerus menyerang secara bertubi-tubi dengan kekuatan tinggi, serta mencampur gerakannya dengan teknik yang memukau seperti sebuah spinning heel kick yang mendarat dengan keras dikepala lawannya berusia 26 tahun itu.

Dengan kedua atlet bersaing untuk mengendalikan tempo pertandingan, mereka memulai ronde kedua dengan agresif.

Saat Nieky mencoba memotong jarak, perwakilan Sityodtong Amsterdam itu menggunakan jangkauannya sebagai sebuah keuntungan dan maju dengan melayangkan beberapa serangan lutut di udara.

Tetapi “The Natural” tidak mundur. Dia tetap mencari celah untuk menyerang dengan kombinasinya, serta mengeluarkan spinning body kick yang sangat cepat pada akhir ronde.

Walau Nieky meraih kesuksesan dalam enam menit pertama, tekanan yang terus menerus dari Regian mulai mengikis kondisinya di ronde ketiga.

“The Immortal” mengeluarkan serangan yang bertubi-tubi yang mendarat di badan lawannya, terutama saat ia menyerang dengan lutut ke badan lawannya yang berusia 35 tahun itu, lalu naik ke arah kepalanya.

Serangan Regian memberi Nieky banyak masalah. Ia melakukan segalanya untuk melindungi diri, namun tidak mampu menyerang balik dengan kekuatan yang sama.

Penampilan yang diberikan perwakilan Sityodtong Amsterdam sepanjang tiga ronde membuahkan hasil pada  ronde keempat, saat ia mampu mendaratkan serangan terhebat dalam laga ini.

Setelah memukul Nieky mundur dengan kombinasi kerasnya, “The Immortal” mengeluarkan serangan lutut dengan penempatan waktu sempurna ke tengah badan lawan, yang menjatuhkan atlet ikonik Belanda itu ke atas kanvas.

Meski “The Natural” dapat bangun dengan cepat, terlihat jelas bahwa game plan milik Regian berhasil, karena ia tidak mengijinkan sang mantan Juara Dunia Kickboxing itu menggunakan agresinya demi mengendalikan tempo pertandingan.

Knockdown ini membuat Regian unggul di atas kertas penilaian, tapi ia tidak mengurangi ritmenya. Ia terus bertukar hantaman dengan lawannya yang tangguh dalam tiga menit ronde terakhir.

Karena mengetahui dirinya harus menang pada ronde kelima, Nieky mengeluarkan segalanya – bahkan menyerang dengan sebuah tendangan keras kearah kepala lawan, yang menyenggol Regian dan membuat penonton di Singapore Indoor Stadium berdiri.

“The Immortal” mungkin terguncang dengan serangan tersebut, tapi ia tidak pernah memperlihatkan itu. Regian kembali mengeluarkan serangan dengan volume tinggi sampai laga selesai.

Walapun pertandingan berjalan sengit dan perbedaannya sangat tipis, para juri memberikan kemenangan mutlak bagi Regian dan menghadiahkannya sabuk Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing.

“Saya akan mempertahankan sabuk ini sepanjang mungkin,” katanya setelah pertandingan.

Ini merupakan laga yang menjadi pernyataan tegas bagi kickboxer berusia 26 tahun ini,, yang mampu mengalahkan salah satu atlet terbaik dunia. Dengan rekor professional 54-4, akan sangat sulit merebut gelar itu dari tangan “The Immortal.”