Refleksi Sitthichai Atas Kemenangan Besar Kontra Boutasaa, Tak Sabar Lihat Laga Di Lumpinee Stadium

Sitthichai Sitsongpeenong Mohammed Boutasaa ONE on Prime Video 3 1920X1280 59

Striker legendaris Thailand Sitthichai Sitsongpeenong kembali ke jalur kemenangan.

Di ONE Fight Night 3, “Killer Kid” mengamankan kemenangan mutlak atas atlet sensasional berusia 23 tahun yang sebelumnya tak terkalahkan, Mohammed Boutasaa, dalam sebuah pertempuran kickboxing cepat nan keras.

Aksi tersebut membawa Juara Dunia Kickboxing dan Muay Thai delapan kali ini memasuki jalur utamanya setelah kekalahan mengecewakan pada Maret 2022 di tangan Chingiz Allazov dalam Final Kejuaraan ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Saat dirinya terpojok, Sitthichai mengesankan para penggemar di Axiata Arena, menunjukkan tendangan kaki keras dan serangan balik licin yang layak bagi seorang veteran berpengalaman.

Laga itu tak dijalaninya tanpa kesulitan, karena Boutasaa membuka ronde kedua dengan serangkaian serangan liar yang memaksa superstar Thailand itu bertahan.

Sitthichai dapat bertahan, dan setelah laga itu, ia memberi respek luar biasa bagi rivalnya:

“Saya menemukan pria ini lebih kuat dari yang saya kira. Ia adalah petarung berpengalaman. Ia cukup tinggi. Ia memiliki kecepatan yang dapat menyerang saya kapan pun. Cukup sulit bagi saya untuk mempertahankan diri. Ia juga kuat dan segar. Saya akui ia cukup sulit diatasi.”

https://www.instagram.com/p/CkAB8_9uiDQ/

Baik jika itu atlet muda yang bersinar seperti Boutasaa atau Juara Dunia berpengalaman seperti dirinya sendiri, “Killer Kid” mengetahui ia akan menghadapi lawan yang sulit di dalam Circle.

Dengan pemikiran itu, penantang #3 featherweight kickboxing ONE ini bersyukur atas tiap kemenangan yang diperolehnya dalam organisasi ini.

Sitthichai berkata:

“Tiap kemenangan yang saya raih di ONE sangat berarti bagi saya. Karena di dalam divisi saya, ada banyak petarung elite dari seluruh dunia. Mereka bagus, muda, maka saya tak dapat meremehkan atau melewatkan siapa pun.”

“Saya harus menjadi lebih kuat dan lebih baik di tiap laga jika saya ingin tetap berada di lima besar.”

Sitthichai: ONE Lumpinee Akan Tunjukkan Muay Thai Pada Dunia

Pada 2023 nanti, ONE Championship akan melejitkan disiplin Muay Thai ke tingkatan baru, dengan mengadakan ajang mingguan di Lumpinee Stadium yang bersejarah. Seluruh laga itu akan disiarkan ke lebih dari 154 negara di seluruh dunia.

Walau Sitthichai saat ini utamanya berlaga di kickboxing, ia memulai kariernya di Muay Thai dan menjadi Juara Dunia Lumpinee Stadium di tahun 2014.

Ia juga mengerti seberapa besar platform ONE Championship itu – dan bagaimana ini dapat mengubah “seni delapan tungkai” itu.

Ia berkata:

“ONE Lumpinee akan menjadi langkah pertama di atas panggung dunia bagi para petarung Thailand. Ada banyak petarung Muay Thai yang bagus, tetapi mereka kekurangan kesempatan bagus dan panggung untuk tampil.”

“Tahapan ini akan membuat mereka dapat menunjukkan kemampuan mereka di hadapan para penonton internasional.”

Di sisinya, pria berusia 31 tahun yang memiliki 127 kemenangan profesional itu akan dengan senang hati kembali ke akarnya di arena terkenal Bangkok itu.

Sitthichai menambahkan:

“Ini adalah kesempatan bagus dan saya siap menjadi bagian dari itu. Ini akan seperti kedatangan kembali di Lumpinee setelah bertahun-tahun.”

Selengkapnya di Fitur

Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 7 scaled
uzbek
Allycia Hellen Rodrigues Phetjeeja Lukjaoporongtom faceoff The Inner Circle May 15 8 scaled
Jaosuayai Mor Krungthepthonburi Denis Puric ONE Friday Fights 100 21
Chartpayak Saksatoon Ramadan Ondash ONE Friday Fights 114 30 scaled
Ramadan Ondash Pichitchai PK Saenchai ONE Friday Fights 61 25 scaled
ReugReug
Kade Ruotolo Nicolas Vigna ONE 171 41 scaled
Hyu Suablack Tor Pran49 ONE Fight Night 41 7 scaled
Rodtang Jitmuangnon Takeru Segawa ONE 172 127 scaled
Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled