Bela Diri Campuran

Radeem Rahman Siap Hadapi Segala Serangan Jeff Chan

Radeem Rahman sempat menepi tahun lalu, namun pionir perkembangan seni bela diri campuran di Singapura ini siap untuk kembali beraksi dan menampilkan laga terbaiknya.

Pada Jumat, 28 Februari, atlet berusia 32 tahun ini akan membuka ajang ONE: KING OF THE JUNGLE dengan menghadapi Jeff Chan dalam laga divisi bantamweight.

Rahman harus berjuang menghadapi cedera dalam beberapa tahun terakhir. Namun waktu tersebut ia manfaatkan sebaik mungkin untuk mempertajam kemampuan serta meningkatkan kondisi fisiknya. Yang lebih istimewa lagi, ia bisa fokus menyambut kelahiran anak perempuannya tahun lalu.

Ia kini tengah menantikan kesempatan untuk menunjukkan hasil dari latihan keras dan menciptakan rekor yang baik pasca melakoni debut ciamik pada ajang ONE Championship perdana tahun 2011 lalu.

Jelang laga akhir perkan nanti, ia berkisah tentang perasaanya kembali menginjakan kaki diatas Circle, bagaimana ia meningkatkan kemampuan diri sejak laga terakhirnya, dan apa yang ia siapkan untuk mengalahkan Chan.

ONE Championship: Bagaimana persiapan anda baik secara fisik maupun mental jelang laga menghadapi Jeff Chan? 

Radeem Rahman: Dari segi fisik bagus dan secara mental saya sudah siap karena akhirnya, saya seperti laga kepulangan bagi saya. Sudah lumayan lama sejak saya terakhir berlaga di Singapura dan sekarang saya kembali kesini. Tentu saja, ini hal yang menyenangkan. 

Saya lebih merasa senang daripada grogi karena baru saja selesai berkompetisi tinju, jadi saya rasa siap secara fisik maupun mental dan saya ingin menunjukkan seberapa jauh perkembangan yang telah saya alami saat memasuki Circle. 



ONE: Sejauh ini, apa yang sedang anda coba tingkatkan? 

RR:  Saya banyak melatih striking – tinju, Muay Thai. Itulah mengapa saya bahkan ikut berkompetisi tinju demi menjadi lebih baik atau menggabungkan semuanya. 

Saya ingin menggabungkan semuanya sehingga bisa menjadi seorang seniman bela diri yang lebih efektif. Seperti saat melayangkan serangan, saya tahu bagaimana cara mengendalikan jarak, bagaimana cara memancingnya atau menjatuhkannya, [lalu] ground and pound.

Dan tentu saja, saya tengah melatih grappling juga. Saya percaya bahwa grappling lebih penting karena setiap anda memperpendek jarak, akan selalu ada opsi untuk takedown. Atau bahkan saat dia menjatuhkan saya, saya harus siap akan itu.

ONE: Bagaimana rasanya kembali ke Circle sejak terakhir kali berlaga pada bulan Oktober 2018? 

RR: Saya merasa bersyukur. Saya tak sabar untuk laga ini. Selama menepi satu setengah tahun, saya selalu ingin menunjukkan perkembangan yang saya miliki sejak laga terakhir. Itulah mengapa saya tak sabar untuk kembali melangkahkan kaki ke atas Circle di kota kelahiran saya.

Radeem Rahman submits Tan De Pang via rearnaked choke

ONE: Bagaimana perasaan anda saat penata tanding menawari laga ini?

RR: Saya kaget dan terkejut, bukan karena lawan saya, namun karena akhirnya memiliki kesempatan untuk bertanding kembali dan di tempat kelahiran saya.

Ketika saya tahu [lawan saya] adalah Jeff Chan, orang dibalik MMAShreded, rasanya keren bisa menghadapi seseorang yang telah memberikan banyak tutorial dan video tentang seni bela diri campuran. Saya bersemangat menantikan bagaimana laga nanti berjalan karena dia cukup cepat. Selain itu, dia bukan hanya orang yang senang membuat video, tapi itu menunjukkan seberapa besar cintanya pada bela diri. 

ONE: Apa kelebihannya? 

RR: Dari cara bertandingnya, dia cepat dan lincah, dan pergerakannya dinamis. Tak banyak hal lain yang saya ketahui karena laga terakhirnya sudah lebih dari setahun lalu. Namun nampaknya ia memiliki pengetahuan lapangan yang bagus, dan saat duel atas, dia bagus dan eksplosif. 

ONE: Bagaimana dengan kelemahannya? 

RR: Cuaca disini akan berperan. Dia harus beradaptasi dengan kondisi Singapura, dan mungkin dia harus pergi ke sebuah negara tetangga di Asia untuk melakukan persiapan sebelum akhirnya bertanding di ajang sebenarnya. 

ONE: Bagaimana laga nanti akan berjalan?

RR: Saya akan berlaga dalam kondisi berat badan alami saya. Saya memiliki energi, kardio, dan saya percaya bisa berlaga hingga akhir.

Radeem Rahman celebrates his win against Tang De Pan

ONE:  Apa yang anda harapkan dari diri anda pada laga nanti? 

RR: Saya selalu mencoba untuk mengakhiri laga lebih awal, namun semua bisa terjadi dalam seni bela diri campuran. Saya tidak tahu apakah bisa menyelesaikannya dengan cepat, jadi saya harus memanfaatkan segala peluang yang ada. 

Jika dia melakukan satu kesalahan, saya akan memanfaatkannya. Jika tidak, maka tentu saja saya harus merespon situasi tersebut dengan tepat. Jika tidak bisa menyelesaikan di area ground, maka saya akan menyerang dengan striking.

Baca Juga: 3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: KING OF THE JUNGLE