Bela Diri Campuran

3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: KING OF THE JUNGLE

Gelaran ONE Championship di Singapura selalu membawa rangkaian laga yang tak dapat terlewatkan, dan ajang ONE: KING OF THE JUNGLE kali ini tidak akan berbeda.

Rangkaian dalam kartu utama menawarkan 10 laga menarik, saat Stamp Fairtex mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing melawan Janet “JT” Todd di laga utama, dimana gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai perdana malam itu akan diperebutkan oleh Sam-A Gaiyanghadao dan Rocky Ogden dalam laga pendukung utama.

Namun, itu hanyalah dua laga puncak dalam gelaran ini sebagai bagian dari berbagai laga keras di babak pendahuluan. Ketiga laga di bawah ini, secara khusus, telah dipilih oleh tim editorial onefc.com/id dan pastinya membawa ketegangan tersendiri.

#1 Yoshihiro Akiyama Vs. Sherif Mohamed

Pernahkan anda mengingat Yoshihiro “Sexy Yama” Akiyama berada dalam sebuah laga yang membosankan?

Atlet keturunan Jepang-Korea Selatan ini telah membawa aksi keras ke dalam arena di seluruh dunia sejak ia memulai karier bela diri campurannya pada tahun 2004, dimana ia membuktikan bahwa dirinya masih mampu menggemparkan para penonton saat ia menjalani debutnya bersama ONE bulan Juni lalu.

Lawannya, Sherif “The Shark” Mohamed, melihat bahwa Akiyama memiliki kemampuan grappling yang lebih unggul, yang juga berarti bahwa dirinya akan diuji dengan kemampuan judo kelas dunia – termasuk rangkaian lemparan tubuh yang indah dan keras.

Selain itu, “Sexy Yama” tidak berkeberatan untuk masuk ke dalam posisi stand-up untuk jual beli serangan, maka kemanapun arah kontes ini, mungkin tidak akan ada kesempatan bagi siapapun untuk bersantai.

#2 Tiffany Teo Vs. Ayaka Miura

Terakhir kalinya Tiffany “No Chill” Teo menghadapi seorang grappler elit pemegang sabuk hitam, ia menampilkan salah satu laga paling menghibur dalam divisi wanita.

Dalam ronde pembuka saat menghadapi Michelle Nicolini, Teo berjuang sekuat tenaga saat Juara Dunia BJJ delapan kali lawannya berhasil menempatkannya dalam sebuah kuncian armbar kuat yang mampu membuat sebagian besar atlet wanita menyerah. Namun, atlet Singapura ini cukup kuat untuk bertahan dari rasa sakit yang dialami ketika lengannya ditarik ke arah yang tidak wajar untuk lolos dari ronde tersebut.

Dari posisi itu, ia dipenuhi keyakinan diri dan mementahkan percobaan grappling dari atlet asal Brasil itu dengan mudah. Kekuatan kardio-nya sangat tepat, dimana ia menampilkan kemampuan striking yang unggul dan mampu meraih poin besar di kartu penilaian juri sebelum ia mengakhiri laga dengan kemenangan.

Laganya melawan Ayaka Miura nampak memiliki kompleksitas yang sama, karena judoka Jepang ini akan mengincar submission di menit-menit awal. Bahkan jika Teo mampu mempertahankan rekornya sebagai atlet yang tidak pernah melakukan tap-out, Miura mungkin memiliki stamina untuk mempertahankan serangan grappling-nya lebih lama dari Nicolini.

Di sisi lain, Teo akan siap melakukan apa yang dahulu ia capai melawan atlet Brasil lawannya, atau bahkan mungkin unggul atas teknik grappling Miura, karena ia yakin bahwa dirinya dapat melakukan itu. Apapun yang terjadi, kita akan melihat laga yang sangat menarik, dimana sang pemenang akan meraih status sebagai penantang teratas dalam divisi strawweight wanita.

#3 Honorio Banario Vs. Shannon Wiratchai

Honorio “The Rock” Banario dan Shannon “OneShin” Wiratchai akan berlaga dalam pertandingan antara dua striker yang haus akan pernyataan tegas saat mereka memasuki divisi featherweight.

Walau para pria ini jarang sekali terlibat dalam pertukaran serangan atas, mereka tidak takut melemparkan serangan kuat. Keduanya memiliki kekuatan luar biasa dan terkenal lebih ingin mengendalikan jarak sebelum masuk ke dalam ledakan aksi keras.

Gaya unik milik Wiratchai berasal dari berbagai disiplin striking – termasuk kung fu, Muay Thai dan tinju – namun hal itu terbukti berhasil. Ia sangat gemar melakukan feint untuk menemukan celah dan mendaratkan serangan kuat, dimana hal ini membawanya mencetak lima KO di atas panggung dunia.

Banario adalah atlet wushu yang lebih sabar menunggu serangan lawannya untuk sebuah serangan balik, sama seperti yang dilakukannya saat ia menyelesaikan laga melawan Jaroslav Jartim dengan sebuah hook kiri yang bersih di ajang ONE: KINGS OF DESTINY.

Ini berarti para penggemar dapat mengharapkan sebuah laga yang berimbang antara dua seniman bela diri stand-up – dimana salah satu dari mereka akan lebih siap mencetak KO kapanpun dalam laga ini.

Baca Juga: Honorio Banario Melihat Laga Sengit Saat Hadapi Shannon Wiratchai