‘Menjadi Inspirasi’ – Joseph Lasiri Ingin Kejutkan Rodtang Dengan Kemenangan Kedua Beruntun

Prajanchai Joseph Lasiri ONE157 1920X1280 50 768x512

Kebangkitan karier Joseph Lasiri adalah salah satu kisah terhebat dalam sejarah ONE Championship, dan Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai ini dapat menambahkan babak yang lebih mengejutkan pada Sabtu, 19 November ini.

Saat itu, “The Hurricane” akan menantang penguasa flyweight Muay Thai Rodtang Jitmuangnon di ajang ONE Fight Night 4 dengan kesempatan menjadi Juara Dunia dua divisi ONE yang sangat langka.

Pencapaian ini jelas nampak tidak memungkinkan saat Lasiri kalah dalam empat laga awalnya di ONE Championship, namun kini, itu berada dalam jangkauannya.

Dan, jika anda bertanya pada striker Italia-Maroko ini, kesuksesan mengejutkannya akhirnya bergantung pada mentalitas tak terpatahkan.

Ia menjelaskan:

“Ya, [saya kalah dalam semua laga itu], tapi saya berusaha sepanjang waktu. Saat anda menang, baik, emosi itu lebih besar karena mereka di sekeliling anda lebih senang, namun saat saya kalah, saya tak dapat melihat diri saya di depan cermin tanpa permasalahan.”

“Ini bukanlah tentang menang atau kalah, ini tentang menantang diri saya sendiri. Sekarang, saya kembali untuk melawan petarung teratas divisi flyweight. Saya siap untuk menantang diri saya kembali di kali yang lain, seperti sebelumnya.”

“Saya berharap meraih kemenangan demi menunjukkan apa yang satu orang dapat lakukan.”

https://www.instagram.com/p/CkLKo3stjPd/

Determinasi Lasiri memberikan hasil dua kemenangan impresif dan kesempatan melawan Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai saat itu, Prajanchai PK.Saenchai, pada Mei lalu.

Pria berusia 25 tahun ini memasuki laga itu sebagai underdog, namun ia mengejutkan bintang Thailand itu dan merebut sabuk emas via kemenangan TKO.

Namun, kemenangan mengejutkan itu tak mengubah caranya melihat diri sendiri. Sebaliknya, “The Hurricane” sangat puas dengan kerja keras dan perkembangannya sepanjang pemusatan latihan itu.

Ini adalah pemikiran yang juga dibawanya memasuki laga melawan Rodtang, dan jika ia memenangkan sebuah gelar lainnya, ia akan menganggapnya sebagai rasa terima kasih untuk mereka yang membantu dirinya selama ini.

Lasiri berkata:

“Saya sangat senang untuk membawa gelar itu pulang, terutama bagi mereka yang bekerja bagi saya. Maka, pelatih saya, keluarga saya, manajer saya, seluruh tim saya, serta semua rekan sparing saya yang meluangkan waktu bagi saya, sabuk emas ini diperuntukkan bagi mereka.”

“Saat saya melawan Rodtang, saya akan menjadi sangat bangga pada diri saya sendiri, itu pasti. Dan, apa yang saya tak sabar lakukan untuk mencapai itu adalah melakukan tugas saya dan menjadikannya kesempatan untuk menjadi inspirasi bagi tim, keluarga dan orang-orang di sekeliling saya.”

Joseph Lasiri: ‘Game Plan-nya Adalah Membuat Rodtang Marah’

Setelah melangkah sejauh ini, Joseph Lasiri tak gentar melihat kemungkinan untuk naik divisi dan menantang Rodtang Jitmuangnon – pria yang nampak tak terhentikan di ONE sementara meraih catatan rekor sempurna 11-0 dalam kickboxing dan Muay Thai.

Dan, sementara sebagian besar kompetitor tak pernah ingin melihat “The Iron Man” menembus pertahanan mereka, Lasiri meyakini itu mungkin dapat menjadi jalur terbaik untuk meraih kemenangan.

“The Hurricane” berkata:

“Apa yang paling nyaman? Melawan Rodtang [saat ia bergerak] maju atau melawan Rodtang secara teknis? Bagi saya, saya kira itu lebih nyaman untuk melawan Rodtang jika [ia bergerak] maju. Maka, game plan-nya adalah membuat Rodtang marah dan ia akan maju ke arah saya.”

“Saya tak ingin tetap berada di hadapannya terlalu banyak. Jangan beradu secara langsung setiap kalinya. Usaha ini akan sangat sulit. Namun saya dapat menerima perasaan itu dengan berbagai cara.”

Lasiri sudah mengejutkan penggemarnya dengan memaksa Prajanchai untuk berhenti di kursinya dalam laga Kejuaraan Dunia ONE Strawweight Muay Thai mereka, dan itu akan menjadi skenario paling ideal saat ia melawan Rodtang.

Walau ini adalah tugas yang sangat sulit, “The Hurricane” melihat kesimpulan yang sama bagi tantangan Kejuaraan Dunia ONE Flyweight Muay Thai kali ini – dan berharap itu akan berbuah di dalam Circle.

Ia menambahkan:

“Mimpi terindah saya adalah saat saya melawan Rodtang, itu akan menjadi seperti Prajanchai.”

“Ia kembali ke pojokannya dan ia tak dapat masuk ke ronde berikutnya. Ini adalah mimpi terbaik saya, dan saya melihatnya berkali-kali. Itu akan menjadi kemenangan terbaik bagi saya.”

Selengkapnya di Berita

Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.
(From left) Nong-O Hama, Rodtang Jitmuangnon, Shimon Yoshinari, and Asadula Imangazaliev will be part of the 2026 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix.
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3