Berita

Eduard Folayang Kembali Rebut Gelar Juara Dunia ONE Lightweight

Eduard “Landslide” Folayang sekali lagi menjadi Juara Dunia ONE Lightweight.

Di hadapan para penonton tuan rumah di Manila, Filipina, ia mengalahkan atlet Singapura Amir Khan melalui keputusan mutlak dalam laga pendukung utama ONE: CONQUEST OF CHAMPIONS untuk kembali merebut sabuk yang tak bertuan itu.

Pada hari Jumat, 23 November, pria asal Baguio ini menyelesaikan misinya untuk merebut mahkota yang lepas dari tangannya satu tahun lalu di Mall Of Asia Arena – dan ia melakukannya dengan cara spektakuler di lokasi yang sama.

Eduard Folayang puts on a stellar striking display against Amir Khan, clinching a unanimous decision victory and reclaiming the ONE Lightweight World Title!

Eduard "The Landslide" Folayang puts on a stellar striking display against Amir Khan, clinching a unanimous decision victory and reclaiming the ONE Lightweight World Title!TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, November 23, 2018

Aksi itu berlangsung sangat cepat dan keras dari awal, saat Folayang menerapkan serangan wushu andalannya dan serangkaian tendangan mengenai Khan di stanza pembuka.

Namun, atlet Singapura itu sudah siap dan membalas tiap tendangan rendah dengan sebuah pukulan di rahang pahlawan lokal ini.

Pertukaran serangan atas terjadi saat atlet unggulan Team Lakay itu mencoba menemukan celah untuk menerapkan serangan jarak jauhnya yang eksplosif. Sebagai jawaban, perwakilan Evolve itu memanfaatkan jangkauannya dan menyerang dengan serangkaian pukulan straight.

Terlepas dari usahanya, ia harus berjuang keras mempertahankan diri dari tendangan yang datang dari rivalnya itu.

Folayang mulai bergerak maju dengan kombinasi serangan andalannya segera setelah ronde kedua dimulai.

Seiring berjalannya waktu, ia mengincar Juara Muay Thai Singapura berusia 23 tahun ini dengan seluruh arsenalnya, termasuk serangkaian serangan memutar dari posisi clinch.

Khan mencoba membalas dengan sebuah serangan lutut di udara pada akhir stanza stanza, tetapi “Landslide” menangkapnya di udara dan membantingnya ke ground.

Pada detik-detik terakhir ronde kedua ini, pria Filipina itu melepaskan spinning back fist, yang mengenai Khan. Saat bel berbunyi untuk mengakhiri stanza, jelas bahwa mantan pemegang gelar itu mulai mendapatkan ritme serangannya.

Folayang berlanjut memenangkan pertukaran serangan di ronde ketiga, sementara Khan mencari cara untuk mencetak keunggulan kembali atas legenda Filipina ini.

Perwakilan Evolve itu mengandalkan teknik tinjunya saat ia meningkatkan serangan, namun lawannya yang berusia 35 tahun itu melepaskan seluruh kemampuannya dalam pertukaran serangan atas.

Lalu, atlet Singapura ini nampak mengalihkan game plan pada ronde keempat dengan serangkaian takedown. Tetapi, Folayang mampu mempertahankan strateginya dan membawa aksi ini tetap di atas.

Walau keduanya terus beraksi dalam pertukaran serangan di dalam clinch, “Landslide” masih tetap mengungguli singa muda ini dengan teknik “dirty boxing” dan menyambungkan serangkaian serangan lutut ke arah tubuh sebelum kembali ke tengah arena.

Dengan menit-menit yang berlalu, pejuang asal Baguio ini menjadi lebih nyaman melepaskan kombinasinya. Ia melepaskan lebih banyak lagi serangan memutar dan tendangan keras dari sisi luar, sementara Khan terus mencari tahu serangan apa yang akan ia hadapi.

Pada stanza kelima dan terakhir, ikon Team Lakay ini mempertahankan serangannya dan menunjukkan beberapa trik baru dalam arsenalnya, termasuk serangkaian serangan siku di dalam clinch di pagar.

Folayang tetap mengendalikan situasi dengan mempertahankan jarak dan melepaskan rangkaian kombinasi keras yang berakhir dengan tendangan.

Hanya beberapa detik sebelum laga berakhir, Khan menyerang maju untuk mencetak kejutan besar, tetapi atlet Filipina itu tidak tergoyahkan.

Ia membalas serangan, dan saat bel berbunyi unntuk mengakhiri laga pendukung utama (co-main event) ini, ia pun langsung merayakan bersama para penonton tuan rumah.

Pada akhirnya, para wasit memberi Folayang kemenangan mutlak, yang membawa catatan rekornya menjadi 21-6 dan menjadikannya Juara Dunia ONE Lightweight untuk kedua kalinya.

Kesuksesannya juga menandai kemenangan keempat bagi Team Lakay – dan atlet Filipina kelima – yang kini memegang gelar Juara Dunia ONE.

Ini adalah tahun yang sempurna bagi “Landslide,” dan memberi kesempatan luar biasa untuk tahun 2019. Sebuah laga ulang bersama penantang teratas Shinya “Tobikan Judan” Aoki di Jepang bulan Maret nanti dapat saja terjadi, serta beberapa laga besar dalam Turnamen ONE Lightweight World Grand Prix yang akan datang.

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.