Bintang MMA Indonesia Eko Roni Saputra Tertarik Jajal Kickboxing

Eko Roni Saputra Liu Peng Shuai BATTLEGROUNDII 1920X1280 2 768x512

Pasca laga terakhirnya bulan Maret lalu, bintang MMA Indonesia Eko Roni Saputra terus mengasah kemampuan strikingnya. Berlatih bareng striker terbaik dunia, atlet asal Samarinda itu ingin menjajal kickboxing.

Aksi “Dynamite” di divisi featherweight ONE memang terus dinanti oleh para penggemarnya. Hal itu tak lepas dari permainan eksplosif sang ‘Dynamite’ yang selalu berhasil menghabisi lawannya di ronde pertama.

Di laga terakhirnya saat melawan striker Kamboja Chan Rothana, Eko Roni berhasil mengunci leher rival bebuyutan para atlet Indonesia itu via rear-naked choke pada menit 1:34 ronde pertama.

Dari total 6 kemenangannya, 4 diraih lewat kuncian. Hanya seiring perjalanannya, sang Juara Gulat Indonesia itu mulai melakukan transisi ke striking, terutama karena ia juga mengasah kemampuan stand-up miliknya demi menjadi seniman bela diri campuran yang lengkap.

“Sekarang saya lebih suka di striking, lebih senang. Ibarat kata, saya harus mencoba, jadi harus selalu mencoba tantangan baru. Nampaknya cukup enak [berlaga] dalam striking,” ujar Eko Roni pada ONE Championship Indonesia.

Tertarik Menjajal Kickboxing

Berlatih di sasana Evolve MMA, Singapura, yang menjadi rumah para Juara Dunia, Eko Roni terus mempertajam strikingnya dengan para petarung elite.

Ia bercerita bahwa dirinya kerap menjalani sesi sparing dengan sang legenda Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao, Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke, sampai Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Hiroki Akimoto.

Pria asal Kalimantan ini berkata:

“Pelatih saya mendukung saya di striking juga, [karena] perkembangan saya sudah lebih baik. Kalau saya diberi tawaran untuk kickboxing, saya juga mau.”

“[Selain itu], saya sparing paling sering bersama dengan Hiroki [Akimoto]. Karena [atlet] MMA di sini sedikit, jadi paling sering [berlatih] striking sama Hiroki.”

Berlatih dengan yang terbaik di disiplin striking, membuat permainan Eko Roni kian sempurna. Buah dari latihan Eko Roni di sasana para Juara Dunia itu juga tampak dalam dua laga terakhirnya.

Saat menghadapi pegulat China Liu Pengshuai di ajang ONE: BATTLEGROUND II misalnya, “Dynamite” berhasil mencetak KO dalam tempo 10 detik pada ronde pertama. Oleh karena itu, prestasi ini menjadi salah satu rekor KO tercepat dalam divisinya.

Sedangkan di permainan ground, keahlian Eko Roni sebagai pegulat kian terasah dengan bantuan dari praktisi BJJ elite seperti Alex Silva. Sebagai rekan satu tim, keduanya juga kerap berlatih bersama.

Eko Roni menambahkan:

“[Alex Silva] bukan sering lagi, sering banget. Karena [sesi] BJJ di Evolve itu dia yang mengajar, begitu pula dengan MMA.”

Dalam perjalanannya di ONE, Eko Roni tengah berusaha untuk menembus peringkat lima teratas divisi flyweight. Untuk itu, ia harus bertemu dengan penantang elite dalam divisinya terlebih dulu sebagai pembuktian diri.

Kini hanya tinggal masalah waktu sebelum “Dynamite” kembali tampil tahun ini. Siapa pun yang menjadi lawan berikutnya, aksi Eko Roni dapat dipastikan menjadi lebih eksplosif dari sebelumnya.

Selengkapnya di Berita

Rustam Yunusov mendaratkan tendangan ke arah tubuh Suriyanlek Por Yenying di The Inner Circle 34.
Muay Thai fighters Suriyanlek Por Yenying and Rustam Yunusov face off ahead of The Inner Circle 34
Rifdean Masdor gets ready for battle against Petaek Sitbigjasskonrakpathum at ONE Friday Fights 71.
Dzhamil Osmanov lands a left hand on Ben Woolliss at The Inner Circle 33.
Lucas Gabriel and Alibeg Rasulov set for war at ONE Fight Night 49 on November 6.
Shamil Erdogan celebrates his performance bonus at ONE Fight Night 48
Regian Eersel lands a clean shot on George Jarvis at The Inner Circle 33.
Split screen of heavyweight MMA fighters Shamil Erdogan and Paul Elliott
Duangdawnoi lands a spinning shot on Aline Seiberth at The Inner Circle 33.
Regian Eersel and George Jarvis face off ahead of The Inner Circle 33
Johan Ghazali and Diego Paez in action at ONE Fight Night 32.
ONE Championship Books Lee vs. Ruotolo For ONE Lightweight MMA World Title On November 6