Berita

Bi Nguyen Incar Penyelesaian, Prediksi Laga Stamp Vs. Lee

Bi “Killer Bee” Nguyen telah melihat kemenangan dan kekalahan di dalam Circle, namun wanita berusia 32 tahun ini memiliki semangat juang yang tak pudar dan terus kembali lebih baik setiap kali ia tampil di atas panggung dunia.

Hari Jumat, 11 Februari ini, atlet keturunan Vietnam-Amerika itu kembali untuk melawan atlet fenomenal Tiongkok “MMA Sister” Lin Heqin pada laga atomweight bela diri campuran krusial di ONE: BAD BLOOD.

Nguyen jelas menjadi salah satu petarung atomweight paling menarik dalam daftar ini, karena ia adalah sosok pertama yang mampu mengalahkan Ritu “The Indian Tigress” Phogat dan beraksi dalam berbagai laga keras seperti dengan Juara ONE Women’s Atomweight World Grand Prix Stamp Fairtex.

“Killer Bee” ingin memberi lebih banyak lagi ketegangan dalam laganya di Singapore Indoor Stadium, namun ia juga berharap akan memuncaki penampilannya dengan penyelesaian luar biasa.

Jelang malam pertandingan itu, Nguyen berbicara tentang pelajaran terbesar yang baru saja ia terima, membedah permainan lawannya, serta memberi pendapat tentang laga perebutan gelar Juara Dunia besar, Stamp versus “Unstoppable” Angela Lee, sebagai puncak ajang ONE X.

ONE Championship: Saat anda terakhir kali berlaga, anda kalah di tangan Jenelyn Olsim. Dan seperti pertandingan anda sebelumnya, itu sangat tipis. Setelah laga terakhir itu, apakah pelajaran terbesar yang dapat anda ambil?

Bi Nguyen: Ada beberapa penjabaran kecil. Saya menonton laga itu sepenuhnya dengan pelatih saya, dan saya katakan pada anda, Saya adalah pengkritik paling jujur yang ada. Ia menjatuhkan saya karena kaki saya sedikit merapat di satu titik.

Namun secara keseluruhan, dalam hal teknis, saya kira saya melakukan tugas yang hebat. Ia hanya lebih besar dan kuat, yang juga saya rasakan dalam laga itu.

Itu hanya berarti [serangan] saya harus lebih bersih, yang cukup membuat frustrasi. Namun saya menyadari bahwa setelah laga itu, sebesar apa pun hati saya ingin meyakini saya adalah truk pick-up yang besar, saya cukup kecil.

Saya menyesuaikan gaya bertarung saya untuk memastikan ukuran tubuh tak akan menjadi faktor lagi.

ONE: Anda memiliki laga lainnya melawan Lin Heqin, dan ia akan memiliki keunggulan jangkauan. Kami tak mengira itu sesuatu yang asing pada titik ini, tetapi bagaimana anda berencana mengatasi tinggi badan dan jangkauannya?

BN: Itu lucu, karena saya cukup memiliki banyak pengalaman dengan striker yang tinggi. Ia nampak seperti counterpuncher, dan ia nampak melakukan sedikit pergerakan dan melontarkan banyak hal yang tak terlalu mengancam supaya ia dapat maju dengan pukulan besar.

Ia suka menunggu untuk memancing anda masuk.

Saya kira saya hanya akan menjadi petarung yang lebih cerdik. Saya memiliki lebih banyak sudut [serangan], striking yang lebih dinamis.

Saya memiliki takedown dan saya bersyukur dapat melihat laganya bersama Ritu karena saya melihat apa yang Ritu dapat lakukan untuk memghentikannya, tetapi tidak melakukan itu.

Mereka sampai pada keputusan juri, dan Ritu mendominasi, namun saya melihat beberapa poin dalam laga itu dimana sedikit penyesuaian dapat saya menyelesaikan laga.

ONE: Jelas, anda berdua lebih ingin bertarung stand-up. Dengan itu, siapakah menurut anda striker yang lebih baik dalam laga ini?

BN: I kira sayalah sosok itu, karena saya lebih dinamis. Saya kira saya juga memiliki kekuatan lebih besar. Saya tak melihat itu dalam laga terakhirnya, bahwa ia memiliki kekuatan besar.

Saya kira dengan kombinasi sederhana itu, ia tetap aktif, dan ia berjangkauan panjang, namun saya memiliki lebih banyak sudut. Saya memiliki lebih banyak kekuatan dalam pukulan saya, dan saya akan bersenang-senang untuk melihat seberapa cerdas saya dapat menyerang dalam laga ini.

ONE: Ia memiliki 11 kemenangan beruntun yang dipatahkan oleh Ritu. Bagaimana anda melihat kekalahan itu memberi pengaruh bagi pemikirannya? Apakah ia lebih termotivasi, atau adakah lebih banyak keraguan dalam dirinya?

BN: Saya takkan melihatnya tidak termotivasi. Ia sangat termotivasi untuk menunjukkan bahwa ia layak berada di sini.

Ia masuk ke dasar terdalam dari divisi kami, dan ia akan ingin membuktikan dirinya layak berada di sini. Maka, saya kira ia akan menjadi sangat termotivasi. Akan ada sedikit tekanan yang datang dari catatan rekor hebat seperti itu dan dua kekalahan beruntun dalam organisasi besar.

Saya kira, ia harus membuktikan banyak hal.

ONE: Pada akhirnya, bagaimana anda mengantisipasi jalannya laga ini?

BN: Saya tak terlalu suka menempatkan emosi saya demi melihat hasil akhir itu, sejujurnya. Saya hanya akan maju, membanjirinya dengan striking saya, dan semoga itu membuka sebuah penyelesaian.

Baik di atas kaki dan ia tak dapat mengatasinya, ia kebingungan, atau jika itu membuka celah takedown dan saya menyelesaikan di ground. Namun, saya melihat sebuah penyelesaian. Saya melihat penyelesaian pada ronde kedua.

Saya melihat diri saya memikirkan dan menemukannya pada ronde kedua, apa pun itu.

ONE: Anda pernah bertarung melawan Stamp Fairtex, pemenang dari ONE Women’s Atomweight World Grand Prix. Menurut anda, bagaimana perjalanannya melewati turnamen ini – terutama setelah kemenangan submission atas Ritu di babak final itu?

BN: Yang berbahaya tentang Stamp adalah bahwa ia muda dan pekerja keras. Ia hanya suka bertarung. Ia benar-benar menikmati perjuangan dalam MMA dan ia sangat cepat berevolusi.

Saya kira kesalahan Ritu – dan anda dapat melihat itu dari wawancara dan sikapnya – adalah bahwa ia telalu yakin dengan kekuatannya dan meremehkan semua orang di ground. Namun itulah proses untuk belajar. Itu semua menjadi proses bagi para petarung.

Saya kira Stamp hanya siap untuk segalanya, dan Ritu hanya berpikir bahwa ia akan masuk ke sana, menyeretnya ke bawah dan menghancurkannya. Itulah bagaimana Stamp mampu beradaptasi dalam laga dan mengambil armbar ala Hail Mary, karena itu tersedia di sana.

Saat anda siap untuk apa pun, anda akan menemukannya. Saat anda mencari satu hal dan itu tak terjadi, anda tak dapat bangkit dari itu, dan Ritu hanya tenggelam setelah itu.

ONE: Seperti yang anda ketahui, Stamp kini menantang Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Angela Lee demi sabuk emas di ONE X. Apakah pemikiran anda tentang laga itu?

BN: Saya sangat bersemangat karena semua orang mengetahui bahwa saya mendukung Stamp. Ia telah memberi saya pertempuran tersulit [dalam karier saya] dan mengeluarkan yang terbaik dari saya dalam divisi ini, maka saya selalu menjadi penggemar besarnya setelah itu. 

Ini adalah laga klasik antara gaya baru melawan gaya lama. Angela harus membuktikan dirinya masih ada di sini dan ia layak berada di sini. Ia harus menghadapi bintang muda yang bertumbuh dengan cepat, dan itu sangat epik. Saya kira ini adalah laga hebat. Saya benar-benar berpikir Stamp mungkin akan berhasil.

ONE: Sebagai petarung atomweight, apa rasanya melihat divisi anda ditampilkan sebagai laga utama ONE X? 

BN: Saya sangat bangga, karena saat saya bergabung bersama ONE, Stamp baru saja masuk dan Angela menguasainya. Pujian bagi Angela untuk menjadi yang pertama membawa perhatian ke atomweight. Tapi pada titik itu, ia tak memiliki lawan hebat. Kami masih butuh membuktikan sesuatu.

Kami menarik, dan Angela itu bagus, tetapi itu hanyalah Angela di titik itu. Kini, kami telah menunjukkan bahwa itu adalah perairan yang dalam dengan sekelompok hiu. Saya hanya sangat bangga seberapa besar itu telah bertumbuh, dan divisi atomweight benar-benar membuktikan ‘hype’-nya.

Lin Heqin fights Bi Nguyen at ONE: BAD BLOOD on 11 February

Baca juga: Cara Istri Anatoly Malykhin Picu Kariernya: ‘Saya Hilang Asa’

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.