Berita

Amarsanaa Tsogookhuu Kalahkan Shannon Wiratchai Di Thailand

18 Feb 2019

Atlet Thailad Shannon “OneShin” Wiratchai menghadapi Amarsanaa “Spear” Tsogookhuu dalam kontes bela diri campuran divisi lightweight di depan pendukungnya sendiri pada Sabtu, 26 Februari, tetapi ia tidak dapat mengantarkan kemenangan seperti yang diharapkan.

Dalam laga debut promosinya, atlet Mongolia ini berhasil mengalahkan atlet unggulan tuan rumah lewat putusan mutlak di Impact Arena Bangkok dalam ajang bertajuk ONE: CLASH OF LEGENDS.

Mongolian warrior Amarsanaa Tsogookhuu makes a massive statement in his ONE debut with a unanimous decision win over striking sensation Shannon Wiratchai!

Mongolian warrior Amarsanaa Tsogookhuu makes a massive statement in his ONE debut with a unanimous decision win over striking sensation Shannon Wiratchai!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Saturday, 16 February 2019

Laga berjalan cukup berimbang, namun terlihat jelas di ronde pertama bahwa Amarsanaa telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi atlet asal Tiger Muay Thai ini.

Amarsanaa, yang berlatih di sasana Mongolian Top Team, tidak langsung mengerahkan segenap kekuatannya karena ia sadar betul akan kemampuan sang rival dalam menyerang balik. Sebaliknya, ia menyerang dengan jab dan low kick. “OneShin” mendapat beberapa kesempatan untuk meluncurkan serangan, namun tidak sering.

Dengan tempo yang semakin meninggi pada ronde kedua, “Spear” melihat peluang untuk menjatuhkan rivalnya ketika atlet berusia 30 tahun itu melayangkan jab.

Keduanya dengan cepat dipisahkan ketika Amarsanaa terlihat menggunakan kepalanya untuk menyerang dada lawan dan laga pun kembali berlanjut.

Amarsanaa mendaratkan sebuah serangan signifikan lewat high kick kanan dan menjatuhkan lawannya lagi lewat takedown untuk mengambil posisi side control.

Ketika “Spear” nampak ragu untuk menekan Shannon dengan strike, sang pionir seni bela diri dari Thailand ini terlihat kehabisan ide untuk menyerang di ronde terakhir.

Meskipun begitu, ia terus berusaha mencari celah untuk memenangkan pertandingan.

“OneShin” mencoba untuk mendaratkan tendangan di kaki dan badan lawannya dan ia berhasil mendaratkan lead hook. Namun Amarsanaa lebih sibuk dengan mendaratkan jabnya dan kembali mendaratkan tendangan ke kepala sang lawan seperti pada ronde kedua.

Shannon kesulitan mengatur ritme, yang terlihat jelas ketika ia terjatuh saat mencoba menendang lawannya. Kesempatan ini digunakan oleh lawannya untuk mengambil posisi atas dan menunggu hingga ronde berakhir.

Pada akhirnya, kemampuan gulat Amarsanaa dan ground controlnya menjadi perhatian para juri, dan ia pun dinyatakan sebagai pemenang lewat putusan mutlak.

Dengan kemenangan ini, atlet Mongolia ini menambah rekornya menjadi 6-1 dan memenangkan laga penting melawan nama besar dalam divisi ONE Lightweight.