Berita

Aleksi Toivonen Mengenang Penampilan Pertamanya Yang Memukau

21 Juli 2019

Divisi flyweight ONE Championship harus waspada setelah Aleksi “The Giant” Toivonen mempertontonkan kemampuan grappling yang luar biasa.

Pada ajang ONE: MASTERS OF DESTINY, hari Jumat, 12 Juli lalu, wakil Evolve asal Finlandia ini hanya membutuhkan sedikit celah dalam ronde pertama untuk menerkam Akihiro “Superjap” Fujisawa dari belakang dan membuatnya menyerah dengan kuncian rear-naked choke.

Aleksi "The Giant" Toivonen makes a MASSIVE statement in his ONE debut with a slick submission victory over Akihiro Fujisawa!

Aleksi Toivonen makes a MASSIVE statement in his ONE debut with a slick submission victory over Akihiro Fujisawa!: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, 12 July 2019

Kemenangan ini membuktikan bahwa atlet berusia 27 tahun ini memiliki rasio 100 persen saat menaklukkan lawannya dan tidak gugup saat tampil perdana bersama ONE.

Selagi dirinya merayakan kemenangan di negara asalnya, “The Giant” menjelaskan bagaimana ia melancarkan teknik submission-nya, serta harapannya dalam pertandingan berikut bersama “The Home of Martial Arts.”

ONE Championship: Bagaimana rasanya memenangkan pertandingan pertama anda?

Aleksi Toivonen: Saya puas dengan hasilnya, [dan] saya pikir semuanya telah masuk dalam rencana. Sulit untuk tidak puas dengan kemenangan dalam tiga menit, tetapi saya belum dapat menunjukkan semua yang saya mampu lakukan.

Ada beberapa teknik yang saya pelajari saat berada di kamp latihan yang tidak sempat saya eksekusi dalam pertandingan, jadi saya sedikit kecewa. Tetapi setidaknya ada yang dapat diperdalam pada pertandingan berikutnya.

ONE: Bagaimana anda mengatasi pergerakan lawan saat sedang berdiri?

AT: Rencana awalnya adalah untuk melihat reaksinya, jadi [mungkin saya] terlihat canggung di awal pertandingan – dia selalu bergerak kesamping. Kita telah berlatih untuk mengatasi gerakan [apapun], tetapi ia banyak sekali bergerak dan maju dengan dahinya, jadi saya tidak dapat menentukan timing untuk serangan balasan.

Beberapa menit pertama masih sedikit canggung, tetapi setelah saya dapat memukulnya dan menemukan ruang untuk menyerang dengan tendangan, semuanya berjalan sesuai rencana.

ONE: Anda terlihat selalu tenang, apakan ia tidak menunjukkan bahwa ia berbahaya dalam pertandingan?

AT: Saya pikir semua pertandingan itu penting dan memiliki kesulitan tersendiri. Jadi, kita harus siap menghadapi kesulitan tersebut.

Akihiro membawa banyak hal dalam pertandingan ini – dengan gaya yang canggung. Banyak orang yang sulit menyerangnya dengan pukulan, dan ia memiliki kendali atas yang sangat baik.

Setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri yang harus diantisipasi, jadi saya bertanding dengan tenang dan berhati-hati dengan langkah saya. Tetapi jika saya melihat celah, saya langsung menyerang.

ONE: Akihiro terjatuh saat anda menyerangnya dengan tendangan, apakah ini tanda untuk anda menyerangnya dengan serangan yang sama demi menjatuhkannya lagi?

AT: Ya. Itu bukan rencananya pada awalnya, tetapi saya melihat caranya bergerak dan [bagaimana] saya bereaksi, saya juga mendengarkan saran dari sisi saya.

Saat saya mendaratkan serangan pertama, saya melihatnya menumpu bebannya di kaki depannya. Jadi, sisi saya berteriak agar saya melakukannya lagi, dan saya mengikuti saran itu. Saya melakukan itu lagi dan kita masuk ke dalam permainan grappling, yang selalu menyenangkan bagi saya.

ONE: Apakah anda merencanakan takedown dalam pertandingan ini?

AT: Takedown selalu ada dalam rencana karena saya adalah seorang grappler, saya selalu memilih untuk mengeksekusi grappling pada hampir semua lawan saya.

Saya tidak akan selalu melayangkan serangan grapple, tapi itu pasti ada dalam rencana saya. Saya mendengar Alex Silva berkata, “Saat dia maju, lakukan takedown.”

Saya setuju dengan rencana itu, tetapi saya melihat celah – dimana saya berpikir saya akan menendang kakinya lagi dan melihat hasilnya, ternyata takedown tidak diperlukan dalam pertandingan ini.

ONE: Saat anda dapat rear-naked choke, apakah anda berpikir semua sudah selesai?

AT: Ya, itu terkunci dengan baik. Apapun kunciannya, jika sudah terkunci, maka lawan akan tetap terkunci. Hal ini akan menyakiti lawan hingga mereka menyerah (tap out).

ONE: Kemenangan ini mempertahankan rekor anda yang menghabisi lawan dalam ronde pertama – apa yang anda ingin sampaikan dengan rekor ini sebagai seorang atlet, dan seberapa pentingnya mempertahankan rekor tersebut?

AT: Saya pikir ini bukanlah hal yang besar, tapi itu mengatakan seluruhnya tentang saya sebagai petarung yang agresif dan berorientasi untuk menghabisi lawan.

Saya adalah seorang petarung yang memburu submission dan KO, tetapi saya selalu siap untuk bertanding tiga sampai lima ronde untuk mendengar keputusan wasit. Inilah gaya saya bertarung. Sangat alami bagi saya menaklukkan lawan, jadi saya akan ambil dengan kedua tangan saya ketika menemukan sebuah celah.

ONE: Apakah ada beberapa hal yang anda ingin kembangkan untuk pertandingan berikutnya?

AT: Tentu. Kita telah mempersiapkan beberapa hal yang tak dapat saya keluarkan dalam pertandingan. Serangan sudah siap, tetapi saya tidak dapat mengeksekusi, jadi ini adalah salah satunya.

Yang kita persiapkan akan membutuhkan waktu untuk lebih siap, dan kali berikutnya, saya harap saya dapat melayangkannya.

ONE: Setelah ini, apa yang ingin anda lakukan?

AT: Saya merasa baik. Tidak ada cidera berat – hanya beberapa memar yang saya dapat saat kamp pelatihan. Saya harap untuk dapat tampil kembali di bulan Oktober, November – atau bulan mana saja yang memungkinkan.

Saya juga perlu berlatih lebih dalam. Banyak hal yang harus saya kerjakan untuk naik keatas divisi ini, tetapi saya siap untuk mengerjakan hal itu.

Saya harap saya dapat bertanding lagi tahun ini, dan tahun depan, untuk menyibukkan diri, menambah rekor pertandingan dan menjadi lebih baik sampai saya menjadi posisi teratas dalam divisi saya.