Gaya Hidup

Komentar Para Atlet ONE Untuk Mengatasi Pemikiran Negatif

27 Juni 2019

Setiap orang pasti menghadapi pemikiran-pemikiran negatif di dalam kehidupan mereka – bahkan para atlet mixed martial arts (MMA) kelas dunia di ONE Championship.

Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini, dimana tiap individu – termasuk para atlet ini, memiliki cara mereka tersendiri.

Bagi beberapa orang, mungkin mereka akan pergi ke gym dan berlatih tinju melawan samsak, tetapi bagi orang lain, mungkin solusinya adalah berkumpul bersama orang terdekat mereka.

Pada akhirnya, para atlet ini dapat mengatasi pemikiran negatif ini dan menggantinya dengan sesuatu yang positif.

Mari kita lihat bagaimana beberapa dari atlet kelas dunia ini, termasuk dua atlet kebanggaan Indonesia Stefer “The Lion” Rahardian dan Priscilla “Thathie” Hertati Lumban Gaol mengatasi pemikiran negatif mereka.

Stefer Rahardian

“Saya awalnya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa, jadi ketika saya kembali melihat perjuangan saya, saya merasa bahwa hidup saya akan terbuang percuma jika saya terganggu atau hancur karena drama kehidupan – bahkan jika itu bukan kesalahan saya.”

“Contoh dari drama tersebut adalah ketika kita dihadapkan dengan para haters yang terus mengkritik kita dengan segala sesuatu hal yang negatif. Jika kita terbawa dengan itu, ini dapat menghancurkan diri kita dan kita akan kehilangan harapan.”

“Saya tidak ingin hancur karena pemikiran negatif orang lain dan kesalahan saya dalam mengambil tindakan tertentu.”

“Saya pikir jika saya salah menyikapi pemikiran negatif dan depresi, hal ini akan membawa saya jatuh lebih dalam. Menurut saya, akan lebih baik bagi kita untuk berpikir positif mengenai suatu masalah dan melakukan sesuatu yang lebih baik.”

“Inilah mengapa orangtua saya memberikan pesan untuk selalu berdoa dan percaya pada Tuhan. Segala sesuatunya harus dimulai dari doa, kemudian berusaha agar semuanya berjalan lancar.”

Priscilla Hertati Lumban Gaol

“Saya [mengatasi pemikiran negatif] dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Disamping itu, saya juga harus sangat selektif dalam memilih sahabat yang dapat mendukung saya dan tidak menarik saya ke segala sesuatu hal yang negatif. Semua sahabat saya selalu memberikan kenangan indah yang kita miliki.”

“Ketika saya memiliki beban pikiran, biasanya saya bertemu dengan keluarga saya dan pergi bersama mereka. Saya bersyukur pada Tuhan karena saya belum pernah mengalami depresi. Saya hanya mengalami kebosanan dan rasa malas.”

“Sebagai contoh, ketika saya bosan berlatih saya akan beristirahat sejenak dan kembali menjalani rutinitas saya setelah itu, atau saya akan memaksa diri saya berlatih walaupun saya tidak terlalu bersemangat.”

Stamp Fairtex

“Ketika saya pertama kali memutuskan untuk menjadi seorang atlet, banyak orang di desa saya bertanya pada kedua orang tua saya, ‘Mengapa kalian membiarkan anak perempuan kalian menderita? Biarkanlah ia belajar seperti layaknya seorang anak.’”

“Mereka berkata bahwa ketika saya meraih kesempatan perebutan gelar Juara Dunia pertama saya melawan Kai Ting Chuang. Mereka kira saya akan kalah karena Kai Ting Chuang telah menang melawan atlet Muay Thai perempuan asal Thailand lainnya.”

“Saya menyimpan hal itu dalam pikiran saya menjadi semangat, untuk membuktikan bahwa mereka salah.”

“Akhirnya, saya menang. Saat ini, mereka semua menerima saya apa adanya – mereka bahkan memberikan saya pujian karena saya menjadi Juara Dunia dalam dua disiplin beladiri. Yang terpenting adalah bahwa saya dapat membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya.”

Jihin Radzuan

“Kapanpun saya merasa tertekan atau berbeban berat, saya berlatih di dalam gym karena hal itu akan membantu saya melupakan tiap situasi yang terjadi.”

“Anda tidak dapat lari dari beban tersebut, tetapi dengan terfokus pada latihan, instruksi atau kombinasi [serangan] dari pelatih akan dapat membantu anda untuk melupakannya.”

“Jika saya menjalani hari yang sangat panjang, saya biasanya akan bermain dengan kucing-kucing saya untuk melupakan segala hal buruk yang terjadi sebelumnya.”

Geje Eustaquio

“Saya selalu menganggap hal negatif sebagai sebuah tantangan. Saya mengubah hal-hal negative tersebut menjadi alat untuk menjadikan saya seseorang yang lebih baik. Terlebih lagi, saya adalah seorang praktisi beladiri, jadi saya akan pergi ke gym dan mengalahkan hal-hal negatif tersebut.”

“Para praktisi beladiri sangatlah diberkati. Bagi saya, hal negatif hanyalah sebuah kondisi dalam pikiran saya. Sekali lagi, seorang praktisi beladiri selalu memiliki kedamaian hati. Jika anda biarkan kekuatan dari luar mempengaruhi anda, hal tersebut akan mengganggu kedamaian itu.”

“Saya bukanlah orang yang sempurna. Saya hanya manusia. Tetapi saya sangat bersyukur bahwa saya memiliki Tuhan yang selalu berpihak pada saya, dan seni beladiri memberikan saya pengertian untuk terfokus pada hal-hal yang akan menjadikan saya manusia yang lebih baik.”

Lerdsila Phuket Top Team

“Saya tidak harus melakukan apapun. Di dunia ini, ada orang-orang yang akan menyayangi dan membenci kita. Saya hanya harus mengabaikan [mereka yang menyebarkan kebencian].”

“Sebaliknya, saya akan memikirkan mereka yang menyayangi saya, mereka yang bergembira bersama saya, serta mereka yang mendukung saya.”

“Orang-orang inilah yang membuat saya berbahagia, maka saya tidak harus memikirkan mereka yang sangat negative [terhadap saya atau segala sesuatu].”