Kopi Dan Pertarungan: Cara Penguasa Kickboxing Jonathan Di Bella Terbakar Oleh Gairah Kedua

Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 31

Gaya hidup Jonathan Di Bella didorong oleh kombinasi dari seni bela diri dan espresso kualitas terbaik.

Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing tak terkalahkan ini – yang akan mempertahankan sabuknya melawan “Mini T” Danial Williams di ONE Fight Night 15: Tawanchai vs. Superbon pada Sabtu pagi, 7 Oktober waktu Asia – adalah penggemar sejati keduanya, mengasah kecintaannya sepanjang hidup.

Saat keturunan Italia-Kanada ini bersiap mempertahankan sabuk emasnya untuk pertama kali di arena ikonik Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, Thailand, anda akan menemukan dirinya menggiling biji kopi sebelum berlatih di sasana.

Sementara sebagian besar anak-anak di kota kelahirannya, Montreal, takkan menghirup espresso sampai usia dewasa, Di Bella teringat diperkenalkan – dan terobsesi – dengan minuman khas tanah leluhurnya saat muda.

Ia berkata pada onefc.com/id:

“Pertama kali saya meminum satu shot espresso adalah saat saya berusia 6 tahun. Kakek saya memberi satu gelas espresso, dan ya, saya merasa nyaman setelah itu.”

“Keluarga saya berasal dari sebuah desa di Campagna. Saya teringat berada di Italia saat muda, membuka jendela di pagi hari, dan hal pertama yang anda cium adalah kopi dan espresso. Itulah salah satu kenangan favorit saya.”

Setelah itu, Di Bella selalu menikmatinya, sampai itu menjadi bagian dari rutinitasnya.

Namun, ia tak selalu menyukai citarasa halus dari espresso yang bagus. Sebagai kickboxer kelas dunia dengan jadwal latihan berat, Di Bella juga menikmati dorongan kafein yang membantunya melewati seluruh beban hariannya – walau ia mengakui itu mungkin bukan untuk semua orang.

Penguasa strawweight kickboxing ini berkata:

“Saya terbiasa pergi berlatih, dan itu akan selalu menjadi satu hal – espresso sebelum berlatih. Keluarga saya bahkan bercanda tentang itu: ‘Jon meminum espresso sebelum berlatih.’ Ini adalah candaan internal yang kami miliki.”

“Saya terbiasa dengan itu sejak saya kecil. Itu seperti hal milik saya sendiri, saya tidak tahu tentang orang lain. Mereka dapat mencobanya, tetapi ya, anda harus terbiasa dengan itu sebelum melakukannya sebelum berlatih. Saya merekomendasikan itu di pagi hari.”

Jonathan Di Bella Ubah Gairah Menjadi Produk

Kegemaran Jonathan Di Bella akan kopi kini membawanya satu langkah memasuki dunia bisnis dengan memulai perusahaan espresso miliknya sendiri.

Petarung berusia 27 tahun itu mengasah palet dan indra perasanya selama lebih dari 20 tahun, dan ia membawa Di Bella Espresso ke pasar bebas bagi sesama penikmat sejati.

Menjabarkan proses tersebut, pria Kanada-Italia ini berkata:

“Saya selalu berpikir tentang melakukan sesuatu yang tak ada hubungannya dengan bertarung. Saya ingin mendapatkan sedikit ketenangan pikiran, sedikit pelarian dari pertarungan. Selalu bagus untuk memiliki hal itu.”

“Saya memilih biji [kopi] itu, maka itu pasti akan menjadi yang terbaik! Dan, saya melihat semua biji kasar itu, roasting-nya, dan semuanya. Saya kira semua orang harus mendapatkannya.”

Ini mungkin nampak menjadi waktu yang cukup genting untuk menjalankan bisnis dengan pertahanan gelar Kejuaraan Dunia ONE Strawweight Kickboxing pertamanya pada 7 Oktober nanti, tetapi beruntung, Di Bella memiliki sistem pendukung yang kuat di sekelilingnya.

Ayahnya adalah pelatih kickboxing, dan ia mendirikan perusahaan kopi ini dengan kekasih lamanya. Itu berarti semua orang dapat berkumpul bersama dan memastikan bahwa semua area itu tercakup saat ia bersiap memasuki ONE Fight Night 15 pada jam tayang utama A.S. ini.

Di Bella menambahkan:

“Saya dan kekasih saya memulainya tahun lalu. Itu adalah bisnis kami. Itu saya dan dirinya bersama-sama. Sulit untuk [menjalani semua itu], tapi saya mendapatkan banyak bantuan.”

“Sisi espresso itu, saya masih belum memikirkannya sebagai sebuah pekerjaan. Saya hanya bersenang-senang dengan itu. Tetapi kekasih saya dan beberapa koleganya membantu saya dengan itu. Mereka mengurusnya, terutama saat saya kini berada di pemusatan latihan.”

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled