Gaya Hidup

Bagaimana Seni Bela Diri Membantu Rudy Agustian Menjadi Pengusaha

8 Agu 2019

Seni bela diri terbukti mendatangkan berbagai dampak positif terhadap hidup seseorang, kapanpun, dimanapun.

Tidak hanya dari segi kesehatan maupun perkembangan fisik, latihan bela diri juga terbukti memperkuat mental, meningkatkan kedisiplinan, bahkan membantu membentuk landasan karakter seseorang dalam meraih kesuksesan.

Atlet asal Indonesia yang tergabung dalam divisi flyweight ONE Championship, Rudy “The Golden Boy” Agustian, memberikan penghargaan tinggi terhadap seni bela diri – karena tidak hanya dapat membuatnya sukses sebagai petarung yang berlaga bersama ONE dan memberi nilai-nilai yang dibutuhkan bagi “The Golden Boy” untuk berhasil sebagai seorang pengusaha.

Berikut adalah manfaat seni bela diri yang memberi kesuksesan bagi pendiri Golden Camp Muay Thai dan Hey Koffie ini.

#1 Membentuk Mental Kuat Dalam Berusaha

Seperti kata pepatah, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Seorang atlet pastinya mengalami jatuh bangun untuk mencapai kesuksesannya, begitu pula seorang pengusaha. Saat Rudy pertama kali membuka sasana bela diri Golden Camp Muay Thai di Tangerang, Banten, ia harus melalui beberapa kesulitan.

“Saya awalnya sempat gagal, tempat pelatihan tersebut saya jual, lalu saya buat yang baru di daerah di Modern Land [area perumahan di Tangerang],” katanya.

“Saat usaha tersebut mulai sukses, sasana itu kebakaran – semua perlengkapan dan barang-barang di tempat tersebut [terbakar] habis. [Bahkan] medali dan piala saya pun juga hangus. Tidak hanya itu, saya juga sempat berkali-kali mengalami kejatuhan.”

Tetapi, berkat pelatihan bela diri yang ia lakukan, ia memiliki landasan kuat untuk tetap bangkit setelah kejadian tragis itu.

“Karena saya sudah terbiasa berlatih seni bela diri, kejadian seperti ini dapat saya jadikan pembelajaran, mental saya juga lebih kuat dalam menghadapi situasi tersebut, serta lebih positif,” kenang petarung kelahiran 34 tahun silam ini.

“Mental saya benar-benar [berada dalam kondisi yang] baik dan terdidik untuk tidak mudah menyerah, serta lebih disiplin dan berkomitmen.”

“Saya memang berjuang keras, namun [saya] tidak menyerah dalam menghadapi kejatuhan.”

#2 Menumbuhkan Minat Untuk Selalu Belajar

Pembelajaran adalah sebuah proses yang terus menerus berlangsung dalam kehidupan seseorang. Layaknya seni bela diri, dimana tiap praktisi wajib memiliki semangat tinggi untuk selalu ingin belajar, agar dapat melakukan improvisasi terhadap teknik yang sudah dikuasainya, maupun menelaah teknik baru.

Tentunya, dengan berlatih bela diri, kebiasaan baik ini akan secara otomatis termanifestasi dalam aktivitas sehari-hari, bahkan dalam dunia bisnis.

“The Golden Boy” membagikan pengalaman saat ia pertama kali memperkenalkan seni bela diri Muay Thai di kotanya. Ia harus belajar teknik pemasaran yang baik agar usahanya dibidang pelatihan Muay Thai dan tinju dapat diterima masyarakat saat itu.

“Awal  tahun 2011, semua orang mempertanyakan mengapa saya membuka tempat pelatihan Muay Thai dan tinju. Mereka mempertanyakan akan jadi apa saya,” katanya.

“Masyarakat masih mempertanyakan dan takut terhadap olahraga ini, maka saya belajar memperkenalkan ini selama beberapa tahun, agar dapat di terima sebagai ‘lifestyle’.”

Ia pun melakukan berbagai cara untuk memasarkan usahanya ini, yang belum dikenal oleh banyak orang.

“Saya membuat brosur dan spanduk, membayar ke [pihak] perumahan agar spanduk tersebut dipasang,” sebut Rudy.

“Selain itu, saya juga pergi ke mall dan diam-diam membagikan brosur, dimana brosur tersebut sudah tertulis keuntungan berlatih seni bela diri. Saya taruh brosur tersebut juga di mobil-mobil, dan kebetulan tempat pelatihan saya saat itu adalah yang pertama di kota Tangerang.”

“Bahkan di Jakarta pada saat itu, hanya ada 2 tempat pelatihan Muaythai.”

#3 Membantu Anda Mengontrol Emosi

Pada dasarnya, emosi adalah aspek terpenting bagi tiap atlet untuk menentukan tingkat keberhasilan mereka. Tentunya, para atlet seni bela diri campuran, atau MMA, wajib mengontrol emosi pada saat pertandingan berlangsung – agar dapat berpikir jernih dan dapat menerapkan strategi atau game plan yang terencana.

Dengan berlatih seni bela diri, otomatis para seniman bela diri juga terbiasa mengontrol emosinya dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam berbisnis.

Selayaknya bertanding, bidang usaha apapun juga membutuhkan kontrol emosi yang matang. Saat usaha yang kita jalani mengalami beberapa rintangan dan tantangan, kita dapat berpikir jernih untuk keluar dari problematika tersebut dengan mengendalikan emosi.

Tentunya, saat pertama kali terjun ke dalam dunia usaha, Rudy mengalami jatuh bangun. Tetapi berkat latihannya selama bertahun-tahun, ia mampu mengendalikan emosinya untuk berpikir jernih dan mencari solusi.

“Saya bisa mengontrol emosi [di dalam bisnis]. Bisnis itu mirip dengan bertanding, [jika] kita emosi, kita tidak dapat berpikir jernih, tidak bisa menerapkan game plan dan strategi,” ungkapnya.

#4 Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Kepercayaan diri yang tinggi juga menjadi aspek terpenting bagi seorang atlet untuk memenangkan suatu pertandingan. Dengan rasa percaya diri, seorang atlet akan mampu menangani situasi sulit dengan baik, mengembangkan sikap rasional, serta memiliki berbagai alternatif untuk lolos saat dirinya terpojok.

Seseorang yang memasuki dunia usaha juga harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, sama seperti seorang petarung.

Dalam hal ini, kepercayaan diri menunjukan kekuatan pebisnis tersebut – yang juga akan menimbulkan motivasi untuk lebih maju dan menghadapi masalah yang terjadi dalam usahanya.

Hal ini dirasakan langsung oleh “The Golden Boy,” dimana ia memulai perjalanan bisnisnya hanya berbekal kepercayaan diri dari seorang seniman bela diri.

Hasilnya, Rudy mampu mengimplementasikan hal tersebut dengan baik demi memperoleh hasil maksimal dalam setiap usaha yang dirintisnya.

“Dengan berlatih dan aktif sebagai praktisi seni bela diri, saya memiliki percaya diri yang tinggi dan juga dihormati oleh rekan bisnis saya,” tegas Rudy.

“Mereka lebih respek saat mengetahui bahwa saya mempelajari bela diri, dan juga aktif sebagai seorang atlet. Dari obrolan seru itu, biasanya saya akan masuk untuk [membuka] peluang bisnis lainnya.”