Gaya Hidup

3 Seni Bela Diri Terpopuler Di Jepang

4 Okt 2019

Seni bela diri di Jepang sangat dihormati di seluruh dunia atas semangat “bushido” yang melambangkan kesetiaan, disiplin, kepedulian, serta komitmen terhadap pekerjaan.

Dimulai oleh para pejuang samurai dalam era feodal, seluruh seni bela diri ini telah berkembang dan memberi arti baru di dunia modern.

Menjelang ONE: CENTURY di Tokyo, Jepang, mari kita melihat tiga dari seni bela diri asal Jepang yang terpopuler dan telah bertahan melewati perkembangan zaman.

Karate

Hiroki Akimoto

Karate mungkin adalah seni bela diri dalam disiplin striking yang paling ikonik dari Jepang.

Disiplin ini berawal pada saat pulau Okinawa pertama kali menyerap seni bela diri kung fu dari Tiongkok pada awal masa perdagangan antar negara. Ketika seni ini beradaptasi dan berevolusi, gaya karate yang berbeda pun segera berkembang dari Okinawa.

Kata karate secara harfiah berarti “tangan kosong” dalam bahasa Jepang. Seni ini menggabungkan pukulan, tendangan, serangan dan tangkisan dalam teknik menyerang dan bertahan. Gerakan karate bersifat langsung dan cepat, dengan penekanan pada penggunaan serangan balik untuk memanfaatkan kelemahan lawan.

Karateka, atau mereka yang mempelajari karate, melatih setiap bagian tubuh mereka sebagai senjata dan menyerang dengan kekuatan maksimal pada target tertentu. Latihan ini melatih konsentrasi serangan ke satu titik kontak, dimana hal ini membantu beberapa mega bintang ONE, termasuk Mei “V.V.” Yamaguchi, Hiroaki Suzuki dan Hiroki Akimoto.

Olahraga ini telah berkembang pesat sejak awal, dan diperkirakan 60 juta orang di seluruh dunia berlatih karate saat ini. Federasi Karate Dunia adalah badan pengatur utama dan membantu menjadikan disiplin ini sebagai olahraga yang diakui Olimpiade.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seni bela diri asal Okinawa ini akan dimasukkan dalam Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo.

Juga, dalam budaya pop, karate adalah salah satu disiplin paling populer yang ditampilkan dalam film seni bela diri Jepang. Faktanya, film aksi Jackie Chan menginspirasi Yamaguchi untuk memulai pelatihan disiplin.

Judo

Ayaka Miura

Judo adalah seni pertahanan diri dengan menggunakan teknik grappling, yang berevolusi dari samurai jujutsu.

Setelah akhir abad pertengahan dan semakin menghilangnya budaya samurai, keberadaan jujutsu berkurang secara signifikan.

Berkat intervensi Jigoro Kano yang tepat waktu, seni bela diri Jepang tidak hilang di tengah masuknya budaya dan pengaruh Barat. Jigoro  menghidupkan kembali dan mempopulerkan olahraga ini pada tahun 1882, dimana dirinya saat ini diakui sebagai pendiri judo.

Kata judo berarti “cara yang lembut,” atau “gentle way,” dalam bahasa Jepang. Dengan demikian, judoka menggunakan kekuatan lawan mereka daripada mengandalkan kekuatan mereka sendiri.

Dalam judo, tujuan utamanya adalah melempar atau menarik lawan anda ke atas tanah dan melumpuhkannya. Gerakan seperti cengkeraman dan lemparan harus dilakukan dengan cepat dan tepat, serta ditujukan pada titik terlemah dari lawan.

Saat ini, judo menjadi olahraga yang praktis di seluruh dunia. Lebih dari 190 negara terdaftar dalam Federasi Judo Internasional, dimana berkat Jigoro, disiplin ini diakui sebagai olahraga Olimpiade resmi saat dilangsungkannya Olimpiade Tokyo pada tahun 1964.

Juga, dengan para pahlawan seperti Ayaka Miura, Shinya “Tobikan Judan” Aoki dan Yoshihiro “Sexy Yama” Akiyama yang bangga mewakili disiplin ini, popularitas judo hanya akan terus berkembang.

Aikido

Aikido juga merupakan sebuah disiplin bela diri yang sangat populer dan dianggap sebagai salah satu seni bela diri terbaik dari Jepang.

Morihei Ueshiba memainkan peran penting dalam sejarah aikido. Ia mengembangkan seni sebagai alternatif damai dibandingkan dengan seni bela diri yang lebih agresif.

Ia menginginkan para praktisi disiplin ini dapat membela diri tanpa menempatkan penyerang mereka dalam bahaya atau risiko besar, yang menjelaskan mengapa teknik aikido menggunakan kuncian pergelangan tangan dan sendi.

Terdapat banyak turnamen aikido, dan para bintang seperti Rika Ishige berlatih seni bela diri untuk membantunya mengatasi pengganggu.

Penekanan pada pertahanan diri dan gerakan yang harmonis untuk mengendalikan lawan adalah alasan mengapa beberapa kelompok masyarakat di Jepang menyambut seni bela diri ini.

Anda dapat melihat Rika menunjukkan kemampuannya dalam disiplin ini saat ia kembali berkompetisi dalam ajang ONE: CENTURY PART I. Hal ini ditambah dengan Mei dan Shinya, yang akan berlaga pada ajang ONE: CENTURY PART II hanya beberapa jam kemudian.

Tokyo | CENTURY | Gelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.