Fitur

Petchmorakot Vs. Vienot: 4 Kunci Kemenangan Laga Utama Kejuaraan Dunia Muay Thai Di ONE 157

15 Mei 2022

Petchmorakot Petchyindee kembali untuk mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai pada Jumat, 20 Mei.

Superstar Thailand ini ingin menyingkirkan penantang ketiga yang mengincar singgasananya di laga utama ONE 157, walau ia jelas akan mengalami kesulitan untuk mengatasi atlet berpengalaman seperti Jimmy Vienot – yaitu sosok yang pernah lima kali menjadi Juara Dunia yang berprestasi di olahraga itu.

Sangat jarang melihat Petchmorakot menghadapi lawan yang lebih tinggi, yang berarti ia akan harus menyesuaikan game plan miliknya dalam laga menarik dengan debutan Prancis itu.

Berikut adalah beberapa kunci kemenangan terbesar bagi tiap kedua pria itu dalam laga Kejuaraan Dunia yang sangat besar di Singapore Indoor Stadium ini.

#1 Jab Kuat Nan Tegas Dari Petchmorakot

Sang pemegang gelar biasanya mendikte jarak serang dengan jangkauan panjangnya, namun itu takkan menjadi tugas yang mudah melawan “JV01,” yang lebih tinggi 4 sentimeter. Hal itu berarti jab-nya akan menjadi sangat krusial.

Petchmorakot sangat mematikan saat dirinya dapat menekan di belakang serangan jarak jauh dan memaksa rivalnya mundur ke arah dinding Circle atau tali ring. Dari titik itu, ia melepaskan senjata yang dapat mengakhiri laga, termasuk serangan lutut dan sikunya yang sangat keras.

Maka, mengalahkan pukulan Vienot akan menjadi sangat krusial. Jika ia kalah dalam pertarungan pukulan itu, banyak serangan favorit atlet Thailand ini akan terbuka, yang berarti ia harus menjadikannya prioritas.

Pria berusia 28 tahun ini akan membutuhkan tiap inci dari jangkauannya untuk menemukan sasaran di tubuh sang penantang, walau petualangan terbarunya ke dalam dunia tinju profesional dapat membawa tangan depan yang lebih tajam lagi.

#2 Tekanan Vienot Dalam Tinju

Vienot juga mengetahui bahwa pertarungan demi momentum maju adalah salah satu faktor terbesar dalam laga ini, dan permainan tinjunya sendiri akan memainkan peranan besar.

Atlet Prancis ini memiliki sepasang tangan keras yang kuat dan akurat, tetapi kemampuannya untuk mempertahankan volume serangan besar akan mendikte apakah ia mendapatkan posisi unggul.

Mantan penguasa bantamweight kickboxing Alaverdi Ramazanov memiliki gaya tinju dengan intensitas luar biasa yang sangat berguna melawan Petchmorakot, dimana ini memberi atlet Thailand itu kesempatan yang lebih sedikit dengan jab-nya.

“JV01” dapat saja mengambil pelajaran dari pertarungan itu dengan hook depan dan cross kirinya.

Menempatkan Juara Dunia bertahan itu di posisi mundur akan mementahkan serangannya dan membuat sang penantang ini mengumpulkan poin dan kerusakan tanpa ancaman besar yang datang ke arahnya.

#3 Serangan Lutut Dan Siku Petchmorakot Yang Ditakuti

Jika Petchmorakot dapat mendesak Vienot, itulah saat para penggemar akan melihat dirinya melepaskan artileri serangan keras.

Sebagian besar penyelesaian spektakulernya tiba saat lawannya kehilangan ruang saat bertahan, dimana pria Thailand itu takkan membiarkan lawannya mundur saat ia melepaskan serangan lutut dan sikunya.

Atlet Petchyindee ini gemar menerapkan gayanya yang sarat dengan serangan lutut setelah membuat lawannya mengangkat tangan mereka dan bertahan dari pukulannya. Dari titik itu, ia menyarangkan serangan keras ke arah tengah tubuh lawannya.

Dan, jika tak ada jalur lain menuju tubuh lawannya, ia dapat dengan mudah maju untuk menyarangkan serangan sikunya – seperti yang ia lakukan saat melawan Liam Harrison – yang berarti rivalnya harus menebak di mana ia harus bertahan, yang menciptakan ketidakjelasan.

Petchmorakot hanya harus mendaratkan satu serangan lutut atau siku keras untuk menjatuhkan lawannya, dan saat mereka terluka, ia sangat mampu menghentikan mereka. 

#4 Tendangan Vienot Mengendalikan Ruang

Menjauhkan Petchmorakot akan menjadi agenda utama bagi Vienot – baik untuk menciptakan jarak serang dan menghindari serangan paling berbahaya dari pria Thailand itu.

Untuk itu, pria tinggi asal Prancis ini juga dapat menggunakan kakinya yang panjang.

“JV01” memiliki teep (tendangan dorong) kuat yang dapat mempertahankan jarak dan menjaga bintang Petchyindee ini agar ia dapat menekan maju saat Petchmorakot bergerak mundur.

Ia juga memiliki tendangan rendah yang kuat, yang dapat menghentikan tekanan maju dan menciptakan kerusakan dalam prosesnya.

Kickboxer legendaris Giorgio Petrosyan menerapkan taktik ini secara efektif untuk dapat menyerang balik Petchmorakot dalam pertemuan kedua mereka. Dengan itu, Vienot jelas akan mendapatkan keyakinan lebih bagi laga Kejuaraan Dunia yang akan dihadapinya itu.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.