D’Arce Choke Tye Ruotolo Atas Garry Tonon Jadi ‘Grappling Submission Of The Year 2022’ Di ONE

Garry Tonon Tye Ruotolo ONE157 1920X1280 22 768x512

Saat Tye Ruotolo, remaja yang luar biasa berbakat dalam BJJ, mencetak debut promosional di ONE 157 pada Mei lalu, ia sudah dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya mengincar submission dan gaya grappling kerasnya.

Dalam laganya melawan sesama grappler elite Garry “The Lion Killer” Tonon, remaja berusia 19 tahun ini dengan brilian menampilkan gaya tersebut dan memaksa kompatriotnya asal A.S. untuk tapout hanya dalam waktu 97 detik, yang memberinya penghargaan “Grappling Submission of the Year 2022.”

Penyelesaian D’Arce choke dari Ruotolo memang sangat indah dan menjadi contoh bagaimana teknik submission grappling itu dapat memukau saat sepasang petarung ground terbaik di muka bumi bertemu di dalam Circle.

Atlet California itu memang sangat serius sejak bel pembuka laga, dimana ia menjebak Tonon dengan teknik collar tie dan snap-down keras selama menit pertama dari laga lightweight submission grappling itu.

Tetapi, sementara Ruotolo nampak sangat serius dan berdeterminasi, warga New Jersey lawannya nampak tak terganggu, dimana ia tersenyum melihat agresi remaja itu.

Sikap santai itu pun terbukti menjadi kejatuhannya.

Hanya sedikit di atas 60 detik dalam laga khusus submission berdurasi 10 menit itu, Ruotolo melempar lawannya ke atas kanvas, dan beberapa saat kemudian, ia melakukan pass guard atas Tonon dan maju ke posisi north-south.

Kemudian, pemegang sabuk hitam di bawah Andre Galvao ini tak membuang waktu untuk mengincar teknik D’Arce choke andalannya. Teknik ini dijalankan dengan menutup alur pembuluh nadi ke arah kepala lawan demi menghentikan aliran darah ke otak dengan tekanan luar biasa.

Dihadapkan dengan situasi “tap or nap,” Tonon dengan bijak melakukan tap out untuk mengakhiri kontes ini sebelum keduanya mengeluarkan keringat.

Teknik D’Arce choke Ruotolo ini memang sangat impresif berkat pencapaian rivalnya di BJJ dan MMA.

Setelah lama menjadi kompetitor sabuk hitam, pria berusia 31 tahun itu adalah Juara IBJJF No-Gi Pan American, peraih medali emas ADCC, mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Featherweight, serta dianggap sebagai salah satu spesialis submission paling berbahaya di generasinya.

Terlebih lagi, Tonon sangat dikenal atas pertahanan submission yang absurd dan tak dapat ditembus.

Namun, Ruotolo berhasil mematahkan seluruh pertahanan itu dalam waktu kurang dari dua menit, dan komunitas submission grappling pun akhirnya mengetahui bahwa ia bukanlah lagi atlet muda berbakat, tetapi memang kompetitor sejati yang berada di puncak.

Kemenangan submission ini mengamankan posisi pria California itu dalam berbagai sorotan luar biasa selama beberapa tahun ke depan, serta memulai kariernya yang menjanjikan di ONE Championship dengan cara luar biasa.

Kandidat ‘Grappling Submission Of The Year 2022’ Lainnya

Selengkapnya di Berita

Shamil Erdogan celebrates his performance bonus at ONE Fight Night 48
Regian Eersel lands a clean shot on George Jarvis at The Inner Circle 33.
Split screen of heavyweight MMA fighters Shamil Erdogan and Paul Elliott
Duangdawnoi lands a spinning shot on Aline Seiberth at The Inner Circle 33.
Regian Eersel and George Jarvis face off ahead of The Inner Circle 33
Johan Ghazali and Diego Paez in action at ONE Fight Night 32.
ONE Championship Books Lee vs. Ruotolo For ONE Lightweight MMA World Title On November 6
Asadula Imangazaliev, Aslamjon Ortikov, Black Panther, and Ubaid Hussain will compete at The Inner Circle 39
Rodtang, Nong O, Shimon, and Ramadan will compete at The Inner Circle 38
Kongthoranee VS Yuan Pengjie at The Inner Circle 32
Panpayak Jitmuangnon and Lamnamoonlek Torfunfarm face off ahead of The Inner Circle 32
Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.