‘Saya Suka Ritme Dan Alurnya’ – Mengapa Kade Ruotolo Berlatih BJJ Dengan Musik Reggae

Kade Ruotolo Tommy Langaker ONE 165 28 scaled

Juara Dunia ONE Lightweight Submission Grappling Kade Ruotolo memang selalu menyukai vibe atau atmosfer yang bagus – dan itu dimulai dengan musik pilihannya.

Atlet Brazilian Jiu-Jitsu fenomenal ini sedang bersiap memasuki debut MMA yang sangat dinanti melawan petarung kuat asal Hawaii Blake Cooper di jam tayang utama A.S., 7 Juni, atau 8 Juni pagi di Asia, di ONE 167: Stamp vs. Zamboanga.

Jelang laga di Impact Arena, Bangkok itu, Ruotolo berbicara pada onefc.com/id tentang gairahnya untuk musik reggae.

Terinspirasi oleh ayah dan ibunya, petarung muda asal California ini mendengarkan musik reggae sejak kecil.

Ia berkata bahwa tempo mellow dari genre ini, bass yang kuat dan vokal yang melodik menjadikannya pasangan sempurna bagi sebuah sesi latihan BJJ yang solid:

“Saya suka musik reggae. Seluruh hidup saya, kedua orang tua kami membuat kami mendengarkan itu saat bertumbuh besar. Saya selalu seperti bertumbuh dewasa dalam genre musik itu.”

“Saya suka ritme dan alurnya. Benar-benar sangat mudah untuk berlatih jiu-jitsu dengan reggae, karena ada ritme yang bagus, dan Anda sejujurnya dapat menemukan diri Anda terlarut dengan musik itu saat berlatih.”

For Ruotolo, reggae serves as the soundtrack for practically every BJJ practice.

But now, as he finds himself transitioning to the all-around sport of mixed martial arts, he’s been branching out his musical choices to other, perhaps more intense, genres:

“The only times I’ve found myself changing it up is when I’m going in for MMA sparring. I’ll put on some rap or whatever, just to hype me up and get into kill mode.

“But other than that, I’m just going in for jiu-jitsu, it’s mostly just good vibes, and I’m listening to reggae.”

Lebih dari sekadar citarasa, bintang berusia 21 tahun ini meyakini bahwa musik yang tepat adalah elemen kunci dari latihannya, dan ia jelas telah melakukan sesuatu yang tepat.

Tak terkalahkan dalam enam laga submission grappling bersama ONE, Ruotolo jelas dapat dikatakan sebagai petarung ground pound-for-pound terbaik dunia.

Seperti yang ia jelaskan, musik – terutama reggae – membantunya menempatkan pikiran dan tubuhnya di posisi sempurna untuk tampil dengan kemampuan terbaiknya:

“Musik memiliki ritme yang sama seperti pertarungan memiliki ritme. Dan jika Anda tak ada di dalam ritme itu, itu selalu terasa seperti laga ini tak berjalan sesuai keinginanmu. Saya percaya itu bahkan bisa dimulai dengan musik, hanya masuk ke ritmemu, dan Anda dapat membawa itu ke dalam laga.”

Kade Ruotolo Sebut Tribal Seeds Sebagai Musisi Favoritnya

Saat Kade Ruotolo meningkatkan latihannya untuk melawan Blake Cooper di ONE 167, terdapat satu band reggae yang pasti didengarkannya di dalam ruang latihan.

Warga San Diego ini berkata tentang grup favoritnya itu:

“Tribal Seeds adalah yang terbaik. Kami sudah lama mendengarkan Tribal Seeds, semua album mereka, saya mungkin mendengar setiap lagu yang mereka ciptakan. Mereka berasal dari San Diego.”

Jelas, para penggemar mungkin mengenali band reggae Tribal Seeds yang memenangi banyak penghargaan itu lewat hit mereka di tahun 2009, “Vampire.”

Lagu ini digunakan oleh Kade dan saudara kembarnya, Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling Tye Ruotolo, sebagai pengiring saat mereka memasuki arena di ONE Championship.

Karena band itu berasal dari San Diego, bukanlah sebuah kejutan jika mereka berusaha menghubungi dua saudara kembar yang terkenal dari kota itu.

Sewajarnya, Ruotolo bersaudara ini memang sudah menghadiri konser Tribal Seeds, dan hanya masalah waktu sebelum band itu menyaksikan salah satu dari mereka berkompetisi di bawah bendera ONE.

Kade menambahkan:

“Itu sangat keren. Terkadang kami mengunggah [Instagram] story, atau sekarang, bahkan saat kami berjalan menuju [arena], mereka akan mengikuti dan mereka mendengar Tribal Seeds, maka mereka akan menampilkannya di story mereka, dan itu keren.”

“Di salah satu konser mereka di Mission Bay, mereka memberi kami beberapa tiket, maka kami pergi ke sana, dan itu sangat keren. Kami sangat bersyukur atas hubungan baik itu. Saya berkata pada mereka, ‘Jika kalian ingin datang ke yang berikutnya, beritahu saya.'”

“Ya, mereka itu legenda sejati.”

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled