Fitur

Pertaruhan Terbesar Bagi Tiap Petarung Di ONE: NEXTGEN II

Edisi berikutnya dalam rangkaian gelaran utama NEXTGEN akan dimulai.

Hari Jumat, 12 November, organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menayangkan ONE: NEXTGEN II dari Singapore Indoor Stadium, dan tiap kompetitor dalam kartu pertandingan ini mempertaruhkan banyak hal.

Sepasang bintang bantamweight Muay Thai akan bertarung demi posisi penantang teratas dalam divisi mereka, dua atlet featherweight bela diri campuran ingin mendobrak jajaran lima besar, serta empat striker akan tampil untuk mendapatkan posisi alternatif dalam turnamen kickboxing terbesar tahun ini.

Selain itu, empat atlet lainnya sangat ingin memulai perjalanan luar biasa menuju gelar Juara Dunia ONE impian mereka.

Langsung saja, inilah pertaruhan terbesar bagi semua orang yang akan berlaga pada Jumat ini.

Saemapetch Fairtex & Rittewada Petchyindee Academy

Pria yang memenangkan laga utama ajang ini akan menjadi penantang teratas divisi bantamweight Muay Thai, serta mungkin menjadi penantang selanjutnya bagi Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao.

Saemapetch Fairtex kini menempati posisi penantang teratas divisinya – dan ia memiliki alasan yang bagus. Sejak kalah dari Nong-O dalam laga perebutan gelar Juara Dunia dua tahun lalu, atlet Thailand ini mengumpulkan tiga kemenangan beruntun.

Prestasi itu termasuk keputusan mayoritas atas penantang peringkat kedua Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym dan KO ronde pertama atas atlet peringkat ketiga “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai.

Jika ia meraih kemenangan lainnya dalam laga Jumat ini, perwakilan Fairtex itu akan berimbang dengan Nong-O dan Han Zi Hao untuk kemenangan terbanyak dalam divisinya (6) sementara mengalahkan seorang penantang gelar teratas lainnya. Di titik itu, akan sulit untuk menolak permintaannya untuk sebuah laga ulang perebutan gelar.

Namun, Rittewada Petchyindee Academy memiliki ‘hype’ luar biasa di belakangnya.

Superstar debutan ini adalah mantan Juara Dunia Muay Thai di sirkuit stadion Bangkok dan memegang catatan rekor luar biasa 90-25-5. Selain itu, ia juga mengalahkan nama-nama besar, termasuk penantang teratas ONE flyweight Muay Thai Superlek “The Kicking Machine” Kiatmoo9.

Jika Rittewada dapat mengalahkan Saemapetch dalam laga debut promosionalnya, ia dapat saja melampaui seluruh atlet lainnya untuk mendapatkan kesempatan perebutan gelar Juara Dunia ONE.

Tang Kai & Yoon Chang Min

Laga pendukung utama ajang ini dapat melihat salah satu dari kedua atlet ini memasuki jajaran lima besar peringkat divisi featherweight bela diri campuran.

Di satu sisi, Tang Kai jelas memiliki alasan kuat untuk memasuki jajaran lima besar.

Pencetak KO asal Tiongkok itu memiliki catatan rekor 12-2 dalam kariernya, memiliki tujuh kemenangan beruntun, dan mengalahkan empat lawannya di ONE, termasuk kemenangan KO terbarunya atas mantan Juara Pancrase Ryogo “Katai” Takahashi. Terlebih lagi, ia belum pernah terhentikan dalam laga kompetisi.

Namun “The Big Heart” Yoon Chang Min adalah atlet berbakat dari Korea Selatan yang sama kuatnya.

Yoon memiliki catatan rekor 5-1, tingkat penyelesaian 100 persen, dan ia baru saja mengejutkan para penggemar di seluruh dunia dengan mencetak submission atas pegulat sensasional Tiongkok Ma Jia Wen dalam waktu dua menit.

Jika kedua bintang muda ini beraksi luar biasa, pemenangnya jelas akan naik dalam jajaran teratas featherweight.

Zhang Chunyu & Dovydas Rimkus

Laga semifinal ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix memang sudah tersusun, namun pemenang kontes ini dapat menemukan cara untuk memasuki turnamen itu sebagai peserta alternatif.

“Bamboo Sword” Zhang Chunyu kesulitan di atas panggung dunia, dimana ia kalah dari atlet legendaris seperti Sagetdao “Deadly Star” Petpayathai dan Andy “Souwer Power” Souwer. Tetapi, striker Tiongkok itu tampil sangat kompetitif dan sangat ingin membuktikan bahwa ia dapat meraih kemenangan dalam penampilan ketiganya.

Namun, sementara Zhang ingin mengubah keberuntungannya dan meraih kemenangan pertama di atas panggung dunia, akan ada pertaruhan yang lebih besar lagi bagi Dovydas “Rimkenzo” Rimkus.

Atlet fenomenal Lithuania berusia 22 tahun itu ingin memberi debut yang berkesan dan menjadi peserta alternatif – dan Grand Prix – sebagai satu-satunya peserta dengan catatan rekor tak terkalahkan. Rimkus memiliki rekor 7-0, dan jika ia menambahkan satu kemenangan lainnya, ia dapat memasuki arena turnamen tanpa satu pun kekalahan.

Jo Nattawut & Yurik Davtyan

Laga alternatif Grand Prix lainnya dalam ajang Jumat ini akan menjadi sebuah adu pukulan yang sangat menarik, saat Smokin’ Jo Nattawut bertemu dengan Yurik “Mee Khao Jomhot” Davtyan.

Nattawut menciptakan beberapa momen terbaik bersama ONE, namun ia masih memiliki semangat yang membara untuk laga ini. Atlet Thailand itu tereliminasi oleh Giorgio “The Doctor” Petrosyan dalam edisi tahun 2019 dari Grand Prix itu, maka ia sangat ingin menebus kekalahannya itu.

Sementara itu, Davtyan mampu mencengangkan para penonton dalam debut promosionalnya tahun lalu, saat ia mematahkan Bangpleenoi Petchyindee Academy dan mencetak KO pada ronde pertama.

Jika pria keturunan Armenia-Rusia ini dapat mengulangi aksi tersebut dan mengalahkan atlet Thailand kedua, ia dapat menjadi peserta alternatif paling berbahaya dalam turnamen ini.

Agilan Thani & Hiroyuki Tetsuka

Penantang berikutnya untuk Juara Dunia ONE Welterweight Kiamrian “Brazen” Abbasov memang belum dipastikan, maka salah satu pemenang dari laga catchweight 86 kilogram ini dapat – setidaknya – dipertimbangkan masuk ke laga perebutan gelar itu.

Agilan “Alligator” Thani memiliki minat khusus untuk kemungkinan tersebut.

Atlet sensasional Malaysia itu adalah mantan penantang gelar Juara Dunia ONE yang ingin kembali ke permukaan, dan setelah Abbasov mencetak submission atas dirinya pada Desember 2018 lalu, ia akan ingin menyeimbangkan kedudukan.

Walau Hiroyuki “Japanese Beast” Tetsuka belum pernah berhadapan dengan pemegang gelar asal Kirgistan itu, ia jelas ingin mendapatkan kesempatan.

Mantan Juara Pancrase Welterweight ini memenangkan lima dari enam laga sebelumnya, dimana mengalahkan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE seperti Thani akan sangat berarti bagi perjalanannya menuju sabuk emas.

Han Zi Hao & Victor Pinto

Membuka ajang ini adalah sebuah laga ulang yang membutuhkan waktu lima tahun untuk dirancang.

Victor “Leo” Pinto telah lama dianggap sebagai salah satu atlet Barat terbaik yang pernah berlaga dalam kompetisi Muay Thai di Thailand, dan pada bulan Juli 2016, ia mengalahkan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Han via kemenangan mutlak dalam duel lima ronde.

Namun, saat mereka bertemu di dalam Circle untuk kedua kalinya Jumat ini, banyak hal yang akan berubah. Yang terutama, keduanya akan beradu dalam laga tiga ronde dengan sarung tangan MMA 4-ons.

Bagi Pinto, hal ini mewakili sebuah awalan baru. Setelah kalah dalam dua laga kickboxing di ONE, atlet Prancis ini kembali ke peraturan favoritnya dengan harapan untuk memulai perjalanannya menuju sabuk emas Muay Thai.

Bagi Han, ia dapat meraih kemenangan ketiga beruntun dan mengungguli rival lamanya Nong-O untuk kemenangan terbanyak dalam divisi bantamweight Muay Thai ONE (7).

Baca juga: 5 Alasan Kuat Untuk Menonton ONE: NEXTGEN II

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.