Bela Diri Campuran

Muhammad Aiman Kembali Lanjutkan Perburuan Gelar Juara Dunia

“Jungle Cat” Muhammad Aiman memiliki tugas besar yang menghadang tanggal 8 September nanti.

Lawannya di ajang ONE: BEYOND THE HORIZON, Shanghai, Tiongkok ini adalah atlet tak terkalahkan bernama “Rock Man” Chen Lei, yang memiliki empat kemenangan bersama ONE Championship yang seluruhnya diraih melalui penyelesaian.

Namun, atlet berusia 23 tahun asal Malaysia ini memiliki kepercayaan diri tinggi, setelah pelajaran yang ia terima dari kekalahan satu-satunya mampu membantunya berkembang pesat sebagai seniman bela diri.

Seperti pepatah lama, laga berikut akan selalu menjadi yang terpenting – dan inilah yang ia yakini setelah kekalahannya melawan atlet divisi flyweight ONE asal Filipina, Danny “The King” Kingad.

Aiman mengakui kekalahan itu sempat membuat dirinya meragukan kemampuannya, dan ia sangat ingin kembali berlaga untuk membuktikan – pada dirinya sendiri dan dunia – bahwa ia masih pantas untuk berada di antara deretan seniman bela diri terbaik dunia.

The "Jungle Cat" Muhammad Aiman was on the prowl against "The Pugilist" Yang Fei.

The "Jungle Cat" Muhammad Aiman was on the prowl against "The Pugilist" Yang Fei.Kuala Lumpur | 9 March | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onevision18

Posted by ONE Championship on Sunday, March 4, 2018

Saat Aiman menerima tawaran berlaga dengan pemberitahuan singkat melawan “Peter Pan” Yang Fei dalam ajang ONE: IMMORTAL PURSUIT bulan November lalu, ia tidak berpikir dua kali dan menandatangani kontrak pertandingan itu.

Laga ini akan menjadi yang terpenting sepanjang karirnya – tidak hanya karena ini menjadi kesempatan bagi dirinya untuk mengembalikan karir ke jalur kemenangan. Ia mengalami masalah finansial setelah beristirahat cukup lama dari arena pertandingan, dan dengan berkompetisi di panggung bela diri dunia, “Jungle Cat” dapat mampu menyokong dirinya sendiri.

“Saya bertanding pada bulan April, lalu saya mengambil istirahat panjang,” kenangnya.

“Lalu, dengan pemberitahuan dua minggu sebelum laga, saya mendapatkan pertandingan [melawan Yang]. Saya mencoba mencari sponsor pemerintah di Malaysia, dan saya mendapatkan itu tepat sebelum laga ini, maka segala sesuatunya datang di waktu yang tepat.”

Setelah persiapan singkat selama satu minggu di Bali MMA, Aiman terbang ke Singapura di minggu pertandingan, dan memasuki Circle untuk melawan Fei dihadapan penonton yang memadati Singapore Indoor Stadium. Laga ini digelar dalam divisi catch weight 69,4 kilogram.

Walaupun kepercayaan diri atlet asal Malaysia ini sempat hilang setelah laga terakhirnya melawan Danny, ia memetik pelajaran berharga dari kekalahan tersebut.

Secara teknis, ia mengakui sulit berlaga melawan atlet yang lebih pendek dan memiliki ketangkasan dalam grappling. Itu adalah kejatuhannya saat melawan atlet Filipina itu, namun kali ini Aiman sadar ia harus mengoreksi dirinya untuk melawan atlet Tiongkok yang berkemampuan mirip.

“Saya terkena takedown [oleh Danny], jadi saya berusaha mencari tahu bagaimana cara untuk menanggulangi takedown dan menghadapi lawan yang lebih pendek,” kata Aiman.

“Saya menyadari hal itu, namun sudah terlambat – saya kalah dalam laga itu. Malam itu, saya melihatnya dan mengetahui cara untuk melawan atlet yang bertubuh lebih pendek. Laga melawan Yang [Fei] adalah kesempatan untuk menguji diri saya kembali, dan juga melawan atlet yang mirip dengan lawan saya sebelumnya.”

“Saat saya melawan atlet bertubuh lebih pendek lagi, saya berpikir apakah saya akan dapat mengalahkannya, jadi laga itu sangatlah penting untuk memdorong kepercayaan diri saya. Saya ingin menunjukkan saya dapat melawan siapapun, dan masih dapat menang.”

Aiman, yang memiliki keunggulan 4 sentimeter lebih tinggi, mengaplikasikan pengetahuan barunya ini untuk berhadapan dengan “Peter Pan.” Dan, hal itu terbayar lunas.

Atlet Malaysia sangat aktif dengan serangannya dalam stanza pembuka, dimana dia memastikan jarak, memadukan kombinasi strikingnya, serta mendaratkan berbagai tendangan keras ke arah kaki.

Fei menguji “Jungle Cat” pada dua ronde pertama dengan takedown, dimana ia beberapa kali berhasil. Namun, Aiman dengan cepat dapat kembali berdiri dan melemparkan serangan bertubi-tubi ke arah atlet Tiongkok tersebut hingga bel akhir terakhir berbunyi.

Walaupun ia tidak mencetak penyelesaian, Aiman mampu menampilkan perkembangannya. Ia meninggalkan Singapore Indoor Stadium dengan kemenangan mutlak, dan meraih kepercayaan dirinya kembali.

“Kemenangan itu sungguh melegakan. Saya hanya perlu melakukan hal yang biasa saya lakukan, jadi itu adalah momen yang sangat memuaskan,” ungkap atlet Malaysia ini.

“Setelah memenangkan laga, saya menghampiri Gianni Subba dan saya berkata bahwa sangat menyenangkan dapat kembali menang.”

Lima bulan setelah kemenangan itu, Aiman melanjutkan rentetan kemenangannya melalui kemenangan mutlak saat menghadapi atlet Kamboja Rin Saroth – yang memberinya dua kemenangan beruntun dan total empat kemenangan bersama ONE.

Rekor ini dapat bertambah pada hari Sabtu, 8 September nanti, jika ia mengalahkan pejuang Tiongkok “Rock Man” Chen Lei dalam laga divisi bantamweight di ajang ONE: BEYOND THE HORIZON.