Fitur

Mengapa Ayah Ilias Ennahachi Memberi Inspirasi Lebih Dari Sosok Lain

Tidak ada yang memberi inspirasi Ilias “Tweety” Ennahachi dalam kehidupan dan karirnya seperti ayahnya.

Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing World Champion – yang akan mempertahankan sabuknya melawan “Metal Storm ” Wang Wenfeng di ONE: AGE OF DRAGONS – mengikuti jejak ayahnya sejak dini, dengan memulai perjalanan bersama seni bela diri dan mempertahankan etos kerja yang luar biasa.

Walau ia bermimpi untuk menjadi seperti para Juara Dunia yang ia tonton dan kagumi, ia tidak pernah menjadikan siapapun sebagai panutan di atas seseorang yang menaruhnya pada jalur menuju kejayaan itu.

Kekaguman atlet berusia 23 tahun ini atas ayahnya bahkan dimulai jauh sebelum ia lahir ke dunia ini.

Ennahachi senior menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Maroko, namun meninggalkan negara tersebut ke Belanda sebagai pemuda berusia 13 tahun berkat keinginan ayahnya untuk menyediakan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

“Kakek saya adalah seorang petani dan hidup di pegunungan. Mereka tinggal di rumah yang tak memiliki air, gas dan penerangan, kecuali makanan,” kenang Ilias.

“Kakek saya bekerja sangat keras supaya ia dapat membawa anak-anaknya ke Belanda dan memberi mereka masa depan yang lebih baik di sana. Di mata saya, ia telah berhasil.”

Sebagai seorang imigran di negara barunya, ayah Ilias Enahachi harus bertahan melewati berbagai prasangka buruk saat pertama kali tiba, namun ia akhirnya menetap dan membesarkan keluarga bersama istrinya.

Anak-anaknya – Ilias, kakak dan adiknya – tidak harus melewati perjuangan yang sama dan menikmati masa kecil yang bahagia di Utrecht.

“Tweety” mengatakan mereka tidak pernah menginginkan dukungan atau kasih sayang, dimana mereka selalu didorong untuk bekerja keras, terutama saat itu berkaitan dengan seni bela diri.

Ayahnya berlatih kickboxing di waktu luangnya, dan ia melakukan segala hal dalam kemampuannya untuk meneruskan semangat ini pada anak lelakinya. Ia membawanya berlatih, membelikan peralatan, membayar biaya latihannya dan mendorongnya untuk terfokus pada latihan di atas semua kegiatan lainnya.



Ia bahkan berlatih di sisinya, dan itu lebih mendorong perwakilan SB Gym ini daripada para Juara Dunia yang menjadi panutannya.

“Saat-saat awal, saya seringkali menonton video Buakaw [Banchamek]. Semua videonya menjadi inspirasi besar bagi saya, namun pria yang saya paling kagumi adalah ayah saya,” sebutnya.

“Ia selalu bergabung bersama saya di dalam latihan, dan masih melakukan itu. Itu memberi saya energi dan kekuatan untuk berlatih lebih keras dan melakukan yang terbaik yang saya bisa lebih lagi.”

Penghargaan Ilias dan keinginannya untuk memberi kembali apa yang ia dapatkan setelah bertahun-tahun menerima dukungan dari orang tuanya kini menjadi dorongan terbesar dalam hidupnya.

Saat ia berjuang dalam sesi latihan terkeras di sasana, atau saat dirinya diuji dengan lawan terberat di dalam Circle, perasaannya memberi motivasi terbesar untuk bertahan melewati tantangan terberatnya.

Kejayaan yang diraihnya melalui berbagai kemenangan dan gelar Juara Dunia di panggung terbesar dunia sangatlah baik, namun lebih dari segalanya, ia mengejar kesuksesan supaya dapat membayar kembali jasa penggemar terberatnya yang telah membawanya menjadi atlet elit seperti saat ini.

“Segala sesuatu yang saya lakukan, saya melakukannya demi keluarga saya – bekerja keras, berlatih keras dan segala sesuatu yang akan terjadi, saya melakukannya untuk mereka juga,” sebutnya.

“Saya akan membayar kembali tiap dukungan yang mereka berikan pada saya.”

“Selalu hormati keluarga anda, karena mereka adalah dukungan terbesar bagi anda dalam hidup ini.”

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyaksikan ONE: AGE OF DRAGONS – Ilias Vs. Wenfeng

Beijing | 16 November | AGE OF DRAGONS | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Media Sosial: ONE Championship Indonesia