Fitur

Martin Nguyen Vs. Koyomi Matsushima – 4 Kunci Kemenangan

2 Agu 2019

Perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES, dimana Martin “The Situ-Asian” Nguyen akan menghadapi Koyomi “Moushigo” Matsushima, adalah pertemuan luar biasa antara dua gaya bertarung yang berbeda.

Martin, yang merajai puncak divisi selama hampir tiga tahun berkat kekuatan pukulan pencetak KO yang dimilikinya, akan menghadapi penantang terbaik dalam karirnya Jumat ini, tanggal 2 Agustus.

Di Manila, Filipina, atlet asal Vietnam-Australia ini akan menghadapi penantang yang memiliki kemampuan untuk merebut gelar yang ia miliki – dimanapun pertandingan ini akan dilakukan.

Beberapa hal berikut dapat menjadi kunci kemenangan bagi kedua atlet tersebut saat mereka bertemu di Mall Of Asia Arena. 

#1 Serangan Tak Terduga Dari Sang Penantang

Harapan “Moushigo” untuk merebut gelar Juara Dunia didukung oleh kekuatannya yang dapat mencetak KO dan pendekatan strategis dalam permainan stand-up miliknya.

Atlet yang memiliki dasar gaya bertarung karate ini akan dengan senang hati menunggu dari luar area pertahanan Martin, demi sebuah kesempatan serangan balasan atau serangan balik saat lawannya ini melakukan feint.

Tetapi, Koyomi juga dapat membuat sang Juara Dunia kebingungan dengan perubahan intensitas gerakannya — dimana ia dapat tiba-tiba mengubah gerakan dari yang sebelumya sangat bersabar menunggu ke serangan cepat melalui rangkaian pukulan kuat dan tendangan rendah dalam sekejap. Gaya bertarung Koyomi ini telah membawanya meraih berbagai kemenangan KO dalam karirnya.

Jika atlet asal Sydney tersebut mencari pola serangan Koyomi untuk dieksploitasi, ia akan mengalami kesulitan untuk menemukannya. 

#2 Senjata Terbaik Sang Juara Dunia

Setiap atlet yang menghadapi Martin Nguyen harus berhati-hati dengan tangan kanannya yang memiliki kekuatan untuk mengakhiri pertandingan – sesuatu yang juga diketahui oleh Koyomi – tetapi hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.

Beberapa striker yang memiliki satu teknik unggulan akan membabi-buta mencari kemenangan dengan senjata tersebut, tetapi sang Juara Dunia ini memiliki insting yang kuat dengan keahliannya, serta dapat beraksi sangat efektif saat menyerang balik.

Perwakilan sasana Hardknocks 365 ini tidak terburu-buru menyerang. Ia melakukan feint dan memancing lawannya untuk masuk sebelum ia menyarangkan serangan, dimana efek serangannya akan bertambah berkat momentum lawannya yang sedang maju itu.

Jika Koyomi ingin memburu lawannya dengan cepat, kita akan melihat Martin tetap tenang dan mencari kesempatan memasukkan pukulan. Dan ia hanya membutuhkan celah terkecil untuk menyerang secara efektif.

#3 Serangan Gulat Koyomi

Koyomi menunjukkan kemampuannya beradaptasi melawan “Pretty Boy” Kwon Won Il dalam kontes sebelumnya, saat dirinya menyeret pesaingnya ini ke atas kanvas dan mendominasi dengan teknik grappling yang luar biasa.

Gerakan takedown dan selengkatan ke arah kedua kaki yang sempurna milik Koyomi dapat membuat Martin terseret jatuh, tetapi atlet berusia 30 tahun ini tidak akan ingin untuk berlama-lama terbaring.

Tetapi, ketika ia berusaha untuk kembali berdiri, atau melakukan gerakan scramble, Martin akan berada dalam posisi yang cukup berbahaya. Perwakilan Pancrase ISM Yokohama ini pernah mengakhiri pertandingan dengan pukulan keras yang disarangkan saat lawannya berada dalam posisi diantara ground dan stand up, maka “The Situ-Asian” harus melindungi dirinya di setiap waktu.

#4 Takedown Defense Andalan Martin

Martin mengatakan bahwa ia mengharapkan sebuah kemenangan KO, maka ia akan tetap ingin berdiri diatas kedua kakinya dan memiliki berbagai cara untuk menjaga posisinya ini, dimana ia terbukti paling berbahaya bagi semua lawan yang pernah ia hadapi.

Ia belum pernah kalah dengan KO dan memiliki keyakinan tersendiri akan kekuatan dagunya, dimana ia bertanding dengan pertahanan rendah (low guard). Ini akan mengundang seorang lawan untuk masuk dengan serangan balik, tetapi ini juga berarti bahwa ia akan selalu siap dengan takedown defense saat lawannya mencoba menyeretnya ke bawah.

Melawan Juara Dunia ONE Bantamweight Bibiano “The Flash” Fernandes, Martin juga menggunakan kuda-kuda rendah dan kerap menghindari atau menangkis berbagai percobaan takedown dari lawannya.

Ia juga dapat menggunakan serangannya untuk tetap berdiri – termasuk dengan tendangan rendah yang ia gunakan saat memghadapi Narantungalag “Tungaa” Jadambaa yang merangsek maju, dimana tendangan tersebut menyakiti dan mampu membuat lawannya bergerak lebih lambat.

Manila | 2 Agustus | 18:00 WIB | DAWN OF HEROES | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/oneheroes19