Fitur

Dari Orang Tua Sampai Orang Asing, Inilah Panutan Para Superstar ONE

Atlet ONE Championship seringkali dilihat sebagai panutan para penggemar dan seniman bela diri muda di dunia, namun para superstar ini juga memiliki panutan dalam kehidupan mereka sendiri.

Apakah itu orang tua mereka, seseorang yang berjuang demi keadilan, pelatih, atau bahkan orang asing, pahlawan sejati memang datang dalam berbagai bentuk.

Untuk merayakan berbagai sosok luar biasa ini, mari kita dengar beberapa kompetitor ONE Championship yang mendeskripsikan para pahlawan yang memberi dampak pribadi bagi mereka.

Yushin ‘Thunder’ Okami 

Japanese mixed martial arts icon Yushin Okami wears the winner's medal

“Pahlawan saya adalah ayah saya. Saya memiliki kenangan yang masih jelas dalam kepala saya. Kapanpun saya menghadapi kesulitan, saya mengingatnya.”

“Ia meninggal dunia karena kanker enam tahun yang lalu. Penyakit itu berkembang biak dengan cepat, dan itu terjadi hanya sekitar tiga bulan sejak ia terdiagnosa kanker parah.”

“Ayah saya mengalami rasa sakit selama 24 jam dalam sehari, dan ia sangat terdampak baik mental maupun fisik. Salah satu hal yang terbaik dari ayah saya adalah fisiknya yang kuat. Namun karena rasa sakit itu tak dapat ditoleriria tidak dapat berjalan sendiri dan harus menggunakan kursi roda untuk menemui dokter.”

“Walau ia berada dalam kondisi tersebut, ia menyatakan dengan jelas di depan dokter, ‘Saya akan menjalani operasi,’ dimana ia ingin meningkatkan masa hidupnya walau hanya sebentar. Di luar rasa sakit itu, ia tidak menyerah dalam hidup – bukan bagi dirinya sendiri, namun bagi keluarganya.”

“Keberanian yang ia tunjukkan pada saya tak dapat dilupakan.”

“Ia tidak mampu menjalani operasi karena dokter memutuskan bahwa tubuhnya tidak dapat menanganinya. Namun, ia tetap tersenyum sampai saat terakhirmencoba untuk lebih memikirkan orang lain. Ia selalu baik pada semua orang, bahkan saat kondisinya sangat parah.”

“Ia menunjukkan bagaimana saya harus hidup melalui pengalamannya. Saya belum pernah bertemu pahlawan yang lebih berani dari ayah saya.”

Geje ‘Gravity’ Eustaquio

Filipino MMA fighter Geje Eustaquio training with Team Lakay head coach Mark Sangiao
“Pahlawan saya adalah pelatih saya, Mark Sangiao.”

“Saya melihat bagaimana ia merubah sesuatu yang tak ada menjadi ada. Itu dimulai hanya dengan sebuah percikan – atau apa yang kami sebut sebagai gairah. Dan karena gairahnya, ia menciptakan rumah bagi para juara – atlet yang adalah para Juara Dunia bela diri campuran dan juga para Juara Dunia di komunitas mereka.”

“Ia adalah contoh bagi saya untuk ‘segala sesuatu yang mungkin’ – bagi dirinya, tidak ada sesuatupun yang tidak mungkin jika terdapat gairah dan kerja keras. Saya sangat tergerak oleh gairahnya dan cara dirinya bekerja. Dengan sikap yang benar, ia merubah yang tidak ada menjadi ada karena, jika anda benar-benar masuk ke masa-masa awal Team Lakay, kami memulai dari nol.”

“Itu benar-benar dimulai dari nol. Kami memiliki beberapa matras dan sasana kecil. Kami mulai berkembang dan kini, kami dikenal di seluruh dunia. Kami telah menghasilkan tujuh Juara Dunia di berbagai organisasi bela diri.”

“Saya sangat termotivasi dan terdorong untuk melihat ke masa lalu dari kehidupan pria ini. Ia benar-benar membuktikan pada mereka yang meragukan bahwa sesuatu yang ‘tidak mungkin’ itu tidak ada – bahwa dengan kerja keras dan gairah, anda dapat mengubah segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin.”



Hiroyuki ‘Last Samurai’ Tetsuka 

Japanese mixed martial artist Hiroyuki Tetsuka

“Saat saya berusia sekitar 20 tahun, saya melihat seorang pria berkelahi dengan pria lain yang membawa pisau di stasiun di Tokyo. Ia menundukkan pria berpisau dan memanggil polisi, walau ia terkena sabetan.”

“Saya melihat insiden tersebut dari jarak lima meter. Saya merasa malu karena saya hanya menonton dan tidak melakukan apapun.”

“Jika hal yang sama terjadi, saya ingin membantu orang lain dengan mempertaruhkan hidup saya, walau saya mungkin akan tetap merasa takut.”

Shoko Sato 

Shooto Bantamweight World Champion Shoko Sato enters the Mall Of Asia Arena

“Pahlawan saya adalah seseorang yang berani menyuarakan apa yang mereka anggap salah di dalam sebuah organisasi – terlepas dari posisi mereka.”

“Atau orang yang menawarkan bantuan bagi mereka yang lanjut usia yang sedang mendaki tangga dengan membawa kopor – bahkan saat banyak orang lain tidak ingin melakukan itu.”

“Setelah melihat semua orang itu, saya lebih ingin menjadi seperti mereka.”

Christian ‘The Warrior’ Lee

The first sibling World Champions in mixed martial arts history, Angela and Christian Lee

“Bagi saya, saya akan mengatakan bahwa dalam olahraga tarung, aksi paling berani yang pernah saya lihat adalah yang dilakukan kakak perempuan saya.”

“Memasuki laga pertahanan gelar yang kedua, ia berusaha mencapai berat badan 52,2 kilogram demi dapat berlaga melawan Istela Nunes.”

“Di minggu pertandingan, ia menjadi sangat sakit dan dibawa ke rumah sakit, dan dokter mengatakan ia menderita radang paru-paru. Ia harus meminum antibiotik, yang membuat [semuanya] jauh ;ebih berat karena itu bergantung pada air.”

“Ia akhirnya mampu mencapai berat badan yang dibutuhkan dan masuk ke arena, serta mengakhiri lawannya pada ronde kedua dengan kuncian anaconda choke. Itu adalah aksi paling berani yang pernah saya lihat dalam olahraga tarung, dan saya harus memberinya pujian untuk itu.”

“[Chairman dan CEO ONE Championship] Chatri Sityodtong mengatakan bahwa ia tidak harus mengambil laga itu. Ialah yang mengatakan bahwa dirinya ingin berlaga, apapun yang terjadi. Saya sangat menghormatinya untuk itu.”

‘Unstoppable’ Angela Lee

Angela Lee with her mother, her father, her brother Christian, and her husband Bruno Pucci

“Banyak orang memiliki pahlawan dari kalangan selebriti saat mereka bertumbuh dewasa, namun bagi saya, orang tua saya akan selalu menjadi [pahlawan].

“Hanya melihat mereka bekerja sangat keras dan selalu memperhatikan kami, serta menginginkan yang terbaik bagi kami, mereka memberi kami kehidupan yang luar biasa. Kehidupan yang kami miliki saat ini adalah karena mereka, serta [berkat] pengorbanan dan kerja keras mereka, maka itu mereka menjadi pahlawan terbaik bagi saya.”

Baca juga: Mengapa Robin Catalan Anggap Kakaknya, Rene, Sebagai Idola