Aung La Tentang Laga Trilogi Bigdash: ‘Menghabisi Atau Dihabisi’

Aung La N Sang Leandro Ataides BATTLEGROUND 1920X1280 19

Aung La “The Burmese Python” N Sang membawa misi merebut kembali gelar Kejuaraan Dunia ONE Middleweight.

Setelah penyelesaian spektakuler atas Leandro “Wolf” Ataides bulan Juli lalu, mantan penguasa dua divisi itu kembali ke panggung dunia pada Jumat, 25 Februari di ONE: FULL CIRCLE dan menghadapi lawan familiar.

Superstar Myanmar ini akan berusaha mengejar perebutan gelar dalam laga trilogi middleweight krusial melawan mantan Juara Dunia ONE Middleweight Vitaly Bigdash.

Pasangan ini sangat mirip dalam rivalitas mereka yang diawali pada tahun 2017, maka para penggemar akan dapat berharap bahwa mereka akan mengeluarkan seluruh kemampuan mereka di dalam Circle.

Dalam wawancara eksklusif ini, “The Burmese Python” menjabarkan detail dimana ia mengembangkan permainannya dan menjelaskan mengapa ia berharap laga ketiga ini akan menjadi yang terbaik.

ONE Championship: Dalam aksi anda terakhir kali di dalam Circle ONE, anda melawan Leandro Ataides di ONE: BATTLEGROUND. Apa yang anda lakukan untuk beraksi keras dalam laga itu?

Aung La N Sang: Saya akan tetap berada di sana. Saya dapat mengatasi kesulitan dan tetap maju. Dan, saya akan selalu sehaus sebelumnya.

ONE: Apakah pelajaran terpenting dalam laga tersebut setelah kehilangan kedua gelar Juara Dunia anda?

ALNS: Jelang laga itu, saya memiliki beberapa isu. Saya harus benar-benar berdoa. Saat saya bertarung, saya ada di sana secara mental, fisik dan spiritual. Bagi saya, itu penting. Jika saya di sana, saya tahu saya akan menjadi permasalahan bagi siapa pun. Dan laga itu menunjukkannya.

Pictures from the match between Aung La N Sang and Leandro Ataides
ONE: Setelah enam bulan terakhir ini, apakah hal paling utama yang harus anda kembangkan?

ALNS: Saya akan berkata permainan gulat saya. Teknik gulat saya menjadi jauh lebih baik. Saya menjadi lebih atletis, saya memiliki kesadaran yang lebih tentang tubuh saya, dan striking saya akan menjadi lebih baik. Saya akan memiliki sedikit lebih banyak kekuatan dari laga saya sebelumnya.

ONE: Anda berbicara tentang bagaimana anda siap secara spiritual, mental, fisik dan emosional dalam laga terakhir anda. Apa yang anda rasakan jelang laga ini?

ALNS: Hebat. itu adalah pemusatan latihan yang hebat. Sedikit panjang, namun kami melakukan seluruh pekerjaan rumah itu. Kami melakukan segala sesuatunya dengan tepat, maka saya bersemangat untuk menunjukkan aksi keras. Ambang batas saya untuk rasa sakit itu sangat tinggi, dan saya siap berperang.

ONE: Bigdash baru saja menang melawan Fan Rong. Apakah anda telah melihat laga itu? Dan, apakah pemikiran anda tentang aksi kali ini?

ALNS: Itu adalah laga yang hebat, serangan bolak-balik. Namun Vitaly itu petarung yang lebih bersih dan berkemampuan tinggi, menurut saya. Ia memiliki permainan menyeluruh yang lebih baik. Ia menampilkan aksi yang hebat. Vitaly masih “ada” di sana.

Ia adalah petarung yang berbahaya. Ia memiliki submission dan ia memiliki striking. Saya sangat bersemangat ia menantang saya. Maka, kami akan melakukan sebuah laga trilogi.



ONE: Laga ini dibatalkan beberapa kali selama bertahun-tahun. Apakah anda mengkhawatirkan hal yang sama kali ini?

ALNS: Tidak, saya tak khawatir, karena terdapat banyak pertarungan middleweight dalam kartu itu. Sesuatu mungkin terjadi, dan anda tahu, mungkin saya akhirnya akan melawan David Branch, atau saya bahkan mungkin akan melawan Reinier De Ridder atau Kiamrian Abbasov.

Maka, saya tak khawatir sama sekali. Saya ingin menghadapi siapa pun.

ONE: Seperti apa rasanya melawan seseorang yang sangat familiar, dibanding melawan seseorang yang belum pernah anda hadapi sebelumnya?

ALNS: Sejak pertemuan pertama kami lima tahun yang lalu, saya tak mengira kami adalah petarung yang sama lagi. Anda masuk ke sebuah pertarungan dengan seluruh kemampuan anda, dan anda membuat game plan yang terbaik untuk pria yang akan anda lawan.

Saya mendekati ini sebagai laga yang benar-benar baru. Ini tak seperti kami bertarung beberapa bulan yang lalu. Ini terjadi lima tahun yang lalu. Namun kami memang beraksi sepuluh ronde, maka saya tahu keunggulannya. Saya tahu apa kemampuannya.

Namun, ia masih akan berkembang sebagai petarung, dan saya masih berkembang sebagai seorang petarung. Anda akan melihat versi yang lebih baik, laga trilogi yang lebih baik daripada yang anda lihat pada dua laga pertamanya.

ONE: Sudah cukup lama anda berdua tak berhadapan. Menurut apakah perkembangan terbesarnya dari laga pertama itu sampai saat ini?

ALNS: Ia selalu berkemampuan lengkap. Saya yakin segalanya akan sedikit lebih tajam dan lebih bersih, serta sedikit lebih kuat. Permainan submission-nya itu bagus. Striking-nya bagus. Ia adalah lawan yang hebat. Saya tahu dalam beberapa tahun yang lalu, ia telah berlatih menjadi lebih baik dalam tiap aspek.

Maka, para penggemar itu akan melihat kejutan bagus.

Myanmar mixed martial artist Aung La N Sang throws a head kick at Vitaly Bigdash
ONE: Anda dan Bigdash masing-masing memiliki satu kemenangan, seberapa pentingnya bagi anda untuk mengakhiri trilogi ini dan muncul sebagai pemenang?

ALNS: Tiap laga itu sangat penting. Tiap kemenangan itu sangat penting. Laga ini sangatlah penting. Itu sangat, sangat penting bagi saya. Saya ingin menegaskan sesuatu dalam laga trilogi ini, dan saya ingin dirinya untuk tidak, tidak, tidak, tidak pernah ingin melawan saya lagi.

ONE: Apakah yang akan berbeda kali ini?

ALNS: Menurut saya, saya sudah menjadi lebih baik. Dan pastinya, ia juga telah berkembang. Jika anda menyukai dua laga sebelumnya, ini akan menjadi lebih baik. Kami berdua lebih matang dan menjadi seniman bela diri campuran yang lebih baik.

ONE: Bagaimana anda melihat laga ini berakhir?

ALNS: Saya mengharapkan sebuah penyelesaian. Dan saya selalu bertarung demi penyelesaian itu. Sayangnya, dalam dua pertemuan terakhir [bersama Bigdash], kami tak dapat meraih penyelesaian.

Tetapi, bagi saya, itu menghabisi atau dihabisi.

ONE: Apakah bonus $50.000 itu menjadi sesuatu yang menyemangati anda? Apa perasaan anda tentang itu?

ALNS: Tidak, saya membenci 50.000 dolar AS dalam akun bank saya [tertawa]. Tentunya, siapa yang tak menginginkan itu? Siapa yang tak menginginkan tambahan 50 ribu dolar? Tetapi, ya, kita akan lihat saja.

Itu bukanlah apa yang memotivasi saya. Yang memotivasi saya adalah untuk menghentikan dirinya dan bagi dirinya untuk tidak pernah melawan saya lagi.

ONE: Jika anda memenangkan laga ini dan trilogi itu, apakah yang anda inginkan berikutnya? Siapakah yang ada dalam daftar Aung La N Sang menuju perebutan gelar?

ALNS: Tak peduli siapa yang berikutnya. Saya hanya ingin tetap berkompetisi dan tetap menjadi lebih baik. Saya menginginkan sabuk itu kembali, namun itu tergantung pada ONE.

Saya tak akan bercukur sampai saya mendapatkan sabuk saya kembali, dan istri saya sudah cukup kesal dengan janggut saya ini [sambil tertawa].

Former two-division ONE World Champion Aung La N Sang

Baca juga: Reinier De Ridder: Saya Akan Dominasi Abbasov Dari Awal Sampai Akhir

Selengkapnya di Fitur

Jarred Brooks Joshua Pacio ONE 166 12
Hiroba Minowa Gustavo Balart ONE 165 77 scaled
Kiamrian Abbasov Christian Lee ONE on Prime Video 4 1920X1280 149
Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled