Fitur

Apa Yang Dipertaruhkan Para Bintang Di Ajang ONE: NO SURRENDER II?

ONE: NO SURRENDER II akan menyajikan laga utama yang menjadi kunci dari Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai, beberapa rival lama yang bertemu kembali, serta pendatang baru yang memasuki panggung dunia untuk pertama kalinya.

Hal itu berarti para bintang yang berlaga pada hari Jumat ini akan mencapai banyak hal jika memenangkan pertandingan mereka.

Berikut adalah pertaruhan besar yang mereka hadapi saat ONE Championship menyajikan rangkaian gelaran utama di Bangkok, Thailand ini.

Saemapetch Fairtex Vs. Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym

Dalam laga utama malam ini, sebuah potensi laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai akan dipertaruhkan.

Sebagai tambahan, laga semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai ini akan memberikan kesempatan Saemapetch Fairtex untuk menyamakan kedudukan dengan Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym, yang kini masih memimpin rangkaian laga mereka dengan skor 2-1.

Rodlek memenangkan laga pertama mereka, sementara perwakilan Fairtex ini meraih kemenangan dalam laga kedua, dan akhirnya “The Steel Locomotive” kembali memenangkan laga trilogi mereka.

Dengan sebuah kemenangan kali ini, Saemapetch akan menyamakan rangkaian laga mereka dan maju ke babak final turnamen itu, dimana ia akan berada satu langkah lagi dari sebuah laga ulang dengan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao.

Di sisi lain, Rodlek dapat memperpanjang keunggulannya dalam rangkaian laga mereka, menjaga rekor sempurnanya dalam ONE Super Series, serta mendekati mimpi terbesarnya selama ini.

Leo Pinto Vs. Mehdi Zatout

Laga pendukung utama ini menyajikan beberapa kisah yang menarik, serta kemungkinan perubahan alur yang dapat terjadi.

Kedua bintang ini memang termasuk beberapa praktisi Muay Thai kelahiran negara lain yang paling berprestasi.

Leo Pinto mencetak sejarah sebagai orang asing pertama yang memenangkan penghargaan prestisius, “Lumpinee Stadium Best Fighter of the Year.” Ia mencapai tingkatan tersebut pada tahun 2010, ketika ia hanya berusia 17 tahun.

Dengan pencapaian serupa, Mehdi “Diamond Heart” Zatout adalah Juara Dunia ISKA dan WBC yang pindah ke Thailand untuk melatih di Venum Training Camp, dimana ia juga menjadi salah satu pemiliknya. Sampai saat ini, keduanya berharap untuk satu hari nanti dapat meraih tingkatan tertinggi dalam disiplin ini – gelar Juara Dunia ONE – dimana sebuah kemenangan jelas akan membuka jalurnya.

Pinto sangat termotivasi. Dalam debut promosionalnya di bulan Januari lalu, ia kalah dari Adam Noi, yang diasuh oleh Zatout. Petarung muda ini tentunya ingin mendapatkan penebusan, dengan mengalahkan “Diamond Heart” dan masuk ke dalam daftar Peringkat Resmi Atlet ONE.

Tetapi, perwakilan Venum ini juga memiliki ambisi yang sama, dan ia tentunya ingin mengalahkan sang atlet muda – sama seperti yang dilakukan muridnya tujuh bulan yang lalu.

Akihiro Fujisawa Vs. Pongsiri Mitsatit

Akihiro Fujisawa fights Pongsiri Mitsatit at ONE: NO SURRENDER II

Kedua seniman bela diri campuran ini pernah mengalami periode saat mereka terpojok, dan satu-satunya cara untuk membalikkan keadaan adalah dengan meraih kemenangan di ibukota Thailand ini.

Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit memulai karier bela diri campurannya dengan cara luar biasa, lewat sembilan kemenangan dengan teknik Muay Thai fenomenalnya.

Namun dalam beberapa laga melawan atlet teratas divisi strawweight, permainan ground miliknya yang masih berkembang jelas terlihat oleh lawan-lawannya, yang menyebabkan tiga kekalahan beruntun.

Akihiro “Superjap” Fujisawa juga mengalami situasi yang serupa dalam divisi flyweight. Setelah meluncurkan kariernya dengan catatan rekor 5-0-1 dan lima penyelesaian, ia harus mengakui kekalahan dalam tiga laga terbarunya.

Kedua pria ini akan ingin kembali ke jalur kemenangan, mematahkan rangkaian kekalahan yang dialami, serta bergabung kembali dengan jajaran teratas dalam divisi mereka.

Jumat ini, hanya salah satu dari mereka yang akan dapat melakukan itu.



Sorgraw Petchyindee Academy Vs. Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym

Muay Thai fighters Sorgraw Petchyindee Academy and Pongsiri-PK Saenchai MuayThaiGym

Salah satu kontes paling menarik malam ini adalah sebuah laga ONE Super Series Muay Thai divisi featherweight antara dua atlet veteran yang belum pernah berbagi ring.

Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym empat kali menjadi Juara Dunia Muay Thai, dan sangat ingin memenangkan sabuk Juara Dunia ONE. Ia memiliki kesempatan untuk melakukan itu bulan Februari lalu, namun ia kalah dari Petchmorakot Petchyindee Academy dalam laga Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai perdana.

Ia akan mengincar penebusan saat menghadapi rekan satu tim Petchmorakot, Sorgraw Petchyindee Academy. Jika Pongsiri mampu meraih kemenangan, ia mungkin akan mendapatkan laga ulang.

Tetapi, Sorgraw akan sangat ingin meraih sebuah kemenangan lainnya untuk Pecthyindee Academy, mengamankan kemenangan ketiganya dalam “The Home Of Martial Arts,” serta memasuki jajaran peringkat teratas ONE kickboxing atau Muay Thai.

Yodkaikaew Fairtex Vs. John Shink

Flyweight mixed martial artists Yodkaikaew Fairtex and John Shink debut at ONE: NO SURRENDER on 14 August

Kedua pendatang baru ini sangat ingin mencetak kesan pertama yang luar biasa di atas panggung dunia – dan sebuah dampak besar dalam divisi flyweight.

John Shink, yang mewakili Tiger Muay Thai, memiliki rekor sempurna 3-0 dalam kariernya di dunia bela diri campuran – dimana dua kemenangannya diraih melalui KO. Atlet kelahiran Nigeria ini meyakini ia akan meraih sebuah KO lainnya pada hari Jumat, tetapi jika itu terbukti sulit, ia akan mengincar takedown dan mengamankan sebuah submission. 

Tetapi, Yodkaikaew “Y2K” Fairtex juga sangat ingin meraih kemenangan melalui penyelesaian.

Perwakilan Fairtex ini, yang adalah seorang Juara Max Stadium Muay Thai, memegang rekor bela diri campuran 4-2-1 dengan tiga kemenangan KO pada ronde pertama. Yodkaikaew juga merupakan seorang praktisi Muay Thai berprestasi, dan ia kini berharap meraih pencapaian dalam disiplin yang memadukan hampir seluruh seni bela diri ini.

Hanya satu debutan dalam divisi flyweight yang akan dapat memulai karier mereka dengan kemenangan di “The Home Of Martial Arts.” Siapakah pemenang itu malam ini?

Huang Ding Vs. Fahdi Khaled

Muay Thai flyweight stars Huang Ding and Fahdi Khaled

Laga pembukaan dalam gelaran ini adalah sebuah kontes ONE Super Series Muay Thai divisi flyweight antara dua atlet yang ingin memberi pembuktian tersendiri.

Fahdi “The Gladiator” Khaled, yang juga berlatih di bawah pengawasan Zatout di Venum Training Camp Thailand, akan mencetak penampilan kembali bersama ONE sejak kekalahannya dari sang Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon.

Tidak ada keraguan bahwa Khaled akan ingin mengincar kesempatan kedua melawan atlet Thailand itu – serta kesempatan merebut sabuk emasnya – tetapi ia akan harus berjuang keras untuk mendapatkan sebuah laga ulang. Meraih kemenangan pada hari Jumat akan mengembalikannya ke dalam jalur yang tepat.

Namun, Huang Ding juga memiliki keinginan yang berbeda.

Setelah mendapatkan pengalaman dalam rangkaian ONE Hero Series, striker Tiongkok ini mendapatkan promosi ke dalam jajaran atlet utama ONE. Para pendatang baru ini hanya akan mendapatkan sebuah kesempatan untuk mencetak kesan pertama yang sangat kuat, dan Huang akan ingin memanfaatkan seluruh kesempatan yang ia miliki pada hari Jumat.

Baca juga: 3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: NO SURRENDER II