Fitur

Apa Langkah Selanjutnya Bagi Para Pemenang Di ONE: A NEW BREED III?

ONE Championship menyajikan ketegangan tersendiri dalam rangkaian gelaran utamanya bulan ini, pada hari Jumat, 18 September.

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini menayangkan ajang ONE: A NEW BREED III yang sebelumnya direkam di Bangkok, Thailand, dimana kartu pertandingan ini menampilkan sebuah laga utama perebutan gelar Juara Dunia, laga pendukung utama yang bersejarah, serta empat laga lainnya yang menghibur sejak awal sampai akhir.

Sebelum beralih ke bulan Oktober dengan ajang-ajang berikutnya, mari kita simak beberapa kemungkinan laga yang dapat terjadi bagi para pemenang besar malam itu.

Petchmorakot Petchyindee Academy

Tahun 2020 telah menjadi sebuah kesempurnaan tersendiri bagi Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy.

Atlet Thailand itu meraih kemenangan ketiga pada tahun ini dalam ajang ONE: A NEW BREED III, dimana ia sukses mempertahankan sabuk emasnya melawan penantang Magnus “Crazy Viking” Andersson melalui TKO pada ronde ketiga di laga utama malam itu.

Petchmorakot bertahan dengan game plan miliknya, yaitu terus menekan maju dengan pukulan dan serangan siku. Kerusakan itu terakumulasi, namun pemegang gelar ini menganggap itu sebagai pemanasan.

Berikutnya, sebuah cross kiri yang sempurna mendarat di wajah atlet Swedia lawannya, yang membuatnya terhuyung dan memaksa wasit melakukan delapan hitungan. Setelah aksi berlanjut, bintang Petchyindee Academy ini melanjutkan dengan sebuah kombinasi serangan siku dan jab, yang menghentikan laga ini dengan segera.

Itu adalah sebuah kemenangan khas bagi Petchmorakot, yang melanjutkan kejayaannya dalam divisi featherweight Muay Thai dengan ‘tangan besi’. Mungkin lawan selanjutnya yang pantas adalah Jamal “Kherow” Yusupov.

Atlet Rusia itu memasuki skena ini pada bulan November 2019, saat ia menerima laga dengan pemberitahuan singkat melawan “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dan mencetak KO atas sang legenda itu pada ronde kedua.

Kemenangan tersebut memberi Yusupov kesempatan untuk menantang Petchmorakot dalam sebuah perebutan gelar Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai perdana di bulan Februari, namun ia terpaksa mundur dari laga bersejarah itu karena cedera yang dideritanya.

Saat ini, atlet asal Rusia itu menempati peringkat kedua dalam divisi ini. Mungkin saat ini, laga perebutan gelar Juara Dunia ONE yang ditunggunya bersama Petchmorakot akan terjadi.



Sunisa Srisen

Sunisa “Thunderstorm” Srisen mungkin harus mengakui keunggulan lawan dalam debut promosionalnya, namun ia meraih penebusan Jumat malam lalu.

Judoka remaja ini menggunakan tendangan kaki dan pukulan jarak jauh untuk menggoyahkan kompatriotnya, Rika “Tiny Doll” Ishige, dimana ia bahkan membalikkan percobaan takedown untuk menempatkan sang pionir bela diri campuran Thailand itu dalam kuncian headlock dari posisi kendali samping, atau side control.

Hal itu membawa kemenangan besar bagi bintang remaja ini saat ia meninggalkan Bangkok. Berikutnya, ia mungkin dapat menghadapi Jomary “The Zamboanginian Fighter” Torres di dalam arena.

Torres menikmati awal yang kuat dalam karier bela diri campurannya, menggunakan teknik grappling dan pukulan tajamnya untuk meraih empat kemenangan beruntun, termasuk sebuah submission pada ronde kedua atas Ishige di bulan Agustus 2017 lalu.

Atlet Filipina ini dalam tahapan awal karier bela dirinya. Dan mirip seperti “Thunderstorm,” ia masih menambahkan persenjataan yang mumpuni pada arsenalnya dan ingin mendobrak peringkat teratas.

Dengan persamaan gaya bertanding mereka, serta gairah yang sangat besar untuk mendekati impian mereka merebut gelar Juara Dunia ONE, laga divisi atomweight ini dapat menjadi langkah yang sempurna bagi Srisen dan Torres.

Capitan Petchyindee Academy

Pria yang tiga kali menjadi Juara Dunia Muay Thai Capitan Petchyindee Academy mencetak salah satu penampilan terbaiknya pada tahun 2020 di ajang ONE: A NEW BREED III.

Bintang Thailand berusia 27 tahun ini sukses bertransisi ke dalam kickboxing dengan mencetak KO tercepat dalam waktu 6 detik atas Juara Dunia Muay Thai dan Kickboxing enam kali Petchtanong Petchfergus.

Walau kekuatan pencetak KO milik Capitan memang telah terbukti sangat dahsyat, hal itu terlihat dengan sempurna di Bangkok. Setelah mementahkan sebuah jab, pria Thailand ini melontarkan sebuah kombinasi jab-cross kilat yang langsung ‘menidurkan’ lawan veterannya itu.

Para penggemar hanya dapat melihat kilasan kemampuan perwakilan Petchyindee Academy ini, namun sebuah laga melawan atlet peringkat keempat dalam divisi bantamweight kickboxing Liam “Hitman” Harrison akan dapat memberi lebih banyak fakta terkait kemampuan kickboxing miliknya itu.

Seperti Capitan, Harrison adalah praktisi berprestasi dalam “seni delapan tungkai.” Faktanya, pria asal Inggris ini delapan kali menjadi Juara Dunia Muay Thai yang memiliki kekuatan besar dan sangat eksplosif di kedua kaki dan tendangannya.

Walau serangan siku tidak diizinkan dalam disiplin kickboxing, itu tidak akan berpengaruh. Kedua pria ini adalah pemukul keras yang jelas akan menghibur sampai laga mereka berakhir.

Dan setelah “Hitman” mengalami kekalahan dari bintang Petchyindee lainnya, Petchmorakot, hampir dua tahun yang lalu, ia akan memiliki motivasi tambahan untuk memenangkan pertandingan ini.

Baca juga: ONE: A NEW BREED III – Hasil Langsung Dan Sorotan Laga Petchmorakot Vs. Andersson