Fitur

Acara Harus Berjalan – Bintang ONE Bereaksi Atas Kompetisi Di Stadion Tertutup

Krisis virus corona yang sedang merebak di seluruh dunia hanya berarti bahwa ONE Championship menempatkan keselamatan para atlet dan penggemarnya terlebih dahulu akhir minggu ini, dalam gelaran ONE: KING OF THE JUNGLE.

Namun, dengan komitmen “The Home Of Martial Arts” untuk melanjutkan misinya memberi inspirasi pada dunia dengan kompetitor kelas dunia, maka ajang ini akan terus berlangsung secara tertutup di Singapore Indoor Stadium pada hari Jumat ini, 28 Februari, agar penggemar di seluruh dunia masih dapat menikmati kartu pertandingan yang berisi 11 laga menegangkan.

Pastinya hal ini akan menjadi pengalaman yang tidak biasa bagi beberapa atlet, yang tidak akan menikmati sorakan penonton di belakang mereka saat berlaga, namun situasi ini tidak akan menghentikan mereka untuk memasuki laga di dalam Circle dengan intensitas yang sama.

“Saya mengirimkan doa bagi semua orang yang terdampak oleh itu, namun saya sangat menghargai fakta bahwa kita akan melanjutkan ajang ini,” kata Janet “JT” Todd, yang akan menghadapi Stamp Fairtex di laga utama.

“Meski ini menjadi ajang tertutup, namun saya sangat menghargai Chatri (Sityodtong, CEO dan Chairman ONE) yang mengambil langkah ini, karena kami, para atlet, telah berlatih keras demi momen ini.”

“Saya tidak merasa [itu akan mempengaruhi saya]. Sebagai seorang amatir, saya berlaga di stadion yang kosong sebelumnya, dan tidak ada yang menyorakkan nama saya,” ia menambahkan sambil tertawa.

“Saya sangat terfokus baik ketika ada penonton atau tidak. Maksud saya, saya menghargai energi dari para penonton, saya selalu menyukainya, namun kami terfokus pada laga ini. Itulah mengapa kami ada di sini – untuk memberikan penampilan yang baik – dan itulah yang saya sangat harapkan.”



“Hal ini jelas disayangkan, namun tujuannya masih sama, gelar yang sama, segala sesuatunya sama,” kata Rocky Ogden, yang akan bertemu dengan Sam-A Gaiyanghadao demi gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai perdana dalam laga pendukung utama.

“Jika kita dapat tetap positif, tiap orang juga dapat terus menjadi positif, tiap orang akan menempatkan diri mereka [di arena] dan masuk untuk berlaga sekuat mungkin.”

“Maka itu, tontonlah. Anda tidak ingin melewatkan ajang ini, ada banyak laga luar biasa dan kami akan memberikan pertunjukkan besar bagi kalian [para penggemar].”

Beberapa atlet seperti Shannon “OneShin” Wiratchai mengakui mereka awalnya kecewa mendengar berita ini, namun saat mereka menaruh segala sesuatunya dalam perspektif yang tepat, mereka melihat sisi baiknya.

“Ini adalah pertama kalinya saya akan masuk ke divisi featherweight, serta pertama kalinya saya akan berlaga di stadion tertutup,” kata bintang asal Thailand ini.

“Awalnya, saat saya mendengar itu, saya merasa terganggu karena tiap petarung ingin berlaga di depan banyak orang. Namun setelah itu, saya menyadari bahwa situasinya kini berdampak pada seluruh dunia, tidak hanya Singapura atau Tiongkok.”

“Saya akan datang berlaga dan akan disiarkan ke 150 negara di seluruh dunia. Saya rasa itu akan dapat membantu banyak orang di beberapa kota yang harus tinggal di rumah untuk satu bulan penuh menjadi lebih senang. Mereka tidak dapat keluar dan mungkin membutuhkan hiburan. Saya seorang atlet dan penghibur. Saya senang melakukan itu.”

Denice “The Menace Fairtex” Zamboanga menambahkan bahwa ia bersyukur masih memiliki kesempatan untuk berlaga.

Jika ajang ini dibatalkan, latihan keras selama berminggu-minggu mungkin tidak akan menghasilkan apapun dan ia mungkin harus menunggu kesempatan lainnya menghadapi Mei “V.V.” Yamaguchi dalam laga penting divisi atomweight wanita. Kini, ia tidak harus khawatir dan dapat terfokus meraih kemenangan terbesar dalam kariernya saat ini.

“Saya senang bahwa ONE Championship memutuskan untuk tetap melangsungkan dan tidak membatalkan ajang ini secara keseluruhan,” kata wanita asal Filipina ini.

“Ini menunjukkan bahwa mereka sangat mempertimbangkan persiapan para atlet, namun saya mengerti bahwa keamanan harus selalu didahulukan, terutama bagi para penggemar.”

“Saya rasa ini masih akan menjadi ajang luar biasa, walau dilangsungkan secara tertutup – berdasarkan fakta bahwa banyak atlet luar biasa yang bertanding.”

Opini yang sama juga dikatakan oleh Troy “Pretty Boy” Worthen, yang akan bertemu dengan Mark “Tyson” Fairtex Abelardo – dalam laga ketiganya di dalam Circle setelah ia pindah ke Singapura tahun lalu.

“Pada akhirnya, dengan tidak ada siapapun di ruangan itu, kami masih berlaga bersama ONE Championship,” kata atlet Amerika Serikat ini.

“Kami masih bertarung dengan pria terbaik di dunia, dan terdapat jutaan orang yang menontonnya. Kami mengerti bahwa kami masih diperhatikan dan kami masih berlaga di tingkatan teratas. Mereka mungkin tidak berada di dalam ruangan yang sama, dan sedikit sulit untuk tidak terganggu oleh itu, namun saya [bersemangat] mengetahui bahwa kami dapat maju dan berlaga di tingkatan dunia.”

Terdapat pula beberapa atlet bela diri yang mengira bahwa keadaan ini dapat membantu mereka menampilkan yang terbaik Jumat ini.

“Saat saya pertama kali mendengar itu, saya kira ini akan menjadi sedikit aneh. Semakin saya memikirkan itu, ini mungkin dapat lebih menjadi sebuah keuntungan karena akan ada lebih sedikit tekanan,” kata Jeff Chan, yang akan menjalani debutnya melawan Radeem Rahman.

Bagi yang lainnya, ini akan menjadi kesempatan untuk kembali ke lingkungan intim yang yang membuat mereka bersinar sebelumnya.

Kimihiro Eto menampilkan penampilan terbaiknya saat dirinya meraih tiga kemenangan beruntun dengan kuncian arm-triangle choke di dalam rangkaian Rich Franklin’s ONE Warrior Series, dimana tiap siaran langsungnya terjadi hanya di depan beberapa orang saja.

Pria asal Jepang ini meyakini bahwa ini akan menjadi lingkungan yang sempurna bagi dirinya untuk berjaya saat menghadapi Amir Khan.

“Saya empat kali berlaga di ONE Warrior Series. Dalam ONE Warrior Series, hampir tidak ada penonton, maka saya terbiasa dengan itu. Ini sebenarnya lebih baik bagi saya,” sebutnya.

Baca Juga: Stamp Fairtex Vs. Janet Todd II – 4 Kunci Kemenangan