Fitur

6 Striker Terbaik Sejauh Ini Di ‘The Home Of Martial Arts’

23 Sep 2017

Terdapat beberapa atlet pencetak KO kelas dunia di dalam ONE Championship yang memiliki kekuatan luar biasa dalam serangan mereka. Ini tidak mengejutkan, karena banyak dari mereka telah meraih gelar dalam berbagai disiplin yang mereka tekuni sebelum masuk ke dalam Circle.

Tanpa keraguan, mereka adalah striker terbaik di Asia, jika bukan di dunia. Berikut adalah enam spesialis stand-up terbaik di ONE Championship sejauh ini.

Eduard Folayang

Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang menggunakan seni bela diri untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan membangun kehidupan yang jauh lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.

Atlet asal Baguio, Filipina ini pertama kali mempelajari kickboxing saat ia berusia 16 tahun, karena ia selalu terkena rundungan. Ia unggul dalam bidangnya dan meraih beasiswa wushu di Universitas Cordilleras, dimana ia kemudian menjadi atlet dengan prestasi luar biasa.

Dari seluruh penghargaan yang diterima Eduard, ia memiliki 11 medali – termasuk tiga medali emas SEA Games (2003, 2005 dan 2012), sebuah medali perunggu dari Asian Games Busan 2002, medali perak di Kejuaraan Wushu Asia 2004, sebuah medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia Wushu 2005, serta medali emas di Asian Games Doha 2006.

Pada tahun 2007, ia mencetak karir bela diri campuran profesional dan meraih berbagai penghargaan lainnya. Ia memenangkan Kejuaraan Bela Diri Filipina dalam laga debutnya, merebut gelar Kejuaraan Martial Combat Superfight Lightweight tiga tahun kemudian, serta merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight di bulan November 2016 dengan mengalahkan Shinya Aoki melalui kemenangan TKO.

Untuk tantangan berikutnya, Eduard harus mempertahankan sabuknya melawan Juara Dunia ONE Featherweight Martin Nguyen di ajang ONE: LEGENDS OF THE WORLD pada hari Jumat, 10 November.

Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke

Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke telah mencapai puncak di dalam ring dan Circle. Atlet Thailand berusia 38 tahun yang tinggal di Singapura ini berkompetisi Muay Thai selama 25 tahun, dengan sebuah rekor luar biasa 282-65, serta enam gelar terbaik dalam prosesnya. Beberapa diantaranya termasuk menjadi Juara Dunia Muay Thai, Juara Nasional Thailand, Juara Omnoi Stadium, serta tiga kali Juara Dunia Lumpinee dalam dua divisi berbeda.

Pada tahun 2014, setelah karir Muay Thai yang panjang, Dejdamrong, yang dikenal sebagai “Kru Rong” oleh murid-muridnya di Evolve MMA, masuk ke ONE Circle. Ia menjalani debutnya dalam promosi ini pada bulan Juni, dan meraih lima kemenangan untuk merebut gelar perdana Kejuaraan Dunia ONE Strawweight. 

Alain Ngalani

Sebuah perkelahian di kantin sekolah setelah ia dirundung membawa atlet Kamerun yang tinggal di Hong Kong, Alain “The Panther” Ngalani, dalam jalur menuju kejayaan bela diri.

Yang dimulai dari sebuah kelas judo berubah menjadi sebuah pembelajaran seumur hidup dalam beberapa disiplin yang berbeda, dimana ia akhirnya menemukan kesukaannya dalam dunia striking.

Sampai saat ini, raksasa divisi heavyweight ini telah mencetak rekor 16 gelar teratas, seperti empat kemenangan beruntun dalam Kejuaraan Heavyweight Kickboxing Afrika (1998-2001), sebuah gelar Kejuaraan WMC Muay Thai Heavyweight pada tahun 2002, Kejuaraan Dunia Muay Thai pada tahun 2004, serta Kejuaraan dunia IKA Super Heavyweight pada tahun 2011. Sebagai tambahan, ia juga telah memenangkan berbagai gelar turnamen tingkat provinsi dalam disiplin Muay Thai, karate dan sanda. 

Alain saat ini mengincar gelar Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon Vera, namun sebelum ia menantang gelar tertinggi di Asia tersebut, ia memiliki sebuah laga open weight melawan Juara Dunia ONE Middleweight Aung La N Sang di ajang ONE: HERO’S DREAM pada hari Jumat, 3 November, di Yangon, Myanmar.

Sagetdao Petpayathai

Sagetdao Petpayathai mungkin adalah kompetitor paling berprestasi dalam dunia Muay Thai modern. Atlet pencetak KO asal Thailand Utara yang dikenal sebagai “Deadly Star” ini memiliki rekor 162-62 dalam disiplin tersebut, serta merebut berbagai gelar tertinggi dalam disiplin ini. Ke-12 gelar yang dimilikinya termasuk gelar Juara Dunia WBC Diamond Super Lightweight, Kejuaraan Dunia Rajadamnern, gelar Juara Dunia WPMF World Lightweight, serta empat Kejuaraan Dunia Lumpinee dalam berbagai divisi.

Kini berusia 32 tahun, ia telah mengubah fokusnya dan membawa kemampuan striking luar biasa tersebut ke dalam Circle. Saat ini melatih dan berlatih di Evolve MMA, Singapura, atlet featherweight ini memiliki rekor 2-0 bersama ONE, dan prestasi terakhirnya adalah mengalahkan Mahmoud “El Deep” Mohamed melalui TKO di ONE CHAMPIONSHIP: SHANGHAI.

Yodsanan Sityodtong

Yodsanan “Little Tyson” Sityodtong awalnya ingin menjadi seorang kompetitor Muay Thai. Namun setelah legenda Kru Yodtong Senanan dari sasana Sityodtong di Thailand melihat kekuatan pukulannya, ia beralih ke dunia tinju, yang membuatnya menjadi salah satu petinju yang paling terkenal di Asia.

Setelah menjalani debut tinju profesionalnya pada tahun 1993, atlet berusia 43 tahun berkuda-kuda southpaw ini telah mengakumulasi rekor luar biasa 58-3-1, dengan 47 kemenangan tersebut berasal dari KO. Faktanya, ia pernah menjadi juara tak terkalahkan selama satu dekade dalam karirnya.

Ia merebut gelar Juara PABA Super Featherweight pada tahun 1997, serta gelar Juara WBA World Super Featherweight pada tahun 2002. Yodsanan mempertahankan gelar tersebut selama tiga tahun berturut-turut sebelum kalah pada tahun 2005 melalui sebuah keputusan mutlak. “Little Tyson” tidak mengalami kekalahan lainnya dalam karirnya, dan pensiun setelah merebut gelar Juara IBF Australasian Super Lightweight pada tahnun 2009.

Atlet Thailand ini, yang sekarang tinggal di Singapura, bertransisi ke dalam kompetisi bela diri campuran pada tahun 2011. Ia saat ini mencetak rekor 3-1, setelah mengalahkan Ramon Gonzales di ajang ONE: WARRIOR KINGDOM di Bangkok pada bulan Maret, dan tidak ingin beristirahat sebelum meraih gelar Juara Dunia ONE.

Irina Mazepa

Irina Mazepa adalah salah satu praktisi kickboxing dan wushu terbaik di dunia. Atlet berusia 34 tahun asal St. Petersburg, Rusia ini telah berlatih wushu pada usia 26 tahun, dan mencetak berbagai pencapaian dalam karirnya. Ia lima kali menjadi Juara Dunia wushu, memenangkan salah satunya di Polandia pada tahun 2004. Ia mengikutinya dengan gelar Grand Champion US Capitol Classic pada tahun 2006, dan akhirnya meraih tiga medali emas dalam Kejuaraan Dunia WTKA di Italia dan Martial Marathon pada tahun 2008.

Empat tahun kemudian, pada tahun 2012, ia mencetak pencapaian lainnya. Ia berlaga melawan Veronica Vernocchi dalam sebuah laga kickboxing, mendominasi lawannya pada ronde pertama sampai pelatih lawannya ini melemparkan handuk putih. Dengan kemenangan ini, Irina mendapatkan gelar Juara Dunia WTKA Pro K-1 Super Featherweight.

Karena Irina masih bertransisi ke dalam ONE Circle, ia membawa prestasi kelas dunia bersamanya. Ia mendemonstrasikan kemampuan striking luar biasa dalam debutnya melawan Ann Osman di bulan Oktober 2015, dimana ia juga menaklukkan Ana Julaton dua bulan kemudian. Walau ia kalah dari Juara Dunia BJJ delapan kali Michelle Nicolini, atlet Rusia ini ingin merebut sabuk emas lainnya bersama ONE, dan tidak lelah berjuang dalam usahanya ini.

Tempat Terhormat Lainnya:

Rene Catalan: Dua kali Juara Dunia Wushu, dua kali memenangkan Piala Dunia Wushu, peraih medali emas wushu dalam Asian Games.

Istela Nunes: Dua kali Juara Dunia Muay Thai.

Narantungalag Jadambaa: Mantan Juara Dunia ONE Featherweight; juara nasional Mongolia dalam Karate Kyokushin, kickboxing, combat sabo dan bela diri campuran; mantan Juara Legend FC.

Gina Iniong: Enam kali peraih medali emas nasional wushu di Filipina.