Fitur

6 Penampilan Terbaik Atlet Yang Berlaga Di ONE: DREAMS OF GOLD

9 Agustus 2019

Para striker terbaik dunia kembali beraksi di Bangkok dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD, dimana spesialis stand-up ini akan menjadi sorotan utama.

Para hari Jumat, 16 Agustus, gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing akan dipertaruhkan dalam pertandingan utama, yang didahului oleh dua pertandingan dalam turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix, untuk menentukan siapa yang akan melaju ke babak final.

Beberapa striker yang memberikan penampilan paling menarik di dunia juga akan berkompetisi dalam kartu pembuka dan memanaskan suasana di dalam Impact Arena.

Sebelum gelaran besar di Bangkok, Thailand ini berlangsung, mari simak beberapa penampilan terbaik yang dapat anda harapkan dari para seniman bela diri elit ini di panggung dunia.

#1 Petchdam Raih Gelar Juara Dunia

Jalur menuju Kejuaraan Dunia memang tidak pernah mudah, dan ini dirasakan oleh salah satu atlet elit dunia, “The Baby Shark” Petchdam Petchyindee Academy.

Bintang asal Thailand ini harus bertahan melawan serangan lawannya demi mengamankan kemenangan dan merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing perdana melawan penantang asal Perancis-Aljazair Elias “The Sniper” Mahmoudi.

Dalam ajang ONE: WARRIORS OF LIGHT, Petchdam harus bangkit dari sebuah sikutan ilegal pada ronde pertama, tetapi serangan bertubi-tubi lawannya tidak memudahkannya sedikitpun.

Lelaki asal Bangkok ini kemudian menangani semua serangan tersebut dengan baik, sebelum dirinya mengambil alih kontes tersebut menggunakan tendangan kirinya yang dahsyat untuk berbalik memimpin pertandingan.

Walaupun serangan rendah yang tak disengaja pada ronde terakhir memaksa hasil pertandingan beralih ke para juri sebelum bel akhir pertandingan berbunyi, “The Baby Shark” telah menampilkan usaha yang cukup untuk mengungguli lawannya di mata para juri dengan sebuah keputusan teknis, atau technical decision.

Jumat nanti, Petchdam akan mempertahankan sabuknya untuk pertama kali di depan para pendukung tuan rumah melawan pria yang enam kali menjadi Juara Dunia kickboxing, Ilias Ennahachi pada pertandingan utama.

#2 Smokin’ Jo Menunjukkan Kelasnya

In a thrilling clash of Muay Thai World Champions, Smokin' Jo Nattawut outstrikes Samy Sana to clinch a unanimous decision victory!

In a thrilling clash of Muay Thai World Champions, Smokin' Jo Nattawut outstrikes Samy Sana to clinch a unanimous decision victory!Watch the full event on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Saturday, 16 February 2019

Smokin’ Jo Nattawut selalu menjadi atlet yang paling menarik dalam rangkaian ONE Super Series, dimana bintang asal Thailand ini menampilkan pertunjukkan luar biasa bagi penggemarnya saat terakhir kali ia bertanding di Bangkok, dalam ajang ONE: CLASH OF LEGENDS.

Jo mengalahkan Samy “AK47” Sana melalui keputusan mutlak juri setelah pertukaran serangan yang luar biasa selama tiga ronde dengan permainannya yang agresif dan menitikberatkan pada tendangan melawan serangan atlet Perancis yang memiliki latar belakang tinju ini.

Hal tersebut menjadi kontes yang menegangkan, dimana keduanya saling menjaga strategi mereka dan melemparkan serangan ke arah lawannya sembari tetap membuat para fans di dalam Impact Arena terpaku.

Pada akhirnya, rangkaian tendangan Jo lebih banyak mendarat ke tubuh Samy, yang memberinya keunggulan atas serangan balik lawannya untuk mencari poin dari para juri.

#3 Presisi Dan Kekuatan Giorgio

Giorgio “The Doctor” Petrosyan menunjukkan bagaimana ia mendapatkan julukannya dengan presisi serangan luar biasa saat ia mengalahkan Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai Sorgraw Petchyindee Academy bulan November lalu.

Pria yang lima kali menjadi Juara Dunia kickboxing ini menggunakan serangan tajam dan cepat untuk mendominasi atlet Thailand tersebut dari awal kontes, dengan kombinasi pukula dan tendangan yang ia lontarkan dengan sangat mudah.

Ia juga hampir membuat bintang Thailand ini kerepotan di salah satu ronde pertandingan itu, tetapi determinasi Sorgraw tetap membawanya berdiri sepanjang kontes, dimana ia menyerang balik pada pertengahan pertandingan. Tetapi, atlet asal Italia ini berada dalam kondisi terbaiknya saat ia menjawab semua serangan dari rivalnya dengan serangan yang lebih bersih dan lebih kuat.

Dengan penampilan seperti itu, tidak mengejutkan bahwa Giorgio dianggap sebagai kickboxer terbaik di muka bumi ini.

Dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD, pejuang Italia kelahiran tahun 1985 ini akan menghadapi Jo Nattawut dalam sebuah pertandingan ulang untuk memastikan siapa yang akan melaju ke babak final World Grand Prix.

#4 Samy Sana Mengejutkan Dunia

Saat Samy “AK47” Sana dipertemukan dengan legenda Muay Thai “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dalam babak perempat final World Grand Prix, atlet Perancis ini tidak diunggulkan sama sekali oleh para pengamat dan fans.

Tetapi, pria kelahiran Perancis ini mengambil inisiatif sejak bel tanda pertandingan dimulai berdering dan mengejutkan Singapore Indoor Stadium saat ia menjatuhkan Yodsanklai dengan pukulan hook kirinya pada ronde pertama.

Setelah itu, ia pun meningkatkan permainannya untuk mendominasi pertukaran serangan dan tetap mengendalikan kontes tersebut, terutama saat Yodsanklai mencoba bangkit.

Samy terbukti memang lebih unggul, dimana ia menggunakan postur dan jangkauannya untuk mengalahkan pukulan lawannya, menyerang mundur lawannya dengan berbagai tendangan, serta menghancurkan salah satu rekor kemenangan beruntun terlama di dalam dunia bela diri.

#5 Kombinasi Serangan Dahsyat Dzhabar

Atlet yang memiliki pukulan dahsyat, Dzhabar “Genghis Khan” Askerov, memastikan posisinya dalam babak semifinal turnamen berhadiah satu juta dolar Amerika Serikat setelah unggul atas Enriko “The Hurricane” Kehl.

Dalam ajang ONE: ENTER THE DRAGON, atlet Rusia ini menapakkan kakinya dan melontarkan rangkaian pukulan dan tendangan yang kiat. Volume, kecepatan dan kekuatan serangannya terbukti terlalu berat untuk diterima “The Hurricane,” dan ia hampir tak dapat lolos dari ronde kedua.

Tetapi, Enriko mampu bertahan sampai pertandingan berakhir melawan atlet berusia 33 tahun ini terlepas dari serangan bertubi-tubi dari Dzhabar.

Ia mengamankan kemenangannya melalui keputusan juri – dan hati para penggemar yang menonton pada saat itu – dengan stamina luar biasa pada ronde ketiga yang juga melibatkan satu rangkaian pukulan memutar dan percobaan tendangan tumit “rolling thunder” yang spektakuler.

#6 Savvas Michael Tampil Di Panggung Dunia

Hanya ada beberapa lawan yang terbukti lebih kuat dari Singtongnoi Por Telakun dalam “The Home Of Martial Arts,” tetapi Savvas “The Baby Face Killer” Michael menampilkan kemampuan dan ketenangan seorang veteran untuk mengalahkan legenda Muay Thai itu dalam debutnya di ONE Super Series.

Atlet berusia 22 tahun ini mengganti perannya dari seorang penyerang menjadi counter-striker untuk mengatasi lawannya dan menyarangkan banyak pukulan bersih yang masuk ke tubuh lawan. Pukulannya sangat cepat, tendangannya juga sangat kuat dan sapuannya sangat tepat waktu.

Selagi waktu berjalan, para penonton yang memadati Impact Arena di Thailand menyadari bahwa lelaki ini lebih dari sekedar atlet berbakat – dimana ia sudah dapat bertanding dengan para petarung terbaik, dimana penampilannya memang layak menerima keputusan mutlak dari para juri.

Savvas akan tampil kembali setelah kemenangan tersebut saat dirinya menghadapi Lerdsila Phuket Top Team pada tanggal 16 Agustus.

Bangkok | 16 Agustus | 17:30 WIB | ONE: DREAMS OF GOLD | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onegold19