Fitur

5 Penyelesaian Terbaik Bintang MMA Di ONE: WINTER WARRIORS II

ONE: WINTER WARRIORS II akan menutup agenda tahun 2021 bagi ONE Championship dengan penuh gaya, saat gelaran ini tayang dari Singapore Indoor Stadium pada Jumat, 17 Desember nanti.

Kartu pertandingan khusus MMA ini menampilkan serangkaian mantan Juara Dunia ONE, para veteran yang pernah menantang sabuk emas, dan beberapa atlet muda fenomenal yang tampil untuk pertama kalinya. Yang terutama, mereka mengetahui bahwa sebuah penyelesaian empatik di ajang ini akan meningkatkan posisi mereka.

Tentu saja, para bintang di ONE: WINTER WARRIORS II pernah mencetak berbagai momen luar biasa yang menjadi sorotan. Sebelum mereka memanaskan Circle, simak lima penyelesaian terbaik di atas panggung dunia ini.

#1 Danny Kingad Beri Kejutan Di Debut ONE

Danny “The King” Kingad menandai kehadirannya di divisi flyweight ONE Championship dengan TKO sensasional ronde pertama atas Muhamad Haidar. Debut luar biasa dari bintang Filipina ini terjadi dalam ajang ONE: GLOBAL RIVALS pada April 2016, di Mall of Asia Arena, Manila.

Saat laga dimulai, Kingad mengincar Haidar di sekeliling Circle. Saat pria Malaysia itu tersudut di dinding, “The King” menyerok dan menjatuhkannya ke atas kanvas. Haidar kembali berdiri, namun Kingad sekali lagi membanting lawannya untuk menegaskan dominasinya di laga ini.

Atlet Filipina itu akhirnya beralih ke posisi mount atas lawannya sebelum menyarangkan pukulan keras sampai wasit menghentikan laga pada menit 2:20.

Kemenangan ini menjadi awal dari pencapaian Kingad di ONE, dimana ia kini menjadi penantang kedua dalam divisi flyweight. Terlebih lagi, ia hanya menderita kekalahan di tangan penantang teratas Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dan Juara Dunia ONE Flyweight Adriano “Mikinho” Moraes.

Jika ia mengalahkan mantan Juara Dunia ONE Flyweight dan penantang peringkat keempat  Kairat “The Kazakh” Akhmetov dalam laga utama ONE: WINTER WARRIORS II, “The King” mungkin dapat meraih laga ulang melawan Moraes.

#2 Vitaly Bigdash Bertahan, Cetak TKO Atas Juara Dunia

Vitaly Bigdash tak hanya mencetak salah satu debut paling mengesankan dalam sejarah ONE – ia mencetak salah satu penyelesaian luar biasa dari posisi tertinggal dalam prosesnya.

Pada bulan Oktober 2015, pria Rusia ini memasuki Circle untuk pertama kalinya demi menantang Juara Dunia ONE Middleweight saat itu, Igor “Lionheart” Svirid, di ajang ONE: TIGERS OF ASIA.

Svirid nampak mengendalikan laga dari awal, dimana ia dua kali menjatuhkan Bigdash dengan pukulannya. Namun, yang menjadi kejutan bagi semua orang, sang penantang mengatasi kesulitan ini dan menjatuhkan sang penguasa dengan serangan lutut ke arah kepala, serta hampir saja mengunci lehernya pada akhir ronde ini.

Di ronde kedua, pria Rusia ini terus menyerang. Ia menghantamkan serangan lutut lainnya ke wajah Svirid, yang diikuti dengan sebuah hook kanan. “Lionheart” terjatuh, dan Bigdash menyerang dengan hammerfist demi sebuah penyelesaian dan menjadi penguasa baru divisi middleweight ONE.

Sabuk emas divisi ini memang telah beberapa kali berpindah tangan sejak itu, dan saat ini dipegang oleh Reinier “The Dutch Knight” de Ridder. Namun, sebuah kemenangan atas “King Kong Warrior” Fan Rong pada 17 Desember dapat membawa Bigdash kembali ke memasuki pembicaraan untuk perebutan gelar itu.

#3 Kevin Belingon Bungkam ‘Lightning’

Pada Agustus 2017, Kevin “The Silencer” Belingon kembali memasuki jalur kemenangan setelah meraih penebusan via TKO ronde pertama atas Reece “Lightning” McLaren di ONE: QUEST FOR GREATNESS, Kuala Lumpur, Malaysia.

Belingon maju dengan melontarkan tendangan memutar ke arah McLaren hingga pria Australia itu maju dengan sebuah hook. Namun, pria Filipina ini terlebih dahulu menyarangkan pukulannya dengan tangan kanan yang menjatuhkan McLaren.

“The Silencer” melanjutkan dengan ground-and-pound keras sampai wasit memisahkan mereka pada menit 1:02.

Kemenangan ini adalah yang ketiga bagi Belingon setelah ia takluk di tangan Juara Dunia ONE Bantamweight Bibiano “The Flash” Fernandes satu tahun sebelumnya – dan ia pun terus melanjutkan perjalanan luar biasa ini sampai bulan November 2018, saat ia membalas kekalahan itu dan melengserkan Fernandes dari tahtanya.

Kini, “The Flash” adalah Juara Dunia dan tiga kali mengalahkan pria Filipina itu dalam empat laga bersejarah mereka. Namun, sebuah kemenangan atas pencetak penyelesaian cepat “Pretty Boy” Kwon Won Il dalam laga pendukung utama ONE: WINTER WARRIORS II ini dapat memberi Belingon satu kesempatan lagi melawan rivalnya.

#4 Kwon Won Il Ungguli Grappler Elite

“Pretty Boy” juga masuk ke dalam lima pencetak penyelesaian terbaik jelang ajang ini.

Atlet Korea Selatan ini mencetak TKO ronde pertama atas Juara Dunia BJJ No-Gi dua kali, Bruno “Puccibull” Pucci, di ONE: INSIDE THE MATRIX IV pada Oktober 2020 lalu.

Pucci menyerang cepat di awal pada ronde pertama laga mereka, namun Kwon mampu melakukan sprawl, mengamankan kedua underhook, serta bertahan dari percobaan takedown grappler elite itu.

Lalu, “Pretty Boy” menjauhkan diri – untuk menciptakan jarak serang – dan mengenai “Puccibull” dengan serangan ke arah tubuh yang membuatnya meringkuk.

Dua pukulan kanan dan sebuah uppercut lainnya memastikan kemenangan bagi Kwon, saat wasit menengahi dan mengakhiri laga pada menit 2:00.

Beberapa bulan kemudian, Kwon mencetak penyelesaian kedua beruntun, kali ini melawan “The Ghost” Chen Rui di ONE: UNBREAKABLE II. Jika ia dapat menghentikan penantang peringkat kedua Belingon lebih awal, ia jelas akan memasuki jajaran lima besar peringkat divisi bantamweight dan dapat saja mendapatkan laga perebutan gelar.

#5 Zebaztian Kadestam Cetak KO Menit Terakhir

Zebaztian “The Bandit” Kadestam meraih gelar Juara Dunia ONE Welterweight yang lowong saat mengalahkan Tyler McGuire yang saat itu tak terkalahkan – namun hal ini hanya terjadi setelah ia bertahan dari permainan ground intens milik pria asal Amerika Serikat itu selama hampir 25 menit di ajang ONE: WARRIOR’S DREAM, November 2018 lalu.

Selama hampir lima ronde penuh, Kadestam harus bertahan dari tekanan tanpa henti McGuire. Saat keduanya mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, “The Bandit” melontarkan pukulan kanan yang menjatuhkan lawannya. Atlet Swedia ini lalu melanjutkan dengan serangan lutut kanan, dan wasit pun memisahkan keduanya dengan hanya 30 detik tersisa.

Kadestam menjadi Juara Dunia ONE Welterweight yang baru dan sukses mempertahankan gelarnya sebelum ia terpaksa menyerahkan sabuk itu ke tangan Kiamrian “Brazen” Abbasov via keputusan juri pada Oktober 2019.

Jika ia mampu mengalahkan atlet tak terkalahkan Murad Ramazanov pada 17 Desember ini, “The Bandit” dapat saja menempatkan dirinya kembali memasuki laga perebutan gelar yang masih dipegang oleh Abbasov itu.

Baca juga: Lee Siap Untuk Stamp: ‘Ia Akan Masuki Dunia Saya Sekarang’

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.