Fitur

5 Pelajaran Penting Dari ONE: A NEW TOMORROW

Pada hari Jumat, 10 Januari, ONE Championship memulai rangkaian gelaran yang akan menjadi bagian dari tahun luar biasa lainnya di ajang ONE: A NEW TOMORROW.

Ke-12 laga di Bangkok, Thailand ini membawa aksi luar biasa ke dalam Impact Arena sepanjang malam, dimana ini memberi para penggemar bayangan akan apa yang “The Home Of Martial Arts” akan hadirkan.

Berikut adalah lima dari pelajaran terpenting yang dapat kita ambil dari gelaran di negara kelahiran Muay Thai ini.

#1 Rodtang Dan Serangan Keras Ke Tubuh Lawannya

Rodtang Jitmuangnon knocks out Jonathan Haggerty at ONE A NEW TOMORROW

Jonathan “The General” Haggerty menunjukkan kebesaran hati yang luar biasa saat ia bangkit dari atas kanvas setelah dijatuhkan oleh Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon pada ronde pertama laga ulang mereka, namun ia juga harus menahan serangan yang luar biasa ke tubuhnya.

Atlet pencetak KO asal Thai itu mampu mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai dengan penuh gaya pada laga utama malam itu, setelah sebelumnya mengatakan bahwa penantangnya ini dapat menangani serangan ke arah tengah tubuh lawan.

Pada ronde ketiga, Rodtang kembali melontarkan serangan kuat yang mengincar rusuk lawannya, dan tidak lama kemudian, atlet Inggris itu kembali mencium kanvas.

Jonathan kembali bangkit, namun atlet berusia 22 tahun dari Bangkok itu memiliki waktu yang cukup untuk memilih serangannya karena mengetahui pertahanan lawannya itu hampir runtuh. Ia kembali menyambungkan serangan beruntun ke arah tubuh Jonathan untuk mencetak dua knockdown lainnya dan sebuah kemenangan TKO.

Baca Juga: ‘The Iron Man’ Dominasi Laga, Paksa ‘The General’ Bertekuk Lutut

#2 Stamp Semakin Nyaman Di Posisi Ground

Stamp Fairtex defeats Puja Tomar at ONE A NEW TOMORROW in Bangkok

Stamp Fairtex mungkin adalah seorang striker, namun ia nampak sama dominannya saat ia beradu teknik grappling dengan salah satu atlet divisi atomweight wanita lainnya.

Sama seperti apa yang ia lakukan atas Asha “Knockout Queen” Roka bulan Agustus lalu, ia mengendalikan laga melawan Puja “The Cyclone” Tomar segera saat pertandingan dimulai.

Kontes ini pertama kali beranjak ke permainan bawah berkat selengkatan, atau trip, dari Puja, namun Stamp tidak memiliki kesulitan untuk mencegah pergerakannya dan kembali berdiri. Saat mereka kembali berada di permainan bawah, Stamp-lah yang menyeret lawannya itu dan ia bertahan dalam posisi unggul untuk menghentikan laga dengan pukulannya.

Saat Juara Dunia dua disiplin ONE ini memulai misinya dalam bela diri campuran, beberapa penantang teratas divisinya mungkin merasa mereka akan memiliki keunggulan besar dalam teknik gulat dan Brazilian Jiu-Jitsu. Namun, saat Stamp lanjut mengembangkan diri di pusat pelatihan Fairtex, ini nampak seperti dirinya akan dapat menandingi banyak rekan satu divisinya.

Baca Juga: Stamp Fairtex Cetak TKO Cepat Atas Puja Tomar

#3 Sangmanee Menemukan Jalurnya Dalam ONE Super Series

Sangmanee “The Million Dollar Baby” Sathian MuayThai mengira ia dapat tampil lebih baik dari debutnya bersama ONE, dan hal itu memicu penampilan fenomenal atas Kenta Yamada.

Tidak seperti laga lima ronde yang ia biasa jalani di beberapa stadion utama Bangkok, kontes tiga ronde cepat milik ONE Super Series membutuhkan ritme cepat dari para atlet supaya mereka dapat mencetak penyelesaian atau memukau para wasit sebelum waktu habis.

Kebalikan dari laganya melawan Azize Hlali, Sangmanee memulai laga dengan ritme tinggi sejak awal dan menyulitkan Kenta dengan rentetan serangan keras.

Dengan tujuh gelar Juara Dunia Muay Thai atas namanya, atlet berusia 22 tahun ini adalah salah satu atlet berbakat teratas di dalam sirkuit di Thailand, dan kini nampaknya ia telah menyesuaikan diri untuk meraih puncak panggung dunia ONE.

Baca Juga: Rangkaian Tendangan Keras Beri Sangmanee Kemenangan Di Bangkok

#4 Shinechagtga Layak Mendapatkan Kontrak OWS-nya

Shinechagtga Zoltsetseg celebrates his KO of Ma Jia Wen at ONE A NEW TOMORROW

Tidak semua atlet yang lulus dari kawah candradimuka ONE bernama Rich Franklin’s ONE Warrior Series (OWS) mampu menyesuaikan diri mereka dengan para atlet utama yang bernaung di bawah “The Home Of Martial Arts,” namun Shinechagtga Zoltsetseg mengawali penampilannya dengan kemenangan atas “Cannon” Ma Jia Wen.

Atlet bela diri asal Mongolia ini berlaga setelah tiga kemenangan KO cepat, dimana kini ia membawa sebuah KO lainnya ke dalam ring berkat pukulan overhand kanan yang sensasional.

Dengan rekor 11-2-1, ia memiliki pengalaman dan kemampuan mencetak penyelesaian untuk dapat disebut sebagai ancaman besar dalam divisi featherweight.

Baca Juga: Shinechagtga Bersinar Di Panggung Global

#5 Kuncian Scarf Hold Ayaka Miura Wajib Dihindari

Ayaka Miura applies her trademark scarf-hold at Maira Mazar at ONE A NEW TOMORROW

Ayaka Miura telah tiga kali memasuki ring ONE, dimana ia mampu mencetak kuncian scarf-hold Americana andalannya tiap kali.

Sangat mengejutkan untuk melihat Maira Mazar meloloskan diri saat judoka asal Jepang ini mengincar submission pada ronde pertama, dimana atlet lainnya mungkin telah menghabiskan seluruh energi mereka dengan kekuatan yang dikeluarkannya dalam kuncian tersebut.

Namun, Ayaka menampilkan bahwa ia memiliki kelas yang berbeda dengan sekali lagi mengincar kuncian yang sama pada ronde berikutya. Saat itu, nampaknya tidak ada yang mampu menghentikan dirinya melaju naik peringkat.

Lawannya di masa mendatang mungkin harus mencetak KO atas perwakilan Tribe Tokyo MMA ini, karena nampaknya belum ada yang sanggup mengatasi dirinya untuk meraih tap-out dengan teknik favoritnya ini.

Baca Juga: Babak Pembuka ONE: A NEW TOMORROW Tampilkan Penyelesaian Ciamik