Fitur

5 Alasan Terbesar Untuk Tidak Melewatkan Ajang ONE 159: De Ridder Vs. Bigdash

Minggu ini sangatlah spesial bagi ONE Championship.

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan segera menyelenggarakan konferensi pers bersama Prime Video di Amerika Serikat, namun di belahan dunia yang lain, belasan atlet elite sedang bersiap untuk memasuki laga mereka di dalam Circle.

Pada Jumat, 22 Juli, organisasi ini akan menayangkan ONE 159: De Ridder vs. Bigdash secara langsung dari Singapore Indoor Stadium. Dan, dengan 11 laga yang meliputi disiplin MMA, Muay Thai dan kickboxing, aksi tingkat tinggi pun dipastikan akan tersaji.

Kini, hanya beberapa hari menjelang malam pertandingan, simak lima alasan mengapa anda wajib menyaksikan ONE 159.

Aksi Keras Di Kejuaraan Dunia ONE Middleweight

Pada laga utama malam itu, sepasang petarung middleweight MMA terbaik dunia akan beradu demi sabuk emas.

Reinier de Ridder nampak tak tersentuh dalam kariernya. “The Dutch Knight” memiliki catatan sempurna 15-0, memiliki tingkat penyelesaian 87 persen, dan dua kali mengalahkan ikon olahraga Myanmar Aung La N Sang berturut-turut demi merebut gelar Juara Dunia ONE Middleweight dan Light Heavyweight.

Pria Eropa berjangkauan panjang ini membuat itu semua nampak mudah saat beraksi dengan lawannya, terutama dalam kariernya di ONE. Ia menggunakan ukuran tubuhnya, kelihaian grappling dan tekanan tanpa henti untuk mengatasi tiap kompetitor yang berdiri di hadapannya.

Namun, Vitaly Bigdash, mungkin dapat menjadi sosok yang menghancurkan catatan rekor sempurna dari De Ridder dan merebut salah satu sabuk emasnya.

Pria kuat asal Rusia ini menggunakan kemampuan gulat luar biasa dan arsenal stand-up miliknya untuk mencetak dampak luar biasa, dimana hal itu membawanya meraih catatan rekor 12-2, tingkat penyelesaian 83 persen, dan gelar Juara Dunia ONE Middleweight.

Sampai hari ini, Bigdash merasa bahwa masa kejayaannya berakhir terlalu cepat saat juri memberi Aung La N Sang kemenangan mutlak dan sabuknya setelah laga ulang mereka pada Juni 2017 lalu.

Hal ini sangat mengganggu pria Rusia itu, namun saat ini, setelah lima tahun dan 22 hari, ia akhirnya memiliki kesempatan untuk merebut kembali gelar Juara Dunia yang dianggapnya tak pernah hilang itu.

Kejuaraan Dunia Interim ONE Atomweight Muay Thai

Laga utama itu bukanlah satu-satunya Kejuaraan Dunia yang ada dalam ajang ini. Dalam laga pendukung utama, Janet Todd akan melawan Lara Fernandez dalam perebutan gelar Juara Dunia interim ONE Atomweight Muay Thai.

Setelah mengalami kekalahan di tangan Stamp Fairtex dalam Kejuaraan Dunia ONE Atomweight Muay Thai perdana pada Februari 2019, Todd bangkit dengan cara luar biasa.

Wanita ini memenangkan enam laga berikutnya, meng-KO tiga lawan, serta bahkan mengalahkan Stamp untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing.

Kini, ia memiliki kesempatan menjadi ratu dua disiplin kedua dalam sejarah ONE Championship. Tetapi, yang menghalanginya adalah Fernandez, yang ingin bersinar dalam penampilan perdananya.

Walau wanita Spanyol itu menjadi pendatang baru dalam organisasi ini, ia adalah veteran berpengalaman. Lagipula, ia menjadi Juara Dunia WBC Muay Thai dan dua kali menjadi Juara Dunia ISKA Kickboxing, maka ia mengetahui apa yang dibutuhkan untuk bertarung pada tingkatan teratas.

Dan, dengan pemikiran itu, jangan harapkan Fernandez akan meninggalkan segala sesuatunya tanpa kepastian. Ia mengetahui bahwa ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk merebut sabuk emas Juara Dunia dalam laga debut, maka ia akan ingin memanfaatkan kesempatan itu.

Aksi Kickboxing Menegangkan

Ada banyak aksi Muay Thai dan MMA yang akan tersaji di ONE 159, terutama di puncak kartu pertandingan. Namun, hanya ada satu laga kickboxing, dan beruntung, itu nampak sangat menarik.

Zhang Peimian mungkin memang masih muda, tetapi ia nampaknya adalah petarung sejati.

Setelah memastikan tiketnya untuk memasuki daftar petarung utama ONE Championship melalui Road To ONE: China, remaja berusia 18 tahun ini berlanjut mencetak KO mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Josh Tonna dalam debut promosionalnya Maret lalu.

Hal itu segera menempatkan bintang remaja ini dalam radar, dan jika ia dapat melanjutkan kemenangan itu dengan sebuah pencapaian lainnya saat melawan Aslanbek Zikreev, ia akan tetap berada di sana.

Namun, pria Rusia ini telah memberi kesan luar biasa dalam penampilan singkatnya di atas panggung dunia sejauh ini, dimana ia mengalahkan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Wang Junguang dengan serangan tajamnya dan meraih peringkat #2 dalam divisi strawweight Muay Thai.

Kenyamanan Zikreev dalam kedua disiplin striking itu sangatlah jelas, dan jika dirinya menghentikan laju luar biasa Peimian di Singapura, maka itu mungkin akan memberinya kesempatan memasuki perebutan gelar Juara Dunia.

Kegilaan Di Divisi Strawweight MMA

Beberapa aksi bela diri campuran yang paling menarik terjadi dalam divisi strawweight, dan beruntung, ada empat petarung luar biasa yang akan ingin melejitkan reputasi mereka pada Jumat malam nanti.

Membuka kartu utama adalah sosok Danial Williams, spesialis Muay Thai yang membawa empat kemenangan beruntun dalam MMA. Ia akan bertemu dengan pemenang rangkaian Road To ONE: China Zelang Zhaxi, petarung berbasis sanda yang berencana mengakhiri langkah Williams.

Selanjutnya, penggemar juga akan melihat laga antara sepasang petarung dalam peringkat lima besar, saat penantang #2 Bokang Masunyane akan beradu dengan atlet peringkat #3 Hiroba Minowa

Keduanya baru saja mengalami kekalahan berat, maka mereka akan sangat ingin untuk mencetak pernyataan tegas dan kembali memasuki pembicaraan dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight.

Bagi keduanya, momen ini menjadi sangat krusial dalam karier mereka, saat sebuah kekalahan dapat menyingkirkan salah satunya dari gambaran perebutan gelar itu.

Keseruan Dalam Ranah Grappling

Akhirnya, ONE 159 menampilkan laga lightweight bela diri campuran antara sepasang grappler kelas dunia yang menemukan kesuksesan dalam disiplin ini dengan kelihaian submission mereka.

Marat Gafurov sangat liar di ranah ground, dimana ia meraih 67 persen kemenangan dalam kariernya via submission.

Faktanya, mulai dari penampilan promosional perdananya pada Oktober 2014, ia mencatatkan enam kemenangan submission beruntun via rear-naked choke menuju perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight.

Di sisi lain, Ariel Sexton meraih 77 persen kemenangannya via submission.

Aksi yang paling menonjol adalah saat pemegang sabuk hitam Gracie ini mengamankan sepasang kemenangan via reverse triangle keylock, yang membuktikan dirinya adalah salah satu pencetak submission paling kreatif dan berbahaya dalam divisi ini.

Di antara kemampuan grappling mereka dan teknik striking yang tak terlalu terlihat, para penggemar jelas akan mendapatkan sajian yang sangat menarik.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.