Fitur

5 Aksi Liar Dari Para Superstar Di ONE: FULL BLAST

Seperti yang disebutkan oleh judulnya, ONE: FULL BLAST akan menyajikan laga keras bertegangan tinggi dari awal sampai akhir, dengan lima laga menarik yang terkonfirmasi.

Laga utama malam itu menampilkan sepasang penantang teratas divisi bantamweight Muay Thai, sementara serangkaian laga lainnya menampilkan para kickboxer dan seniman bela diri campuran elite yang siap membawa aksi panas ke dalam Singapore Indoor Stadium.

Untuk melihat apa yang akan tersaji dalam ajang ini, berikut adalah lima penampilan terhebat dari para superstar bela diri yang akan tampil pada Jumat, 28 Mei.

#1 Saemapetch Tunjukkan Kelas, Atasi Rodlek

Saemapetch Fairtex sempat tertinggal 2-1 dari Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym dalam rangkaian laga mereka saat keduanya bertemu di babak semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai di ONE: NO SURRENDER II, Agustus 2020 lalu.

Namun, warga Pattaya ini memberi penampilan luar biasa untuk melengserkan “The Steel Locomotive” dan menyeimbangkan kedudukan.

Saemapetch menerapkan strategi serangan balik yang efektif untuk mengatasi gaya agresif dari rekan senegaranya itu, serta menghukum atlet PK.Saenchai Muaythaigym ini dengan pukulan kiri, siku dan tendangan keras.

Tentunya, itu tak menghentikan Rodlek untuk bergerak maju dan menekan, namun perwakilan Fairtex lawannya itu mampu tetap tenang dalam menerima serangan.

Saat Rodlek meningkatkan ritme pada stanza terakhir demi mengincar penyelesaian, sebagian besar atlet yang melawannya tentu akan menyerah, tetapi Saemapetch dengan mulus menghindari serangan lawannya dan membalas lewat serangan siku pendek yang memukau para juri.

Setelah sebuah laga epik, penantang teratas divisi bantamweight itu meraih kemenangan melalui keputusan mutlak, dan walau ia harus mundur dari laga final, ia mengetahui sebuah kemenangan atas pria di bawah ini dapat membawanya memasuki laga ulang melawan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao.

#2 Kulabdam Kalahkan Sangmanee Dengan KO Keras

Dalam babak semifinal turnamen lainnya di ONE: NO SURRENDER III, “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai juga tampil memukau dengan kemenangan mengejutkan atas “The Million Dollar Baby” Sangmanee Klong SuanPluResort.

Sangmanee adalah atlet favorit dalam hal serangan, tetapi Kulabdam juga mengimbangi dalam hal serangan jarak dekat.

Setelah beberapa waktu yang dihabiskan untuk mengukur kemampuan masing-masing, “Left Meteorite” mulai mendorong maju dengan kombinasi tinjunya dan pukulan straight kiri yang kuat, yang menandakan awal dari hasil laga ini.

“The Million Dollar Baby” bergerak dan menangkis sebagian besar serangan yang mengarah padanya, namun Kulabdam nampak hanya membutuhkan sebuah serangan untuk meraih kemenangan bersejarah.

Sangmanee pun mendaratkan tendangan rendah keras ke arah kompatriotnya, yang disambut “Left Meteorite” dengan kombinasi cepat empat pukulan. Pukulan ketiga dalam rangkaian itu — sebuah uppercut kanan — memaksa Sangmanee untuk mundur, namun Kulabdam lalu memastikan kemenangan lewat pukulan straight kiri keras yang memisahkan kesadaran rivalnya itu.

Hal ini membawa penantang peringkat ketiga divisi bantamweight ini menuju babak final, dimana ia kalah dari peserta pengganti, Rodlek. Kini, Kulabdam dan Saemapetch akhirnya akan mendapatkan kesempatan mereka untuk berhadapan, dengan potensi laga perebutan gelar Juara Dunia bagi sang pemenang ke depannya.



#3 Xie Wei Gilas Rothana Dengan Penyelesaian Ronde Ketiga

“The Hunter” Xie Wei nampak luar biasa saat ia menembus jajaran atlet ONE Hero Series dan ONE Warrior Series, dan ia pun nampak semakin impresif dalam laganya melawan Danny “The King” Kingad, tetapi momen yang benar-benar menunjukkan siapa dirinya tiba di ONE: COLLISION COURSE, Desember 2020 lalu.

Atlet Tiongkok ini maju menghadapi Chan Rothana dalam sebuah laga flyweight yang berakhir dengan KO keenam Xie di bawah bendera ONE dan liga-liga pengembangan diri milik organisasi ini.

Salah satu elemen paling luar biasa adalah kemampuan “The Hunter” untuk memadukan serangannya dari striking ke wrestling, namun yang terutama, kekuatan tangan perwakilan Sunkin International Fight Club inilah yang memberinya kemenangan.

Rothana mencoba menangani lawannya ini sampai akhir, tetapi pada ronde ketiga, pukulan keras dan tendangan rendah Xie membuatnya kelelahan. Atlet Kamboja ini mencoba menyerang paha lawannya, namun “The Hunter” menerima serangan itu untuk membalas.

Saat Rothana masuk dengan tendangan rendah lanjutan, Xie hampir tak menyarangkan pukulan kanan yang disusul dengan hook kiri keras yang menjatuhkan lawannya, dimana ia memastikan kemenangan via serangan ground.

Berikutnya, “The Hunter” akan melawan pendatang baru asal India Kantharaj Agasa “Kannadiga” dalam sebuah laga stand-up vs. gulat.

#4 Verbeek Tunjukkan Kemampuan Dan Ungguli Cervantes

Dalam laga yang menampilkan berbagai elemen ini, Santino Verbeek meraih kemenangan perdana dalam ONE Super Series atas Juan Cervantes di ONE: IMMORTAL TRIUMPH, bulan September 2019.

Atlet Belanda ini menyerang keras dan melukai rivalnya asal Inggris itu dengan rangkaian pukulan. Sebuah overhand kanan menjatuhkan Cervantes pada ronde pertama, dan Verbeek pun berusaha menjaga tekanannya.

Cervantes tak berniat untuk menyerah dan maju dengan rangkaian serangan keras. Sebuah serangan lutut di udara berbahaya mengarah pada Verbeek, namun ia menerimanya dan tetap berdiri.

Hal paling impresif tentang penampilan atlet dari Sokudo Gym ini adalah kemampuannya untuk mempertahankan keunggulannya sejak awal, bahkan saat menghadapi tekanan yang semakin meningkat. Ia melontarkan pukulan keras ke arah bintang Northern Kings ini unggul dalam ketiga ronde untuk meraih kemenangan mayoritas.

Dalam sebuah penampilan kembali yang ditunggu-tunggu, atlet berusia 26 tahun ini akan menghadapi sesama atlet Belanda Miles “The Punisher” Simson dalam sebuah laga welterweight kickboxing.

#5 Edward Kelly Tetap Tenang, Hentikan Sung Jong Lee

Edward “The Ferocious” Kelly menjalani karier yang panjang dan menarik bersama ONE, dan laganya melawan Sung Jong Lee di ONE: ROOTS OF HONOR pada April 2019 lalu memberi bukti akan kemampuannya.

Atlet veteran dari Team Lakay ini awalnya berada di bawah tekanan grappler Korea Selatan itu, dimana ia harus bertahan dari berbagai serangan ground di sebagian besar stanza pembuka.

Strateginya adalah untuk memukul Sung sampai ia mampu membebaskan diri, namun perwakilan 10th Planet Jiu Jitsu Korea ini tetap mengincar submission.

Namun hal ini menjadi akhir perlawanannya pada ronde kedua, saat “The Ferocious” bertahan dari beberapa percobaan heel hook dan toe hold, sebelum menyerang dengan ground-and-pound sampai wasit memisahkan keduanya dan menghentikan kontes ini.

Kelly memang nampak kesulitan, namun ia membuktikan bahwa ia dapat mengatasi kesulitan dan menang — sesuatu yang mungkin ia butuhkan saat melawan atlet Mesir, Ahmed ”The Prince” Faress.

Baca juga: ONE: EMPOWER Ditunda; ONE: FULL BLAST Tayang Pada 28 Mei

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.