3 Pelajaran Terbesar Dari ONE Friday Fights 5

Superball Tded99 Kongklai Annymuaythai ONE Friday Fights 5 1920X1280 4

ONE Friday Fights 5 memberi para penggemar global sebuah malam epik penuh aksi lainnya di Lumpinee Boxing Stadium pada 17 Februari kemarin.

Kartu pertandingan dengan 12 laga ini menampilkan segala sesuatunya yang membuat seni bela diri itu hebat, termasuk kemampuan, keberanian dan determinasi, dimana para penggemar dapat terkagum melihat setiap aksi yang ada.

Dengan berbagai KO, submission dan keputusan juri yang sangat menegangkan menjadi bagian dari sajian malam itu, dimana tak ada satu pun momen membosankan dan ke-24 atlet itu mempertaruhkan segalanya di dalam ring.

Berikut adalah tiga pelajaran terbesar dari edisi kelima ajang mingguan menarik dari ONE Championship dari Bangkok, Thailand.

#1 Peraturan Global Muay Thai, Terbaik Untuk Cetak Aksi Panas

Setelah lima gelaran di Lumpinee Stadium, jelas bahwa Peraturan Global Muay Thai sangat berkesan bagi para penggemar dalam tanah spiritual olahraga ini di Bangkok, serta bagi para penonton global.

ONE Friday Fights 5 menampilkan hal itu dengan lima laga Muay Thai menegangkan, yang termasuk enam penyelesaian dari tiga keputusan juri yang sangat menarik.

Dengan hanya tiga ronde pertandingan, para atlet ini harus mendorong diri mereka dalam ritme yang lebih intens, dan dengan sarung tangan MMA 4-ons di tangan mereka, KO itu datang dengan cepat.

Setiap petarung mengetahui bahwa mereka harus menjadi agresif sejak awal demi meraih kemenangan, dan mengulur waktu bukanlah sebuah pilihan.

Sirkuit elite Thailand ini jelas menampilkan para teknisi terbaik dalam seni bela diri stand-up, namun ajang ONE Friday Fights telah mendorong aksi itu mencapai tingkatan yang jauh lebih tinggi lagi.

#2 Superball Tded99 Jadi Ancaman Bagi Para Bintang Flyweight 

Superball Tded99 mendapatkan anggukan juri dalam laga catchweight Muay Thai 138 pound spektakuler melawan Kongklai Annymuaythai, yang menunjukkan bahwa ia memiliki apa yang dibutuhkan untuk beradu melawan para petarung terbaik di atas panggung dunia.

Mungkin akan turun ke divisi flyweight dalam jangka panjang, pria berusia 26 tahun ini akan bergabung dengan divisi yang sangat padat, tetapi ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk kesempatan seperti ini.

Superball telah tampil fenomenal sejak tahun 2020, dimana ia mengalahkan tak kurang dari empat Juara Dunia Muay Thai pada saat itu dan hanya mengalami kekalahan di tangan Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing Superlek Kiatmoo9.

Ia membuktikan bahwa rahangnya dapat menerima serangan dari sarung tangan MMA 4-ons yang sangat berbahaya – dengan Kongklai yang melontarkan setiap serangan kuat ke arah kompatriotnya sepanjang tiga ronde – dan kini, ia dapat menempatkan namanya di antara para petarung terbaik dunia.

Dengan pukulan kuat dan serangan lutut tajam, Superball membawa gaya berbeda pada banyak dari rekan-rekannya di divisi flyweight, dan akan sangat menarik untuk melihat bagaimana ia tampil melawan para atlet peringkat teratas.

#3 Para Wanita Bawa Aksi Panas Ke Lumpinee

Terdapat empat laga dalam divisi wanita pada 17 Februari, dan masing-masing dari mereka berakhir dengan sangat impresif.

Dalam dua laga MMA, baik Chihiro Sawada dan Aleksandra Savicheva tetap tak terkalahkan setelah meraih kemenangan atas Sanaz “Eagle” Fayazmanesh dan  Zeba “Fighting Queen” Bano, berturut-turut.

Sawada, yang berasal dari Jepang, mencetak submission atas rivalnya asal Iran itu dengan kuncian Americana pada ronde kedua, sementara Savicheva menghentikan rivalnya asal India Bano via ground-and-pound di ronde pertama.

Selain itu, sepasang striker wanita Inggris mengakhiri laga Muay Thai mereka via KO ronde pertama.

Iony “Iron Fist” Lawrence menggunakan pukulan andalannya demi mematahkan Ploymuangjan Smile Muaythai, sementara Hannah Brady menghentikan Claire “Chun-Li” Rankine dengan serangkaian serangan siku dan pukulan keras.

Saat ini, mungkin hanya masalah waktu sebelum salah satu dari mereka mencetak sejarah dan menjadi wanita pertama yang menantang gelar Juara Dunia ONE di Lumpinee.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled