Fitur

3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: NO SURRENDER

ONE Championship siap melanjutkan kalender gelaran utamanya untuk menghibur para penggemar di seluruh dunia.

Esok hari, Jumat, 31 Juli, organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menghadirkan kegemparan dalam ajang ONE: NO SURRENDER, saat dua perebutan gelar Juara Dunia dan sebuah laga super kickboxing akan menjadi puncak kartu pertandingan yang ditunggu ini.

Tetapi, ada tiga laga lainnya yang membawa kisah tersendiri, dimana ketiganya mungkin dapat menjadi kontes yang sangat menghibur malam itu.

Oleh karena itu, berikut adalah ketiga laga yang dapat mencuri perhatian para penggemar di ibukota Thailand itu.

Superlek Kiatmoo9 Vs. Panpayak Jitmuangnon

Superlek Kitmoo9 walks to the Circle for his match

Superlek “The Kicking Machine” Kiatmoo9 dan “The Angel Warrior” Panpayak Jitmuangnon telah bertemu sebanyak enam kali sebelumnya – dan itulah mengapa laga ini akan dapat mencuri perhatian malam itu.

Panpayak memimpin rangkaian ini dengan empat kemenangan, namun kedua atlet ini akan memasuki Circle dengan keunggulan dan kelemahan jelas yang dapat menentukan arah pertandingan.

Mari kita lihat tendangan kanan keras dari Superlek. Ia telah membuktikan bahwa jika seorang lawan terlalu terpaku pada pukulannya, ia dapat mencetak KO. Mengetahui bahwa Panpayak juga gemar mempersiapkan tendangannya dengan kombinasi pukulan straight kiri, ia mungkin akan merasakan kaki Superlek di lehernya jika dirinya terlalu terfokus pada pukulan.

Di sisi lain, Panpayak memiliki kaki kiri yang sama dahsyatnya, tetapi gerakannya lebih cepat dari tendangan kanan Superlek. Faktanya, tulang kering milik “The Angel Warrior” ini telah mencetak berbagai KO tingkat tinggi di berbagai stadion Muay Thai terbaik Thailand. Dengan empat kemenangan atas rival lamanya, ia akan lebih yakin melepaskan tendangannya ini di dalam laga.

Sebagai tambahan, ini akan menjadi kali pertama kedua atlet ini mengenakan sarung tangan 4-ons untuk bela diri campuran, yang akan membuat laga ini sangat berbeda.

Para penggemar dapat mengharapkan sebuah peperangan antara kedua ahli strategi ini, yang akan berusaha mengungguli kekuatan lawan dan mencari keuntungan dari kelemahan mereka – dan hasil laga ini mungkin akan bergantung pada siapa yang mendaratkan tendangan keras terlebih dahulu.



Stamp Fairtex Vs. Sunisa Srisen

Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai Stamp Fairtex sedang melanjutkan misinya demi kejayaan dalam tiga disiplin pada hari Jumat, namun superstar Thailand ini dapat dikatakan akan menghadapi ujian terberat dalam karier bela diri campurannya saat ia beradu keahlian dengan kompatriotnya, Sunisa “Thunderstorm” Srisen.

Perwakilan Fairtex ini pastinya akan memasuki laga sebagai striker yang lebih unggul, karena ia telah merebut sabuk emas ONE atomweight dalam disiplin both kickboxing dan Muay Thai, sementara ia menahbiskan dirinya menjadi salah satu kompetitor stand-up terbaik dalam organisasi ini.

Sementara ia memiliki keunggulan stamina, pengalaman dan teknik striking, Stamp juga telah menyampaikan keinginannya untuk mempraktekkan lebih banyak permainan ground kali ini.

Namun, strategi tersebut justru dapat menjadi keuntungan bagi Srisen. Atlet berusia 19 tahun ini adalah spesialis judo yang ingin menguji kemampuan gulat sang ratu Muay Thai dan mungkin dapat menemukan celah yang membawa kejutan besar di ibukota Thailand ini.

Ini akan menjadi laga klasik antara seorang striker melawan grappler, yang selalu memiliki ketertarikan tersendiri. Lebih lagi, keduanya masih tak terkalahkan dalam seni bela diri campuran. Jumat malam ini, seseorang akan kehilangan rekor tersebut!

Mark Fairtex Abelardo Vs. Fabricio Andrade

emampu

Mark “Tyson” Fairtex Abelardo dapat selalu menarik perhatian para penggemar di seluruh dunia, dan ia dapat sekali lagi memberi penampilan luar biasa saat menyambut kehadiran seorang debutan bernama Fabricio “Wonder Boy” Andrade di dalam Circle.

Atlet fenomenal asal Filipina-Selandia Baru ini adalah atlet yang berkemampuan lengkap dengan daya tahan tinggi, dimana ia berencana menggunakan kemampuan gulatnya untuk menciptakan tekanan tanpa henti, serta secara konstan berada dalam jarak dekat dengan lawannya selama durasi laga catchweight 67 kilogram ini.

Namun, Abelardo akan harus mengatasi gaya bertanding yang dibawa “Wonder Boy” ke dalam arena.

Andrade adalah Juara Muay Thai Brasil dan Amerika Selatan yang berlatih di Tiger Muay Thai, serta memegang rekor profesional 28-1 dalam disiplin kickboxing. Ia telah mengaplikasikan kemampuan stand-up miliknya itu dalam permainannya, serta telah mengalahkan sepasang atlet veteran ONE, atlet Tiongkok Li Ge Teng dan Xiatihe Zhumatai.

Di antara kemampuan Abelardo untuk menggemparkan arena dan kemampuan striking Andrade yang dikombinasikan dengan variabel tak terlihat yang dibawanya, laga ini memiliki potensi sebagai laga yang akan paling dibicarakan malam itu.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Wajib Menyaksikan ONE: NO SURRENDER