Fitur

3 Laga Pencuri Perhatian Di Ajang ONE: A NEW TOMORROW

Kita akan memulai tahun yang baru, dan ini hanya berarti bahwa ONE Championship kembali dengan kartu pertandingan yang sarat aksi dari Impact Arena di Bangkok, Thailand.

Para penggemar Muay Thai tidak akan ragu untuk mengikuti gelaran ONE: A NEW TOMORROW berkat laga utama yang ditunggu, yaitu antara Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon dan Jonathan “The General” Haggerty dalam sebuah laga ulang dari penampilan mereka yang meraih penghargaan Laga ONE Super Series Terbaik Tahun 2019.

Namun, seperti yang dapat anda harapkan dari “The Home Of Martial Arts,” terdapat beberapa laga yang tak dapat dilewatkan, dan berikut adalah tiga dari pilihan tim editorial onefc.com/id bagi anda.

#1 Thanh Le Vs. Ryogo Takahashi

Thanh Le attacks Kotetsu Boku ONE DREAMS OF GOLD

Tiap orang menyukai sebuah KO, dan jika salah terdapat laga bela diri campuran yang mampu memberikan penyelesaian melalui teknik striking, ini adalah laga penting divisi featherweight di kartu utama.

Ryogo “Kaitai” Takahashi sangat gemar untuk maju dan melemparkan serangan atas, dimana ini membawanya ke 13 kemenangan profesional melalui KO. Juara Shooto Pacific Rim Featherweight ini mempertahankan ritme tinggi dan berjaya saat ia maju kedepan dengan tekanan besar.

Namun, jika ia menjalani strategi tersebut di Impact Arena, atlet Jepang ini wajib berhati-hati karena 90 persen dari kemenangan atlet Vietnam-Amerika bernama Thanh Le itu datang dari serangan atas.

Apakah ia menyerang dengan serangan balik yang tajam, seperti yang ia lakukan untuk menang dalam debutnya, atau maju dengan serangan cepat yang mengakhiri perlawanan Kotetsu “No Face” Boku dalam waktu 88 detik, ia dapat melepaskan pukulan pencetak KO kapan saja.

Ini adalah laga antara dua gaya bertarung stand-up yang mungkin tidak akan membutuhkan para juri, dan ini dapat membawa sang pemenang menuju laga perebutan gelar Juara Dunia.



#2 Ma Jia Wen Vs. Shinechagtga Zoltsetseg

Ma Jia Wen strikes with Sagetdao Petpayathai

18 bulan berlalu sejak “Cannon” Ma Jia Wen berlaga di dalam Circle, namun ia masih berusia 23 tahun dan memiliki kemampuan yang membuatnya menjadi bintang bela diri campuran teratas di Tiongkok.

Walau pria asal Tianjin ini datang dari latar belakang gulat dan dapat menggunakan kekuatan grappling miliknya untuk mengendalikan dan mencetak submission atas seluruh rivalnya, ia memiliki kekuatan besar di tangannya dan nampak lebih menyukai pertukaran serangan atas, maju menyerang dan menguji kekuatan rahang lawannya.

Hal ini akan sesuai dengan gaya bertanding milik Shinechagtga Zoltsetseg. Atlet Mongolia ini menampilkan kemampuan menyeluruh sebagai seorang kompetitor selama waktunya di dalam rangkaian Rich Franklin’s ONE Warrior Series (OWS), namun ia dikenal memiliki kekuatan striking luar biasa.

Hanya beberapa atlet yang membawa serangan cepat dan keras seperti dirinya, dimana ia dipastikan akan mendapatkan penggemar baru jika ia datang dengan gayanya itu dan menambah kemenangan pada catatan rekornya saat ia memulai debutnya di panggung dunia.

Jika para pejuang ini kembali pada naluri mereka untuk bertukar serangan, anda dapat mengharapkan sebuah laga keras yang dapat berakhir dengan satu pukulan saja.

#3 Han Zi Hao Vs. Mehdi Zatout

Han Zi Hao attacks Kongsak PK.Saenchaimuaythaigym at ONE MASTERS OF FATE

Mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Han Zi Hao adalah pencetak KO terbaik dalam rangkaian ONE Super Series, dimana ia selalu membawa intensitas dan kekuatan dalam laganya.

Atlet Tiongkok ini memiliki kekuatan untuk mengakhiri laga melalui pukulannya, dan ia secara agresif mengejar lawannya untuk menyarangkan itu. Ia senang berdiri di posisi bertahan dan mengalihkan serangan lawan supaya ia dapat menemukan tempat bagi kekuatan tangan kanannya.

Lawannya ini, Mehdi “Diamond Heart” Zatout, dikenal atas ketahanannya mengatasi tekanan dan tidak akan mundur saat keduanya berlaga di Bangkok.

Atlet Perancis-Aljazair ini mampu menekan Tukkatatong Petpayathai dan Nong-O Gaiyanghadao dengan keahlian tinjunya walau serangan keras yang mereka lakukan, oleh karena itu ia tidak akan memiliki keraguan untuk melakukan jual beli serangan melawan Zi Hao dalam babak pendahuluan ini.

”Diamond Heart” telah cukup lama beristirahat dari laga bersama ONE, namun ia menjadi bagian utama dari laga impresif Samy “AK47” Sana dan Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov di Venum Training Camp, maka ia akan memiliki serangan tajam dan kondisi tubuh yang baik saat kembali beraksi.

Baca Juga: ONE: A NEW TOMORROW – Berdasarkan Angka