Opini

From The Mind Of Miesha Tate: Dua Pertandingan Terbaik Di Manila

Sejauh ini, ONE Championship telah menjalani tahun yang luar biasa, tetapi gelaran ONE: DAWN OF HEROES Jumat ini, tanggal 2 Agustus, akan membuatnya lebih spektakuler.

Martin “The Situ-Asian” Nguyen akan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Featherweight miliknya saat menghadapi lawan berat lainnya, Koyomi Matsushima, dalam pertandingan utama malam itu, tetapi dua pertandingan World Grand Prix yang akan digelar juga diperkirakan akan memberikan aksi bela diri terbaik di Manila, Filipina.

philippine martial artist and one lightweight world champion Eduard Folayang

Sebagai pendahuluan, anda akan melihat pertarungan antara dua pahlawan di dalam babak semifinal ONE Lightweight World Grand Prix. Salah satu seniman bela diri terbaik dunia asal Amerika Serikat, Eddie “The Underground King” Alvarez, akan melawan seorang pejuang yang memiliki hati terbesar di olahraga ini, Eduard “Landslide” Folayang.

Eddie dapat melakukan segalanya. Saya rasa keunggulannya adalah bagaimana ia memiliki kemampuan lengkap dan keahliannya untuk beradaptasi dalam sebuah pertandingan. Saya pernah melihat dirinya terluka dan kembali bangkit, maka saya menyadari ia dapat menerima serangan, tetapi akan tetap maju. Ia sangat kuat dan memiliki tangan kanan yang berbahaya. Singkatnya, ia adalah salah satu yang terbaik dalam olahraga ini.

Disisi lain, Eduard adalah seorang atlet yang luar biasa dan sangat menarik untuk diikuti. Mantan Juara Dunia ONE Lightweight ini berada di tingkatan yang berbeda. Seni bela diri telah memberikan dirinya kehidupan yang baru, dan hal ini terlihat dari matanya.

Sebelumnya, kedua atlet ini sempat mengalami kekalahan. Tetapi, seperti kisah-kisah luar biasa lainnya, selalu ada halangan untuk diatasi. Saya kira setiap kali anda mengalami kekalahan, anda harus kembali ke posisi awal dan mengevaluasi kembali kesalahan-kesalahan anda. 

Para atlet terbaik dapat menerima kekalahan dan menggunakannya untuk memperbaiki diri mereka, dimana saya menganggap Eddie dan Eduard sebagai dua seniman bela diri campuran terbaik diantara para legenda lainnya.

american martial arts legend Eddie Alvarez

Bagi Eddie, ini adalah dua kekalahan beruntun. Ini adalah pertama kalinya Eddie mengalami hal seperti ini, dimana kita belum pernah melihat dirinya berada dalam situasi ini sebelumnya.

Saya percaya jika pertandingan ini berjalan semakin lama, kesempatan Eddie untuk berhasil akan muncul. Sejarah membuktikan bahwa dirinya selalu memulai pertandingan sedikit lebih lambat. Ia mengambil lebih banyak momentum saat pertandingan berjalan, dimana hal ini sangat mirip pada saat saya bertanding. Kadangkala, saya akan memulai sangat lambat, dan saat saya terkena pukulan, saya akan berjuang lebih keras. Saat saya terluka, saya akan menjadi lebih hidup.

Eddie juga tidak pernah melarikan diri. Lebih banyak serangan yang diterimanya, ia akan menjadi lebih kuat. Jika pertandingan ini berlanjut ke ronde kedua, dua petarung ini tentunya akan saling menantang kemampuan lawannya ke tingkatan yang lebih tinggi. Singkatnya, semakin lama pertandingan ini berlangsung, mereka akan semakin seimbang.

Kesempatan terbaik Eduard untuk menaklukkan Eddie akan terjadi pada ronde pertama. Jika ia keluar dengan serangan cepat dan mendaratkan serangan lutut yang bagus, ia akan dapat menyingkirkan Eddie.

Saya tidak mengira bahwa kita akan melihat penyelesaian pada ronde ketiga, dan jika pertandingan ini bergantung pada penilaian juri, itu akan menjadi sebuah keputusan yang sangat sulit.

Japanese martial artist Tatsumitsu Wada

Tetapi sebelum pertandingan ini dimulai, kita akan melihat sebuah pertandingan epik lainnya antara Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dan Tatsumitsu “The Sweeper” Wada dalam babak semifinal ONE Flyweight World Grand Prix.

Tatsumitsu adalah Juara Dunia DEEP Flyweight, maka ia bukanlah seorang pendatang baru. Saya rasa bahwa hal ini adalah sebuah keuntungan — bukan terhadap Demetrious, tetapi saya melihat dirinya berada dalam tingkatan yang seimbang dengan “Mighty Mouse.” Ia telah mengalami banyak hal dan berkompetisi melawan berbagai atlet dengan gaya bertarung yang berbeda. 

Bintang asal Jepang ini membuktikan bahwa dirinya tidak hanya mampu menutup jarak dan menyeret lawannya ke atas kanvas – dimana hal ini adalah sesuatu yang ia sukai – tetapi dirinya juga dapat beradaptasi dengan mudah. Tidak ada keraguan dalam tiap gerakannya, dan ketika ia melihat sebuah celah, ia memiliki kemampuan untuk menaklukkan siapapun.

Saya berpendapat bahwa, dalam konteks pertukaran serangan atau pound-for-pound, Demetrious adalah atlet terbaik dalam sejarah seni bela diri campuran. Dirinya sangat cepat, dimana hal ini menjadi salah satu keunggulan terbesarnya. Ia memiliki kemampuan dalam tiap aspek, yang selalu membuatnya selangkah di depan lawannya.

american flyweight mixed martial arts icon Demetrious Johnson

Demetrious mendefinisikan kata ‘kreativitas’ dalam seni bela diri — ia mengeksekusi gerakan dan teknik dengan cara yang tidak dapat dibayangkan sebagian besar orang, dan ia tidak memiliki batasan apapun. Gayanya saat menghabisi lawan-lawannya mampu mengejutkan banyak orang, dan saya yakin kebanyakan lawannya yang sempat mengalami hal tersebut tidak menyadari apa yang terjadi pada saat itu.

Tetapi, Demetrious harus berhati-hati saat melawan Tatsumitsu, seniman bela diri yang sangat sabar di tiap pertandingannya. Ia tidak pernah ragu dan sangat teliti dalam tiap penyelesaiannya. Saat anda memasangkan dirinya dengan lawan yang memiliki kemampuan yang mirip, hal ini akan menjadi luar biasa untuk diikuti.

Saya tidak dapat memberikan prediksi bagaimana pertandingan ini akan berjalan, tetapi saya membayangkan bahwa itu akan menjadi sangat cepat dan eksplosif. Saya teramat yakin bahwa kedua atlet ini akan memancing kemampuan terbaik lawannya saat mereka berhadapan. 

Jika saya harus memberikan sebuah perbandingan langsung, saya akan berkata bahwa mereka adalah penguasa dari strategi dan gaya permainan mereka masing-masing. Keduanya adalah pengatur strategi yang handal, dan mereka sangat baik dalam memperdayai lawan sebelum menaklukkan mereka. Dua atlet ini memiliki kemampuan yang luar biasa untuk ditampilkan, maka pertandingan ini akan menjadi sebuah pertunjukan yang indah dari sebuah seni bela diri.

Anda tidak akan pernah dapat memastikan apa yang akan terjadi di dalam ONE Circle, tetapi satu hal yang pasti terjadi — kedua petarung ini akan memanaskan suasana di dalam Mall Of Asia Arena.

Miesha Tate adalah Wakil Presiden dari ONE Championship. Ia juga beberapa kali menjadi Juara Dunia bela diri campuran, serta pionir seni bela diri campuran wanita. Kunjungi laman kami tiap minggu untuk kolom opini baru bertajuk “From The Mind Of Miesha Tate.”