Opini

From The Mind Of Miesha Tate: 2 Laga Yang Wajib Ditonton Dalam ONE: DREAMS OF GOLD

14 Agustus 2019

Gelaran ONE: DREAMS OF GOLD di Bangkok, Thailand hari Jumat, tanggal 16 Agustus nanti dipenuhi oleh laga yang sangat menarik.

Namun, satu laga yang paling saya nantikan adalah pertemuan antara Stamp Fairtex dan Asha Roka dalam divisi atomweight di disiplin seni bela diri campuran.

Two-Sport ONE World Champion Stamp Fairtex dances her way to the ring

Saya telah terinspirasi oleh perjalanan Stamp, yang dimulai saat ia menjadi atlet bela diri yang tak dikenal sampai saat ia menjadi Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai dan Kickboxing dalam waktu yang sangat singkat. Jika saya memikirkan bagaimana ia menjadi tulang punggung keluarganya pada usia delapan tahun, hal ini membuktikan bagaimana seni bela diri telah mengubah kehidupannya.

Sangat sulit mempercayai bahwa ia hanya berusia 21 tahun, karena sepertinya ia telah meraih berbagai hal dalam usia dimana sebagian besar atlet masih berada dalam tahap awal karir mereka. Caranya mengatasi kesulitan hidup ini adalah bukti nyata bagi bakat dan ambisinya.

Di negara kelahirannya, Thailand, ia akan memulai perjalanan untuk menjadi Juara Dunia dalam tiga cabang olahraga yang pertama di dalam ONE Championship. Ini akan menjadi pencapaian yang sangat luar biasa jika ia dapat menjalani itu semua. Namun, ia pertama kali harus meraih kemenangan saat menghadapi lawan yang tak terkalahkan, yang juga ingin membangun reputasi yang baik bagi dirinya. 

Asha dan Stamp adalah dua atlet wanita teratas yang memiliki kemampuan luar biasa dalam teknik striking. Kemampuan Stamp sudah mendunia, tetapi lawannya — yang baru berusia 20 tahun — memiliki latar belakang tinju yang tidak kalah hebatnya. Para penggemar akan dapat mengharapkan sebuah laga cepat dari kedua striker wanita terbaik yang masih sangat muda dan mengincar posisi puncak dalam disiplin bela diri campuran.

Indian martial artist Asha Roka training ahead of her ONE debut

Walaupun laga ini nampak seperti kontes stand-up diatas kertas, saya merasa bahwa sebagian besar kerusakan yang dihasilkan akan terjadi diatas kanvas. Mengapa saya mengatakan hal ini? Karena saya mengetahui bahwa kedua wanita ini sangat bersemangat untuk menampilkan kemampuan mereka masing-masing dalam teknik yang berbeda.

Saya juga merasa bahwa akhir pertandingan ini akan terjadi diatas kanvas ring tersebut. Kedua atlet bela diri ini mengetahui bahwa mereka harus memgembangkan kemampuan tersebut jika mereka ingin berkompetisi dalam tingkatan tertinggi, dan saya mengetahui bahwa ini adalah sesuatu yang dapat dicapai oleh keduanya – terutama Stamp.

Saya tidak mengetahui apa yang harus diharapkan dari permainan bawah [Stamp], dan berbagai pertanyaan lainnya akan terjawab saat aksi ini dimulai. Anak didik Fairtex ini mungkin memiliki teknik submission yang belum pernah saya ketahui sebelumnya, maka kita akan menyaksikan apa yang akan terjadi di Bangkok Jumat ini.

Kedua wanita ini sangat pintar, dan mereka memiliki game plan yang baik untuk menghadapi lawannya saat bertemu di Impact Arena. Saya tidak mengetahui bagaimana Asha atau Stamp akan berusaha memenangkan laga ini, tetapi saya tidak akan mengesampingkan sebuah KO yang luar biasa. 

Mereka adalah atlet pencetak KO yang hebat dan juga sama-sama memiliki keunggulan dalam pertahanan terhadap striking. Laga ini mungkin juga akan ditentukan dari siapa yang mendapatkan posisi dominan di bawah. Dari situ, siapapun dapat meraih posisi diatas badan lawan dan melepaskan kombinasi pukulan kuat mereka. Laga ini dapat berakhir dengan cara yang paling kreatif bagi kedua atlet berbakat ini dalam jangka waktu tiga ronde.

Samy Sana punches the legend Yodsanklai IWE Fairtex

Kita juga memiliki dua laga semifinal turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix di Bangkok, dan saya akan memperhatikan laga antara Samy “AK47” Sana dan Dzhabar “Genghis Khan” Askerov.

Saya menyaksikan kedua atlet ini dalam babak perempat final dalam ajang ONE: ENTER THE DRAGON bulan Mei lalu, dan anda dapat juga mengetahui bahwa mereka tidak akan berhenti sampai mereka meraih ambisi mereka untuk memenangkan turnamen ini.

Sana mengejutkan dunia dalam pertandingan terakhirnya melawan salah satu striker terbaik dalam sejarah olahraga ini, Yodsanklai IWE Fairtex. Caranya merangsek kedepan dan melawan api dengan api sangat tak terduga. Saya mengharapkan dirinya untuk lebih menggunakan jangkauannya – dimana ia sangat tinggi dan kurus – tetapi ia menunjukkan bahwa ia juga dapat menyerang dalam jarak pendek.

Saya teringat melihatnya melontarkan serangan lutut berkali-kali pada duel tersebut, dan beberapa kali terlihat seperti tendangan dorongan, atau push kicks. Ia melemparkan lututnya dengan sangat efektif walaupun serangan jarak jauhnya dimentahkan oleh Yodsanklai. Sangat menarik untuk melihatnya menggunakan kemampuan jarak pendeknya dalam jarak yang sedikit jauh. Ini membuktikan bahwa ia dapat beradaptasi dengan game plan apapun yang dimiliki lawannya.

Tetapi, saya akan berharap dirinya lebih menggunakan jangkauannya dalam laga ini, karena Dzhabar sangat kuat saat berada di dalam [jangkauan].

Russian kickboxer Dzhabar Askerov lands a spinning heel kick

Atlet asal Rusia ini bertanding dengan hati besar di Singapura, saat melawan Enriko Kehl — seorang lawan dengan keunggulan jarak yang besar — dan hal ini dapat membuahkan hasil yang sama di Bangkok.

Keuntungan terbesar Dzhabar adalah bahwa ia memiliki kekuatan inti yang sangat luar biasa dan caranya dalam menggunakan pukulan overhand miliknya, dimana hal ini adalah sesuatu yang tidak sering ditampilkan dalam kickboxing. Ia lebih pendek dari sebagian besar lawannya, tetapi ia mengetahui cara menggunakan pukulan overhand-nya secara efektif saat bertukar kuda-kuda.

Ia dapat melemparkan pukulan overhand kanan dan kiri, dimana ia juga dapat melancarkan serangan memutar dengan baik. Sebagai tambahan, ia melakukan sebuah teknik ‘Rolling Thunder’ – seperti yang selalui dikatakan oleh [komentator ONE] Michael Schiavello – dan selalu menggunakan gaya tidak lazim dalam serangannya. Kekurangan jangkauannya diimbangi dengan kekuatan dan kejutan-kejutannya.

Hasil akhirnya dapat dilihat dari siapa yang memiliki strategi lebih baik dalam dua laga ini. Seni bela diri adalah olahraga bagi para pemikir. Siapapun dapat berkelahi, tetapi tidak semua orang dapat menampilkan kemampuan mereka dalam sebuah kontes bela diri – dimana strategi akan memiliki peranan terbesar.

Keempat atlet bela diri ini adalah ahli strategi kelas dunia, dan saya mengharapkan tiap atlet yang bertanding dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD akan memberikan penampilan yang spektakuler.

Special Banner For ONE Championship Merchandise

Bangkok | 16 Agustus | 17:00 WIB | ONE: DREAMS OF GOLD | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onegold19