Bela Diri Campuran

Zebaztian Kadestam Jawab Thani, Incar Laga Ulang Dengan Abbasov

Mantan Juara Dunia ONE Welterweight Zebaztian “The Bandit” Kadestam siap memulai perjalanannya kembali menuju perebutan gelar.

Pada bulan Oktober 2019, sang penghancur asal Swedia ini berusaha mempertahankan sabuk emasnya melawan penantang teratas Kiamrian “Brazen” Abbasov dalam laga utama ajang ONE: DAWN OF VALOR di Jakarta – kota yang sama dimana ia merebut gelar yang kosong itu 11 bulan sebelumnya.

Namun, malam itu bukanlah menjadi malam yang diinginkan Kadestam.

Setelah lima ronde, Abbasov mementahkan serangan atas warga Stockholm itu dengan sebuah serangan yang terfokus pada clinch dan grappling untuk meraih kemenangan melalui keputusan mutlak, serta merebut gelar Juara Dunia ONE Welterweight.



Walau Kadestam memasuki laga tersebut dengan persiapan matang, ia mengakui dirinya tidak merasa seperti biasanya dari awal jalannya laga.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuh saya, namun kita baru berlaga selama dua menit dan seluruh tubuh saya sudah mulai merasa kelelahan. Itu tidak terasa baik, dimana perasaan itu tetap ada sepanjang sisa pertandingan,” kata atlet berusia 29 tahun itu.

“[Saya tidak membuat] alasan apapun. Ia mengalami malam terbaik dalam hidupnya, saya mengalami [malam] yang terburuk [dalam hidup saya]. Ia tampil dengan baik, saya tidak. Saya harap itu dapat terjadi sebaliknya, namun itulah kenyataannya. Tetapi, saya akan merebutnya kembali.”

ONE Welterweight World Champion Zebaztian Kadestam

“The Bandit” mengetahui ia mungkin tidak akan mendapatkan laga ulang perebutan gelar dengan segera, maka ia bersiap melawan siapapun yang akan membawanya selangkah lebih dekat pada sebuah duel dengan Abbasov.

Hal ini termasuk melawan rival lamanya, Agilan “Alligator” Thani, yang baru-baru ini menyebut nama Kadestam dan menyampaikan keinginannya untuk sebuah laga ulang.

Kedua atlet welterweight ini awalnya bertemu di laga utama ajang ONE: PURSUIT OF POWER pada bulan Juli 2018, dimana mereka mampu menghibur para penonton yang memadati Axiata Arena di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan pertukaran serangan luar biasa.

Walau pahlawan lokal ini mencoba menyeret atlet Swedia itu ke ranah ground beberapa kali, ia tidak dapat mempertahankan posisinya di atas kanvas dan lebih melayani pertukaran serangan atas.

Akhirnya, kemampuan striking luar biasa milik Kadestam, yang berlatar belakang Muay Thai, tak dapat dibendung oleh “Alligator.” “The Bandit” menyerang Thani dengan keras pada ronde ketiga dengan arsenalnya untuk memaksa wasit menghentikan laga dengan sebuah kemenangan TKO berkat pukulan serta serangan lutut dan siku yang sangat keras.

Itu adalah pertama kalinya Thani mengalami kekalahan di tanah kelahirannya, serta pertama kalinya ia tidak dapat menyelesaikan laga dalam karier bela diri campurannya.

Thani pastinya ingin mendapatkan penebusan, namun Kadestam meyakini bahwa laga potensial ini akan menjadi kesempatan sempurna bagi dirinya untuk berada kembali di jajaran teratas di divisinya, sebelum meraih perebutan gelar Juara Dunia kedua.

“Saya tidak pernah menolak laga apapun, tidak peduli sesingkat apapun pemberitahuannya. Saya tidak menolak apapun, dan saya tidak akan membiarkan siapapun menantang saya tanpa balasan, maka saya akan setuju berlaga dengan Thani,” perwakilan Pancrase Gym Sweden ini mengatakan.

“Sebenarnya, saya akan mengatakan bahwa laga tersebut adalah laga paling menyenangkan yang saya dapatkan di ONE sejauh ini – tidak hanya bahwa itu berakhir dengan penyelesaian luar biasa, tetapi bahwa ia maju ke depan, saya maju ke depan, kami bertukar serangan, dan ia tidak hanya mencoba menyeret saya ke bawah.”

“Ia mencoba menjalani game plan miliknya, tetapi itu tidak berhasil, maka ia mencoba berdiri dan menyerang. Saya menghormati itu.”

“Mereka ini menyerang saya untuk tetap bertahan, dan, siapapun mengetahui seberapa suka saya berlaga di atas kedua kaki. Namun saya sangat respek saat seseorang berkata seperti, ‘Baik, [game plan saya] tidak bekerja, maka, mari kita bertukar serangan.’ Saya menghormati itu, maka pastinya, saya akan memberinya kesempatan kedua.”

“Saya tidak harus membuktikan apapun lagi, namun saya akan menyukai sebuah laga kapanpun itu. Saya melihat beberapa orang yang saya sangat inginkan untuk laga ke depannya, namun saya akan berkata satu laga lagi, dan saya akan mengincar Abbasov.”

Namun, gelar Juara Dunia ONE Welterweight bukanlah satu-satunya incaran Kadestam. Ia juga memiliki visi untuk berlaga dalam rangkaian ONE Super Series dan meraih gelar kejuaraan Muay Thai atau kickboxing.

Ia memiliki pengalaman berkompetisi dalam Muay Thai, namun sudah lima tahun berlalu sejak ia terakhir berlaga dalam “seni delapan tungkai.” Kini, saat ia sudah nyaman dengan sarung tangan 4 ons untuk bela diri campuran, “The Bandit” meyakini akan pantas bagi dirinya untuk menguji kemampuan di dalam cabang striking ONE Championship ini.

“Saya merasakan keinginan itu lagi, tetapi ini adalah sesuatu yang saya harus lakukan bersama tim di belakang saya, karena jika saya masuk ke sana, saya akan mengincar emas. Saya tidak akan mengincar bayaran atau hanya satu laga – saya selalu akan mengincar emas,” tegas Kadestam.

“Kita akan melihat jika saya harus mundur sementara dari bela diri campuran atau apakah saya dapat melakukannya bersamaan, namun saya sangat tertarik. Saya benar-benar berpikir itu akan sesuai dengan saya, terutama Muay Thai, karena anda memiliki sarung tangan kecil dan Circle.

“Mungkin saya tidak memiliki pengalaman sebanyak atlet lainnya dalam Muay Thai, namun saya telah menjalani banyak laga bela diri campuran. Saya merasa kesempatan saya cukup bagus, dan ONE Super Series adalah [liga] teratas di dunia saat ini karena para striker itu. Itulah mengapa saya ingin masuk. Saya tidak ingin meninggalkan pertanyaan lagi saat saya berhenti [berlaga].”

Baca juga: 5 Momen Terbaik Agilan Thani Bersama ONE Championship