Berita

Superbon, Sitthichai Unggulkan Marat Grigorian Jelang Debutnya Di ONE

Marat Grigorian memasuki rangkaian ONE Super Series sebagai salah satu striker pound-for-pound terhebat di muka bumi.

Untuk alasan tersebut, sebagian besar penggemar memiliki harapan besar dari Juara Dunia Kickboxing tiga kali ini dalam debut promosionalnya melawan bintang Rusia Ivan Kondratev di ajang ONE: BIG BANG, Jumat, 4 Desember ini.

Para penggemar itu tidak berdiri sendiri. Dua dari superstar terbesar dalam divisi featherweight kickboxing ini – Superbon dan Sitthichai “Killer Kid” Sitsongpeenong – sempat melawan atlet keturunan Armenia-Belgia di masa lalu, dan mereka sangat bersemangat melihat kehadirannya di atas panggung dunia.

Jelang penampilan perdana Grigorian bersama ONE Championship di Singapore Indoor Stadium, simak mengapa kedua pahlawan Thailand ini memberi penghormatan pada rival lama mereka – dan bagaimana mereka melihat penampilannya Jumat ini.

Superbon: Grigorian Akan Menang Lewat KO

Thai kickboxer Superbon whips a kick at Sitthichai Sitsongpeenong's body

Superbon, kickboxer peringkat kedua dalam divisi featherweight ONE dan penantang teratas divisi featherweight Muay Thai, merasakan kekuatan perwakilan Hemmers Gym ini saat mereka beradu pada tahun 2018 lalu.

Warga asli Phatthalung ini tampil melawan Grigorian dalam babak final Kunlun Fight World Grand Prix dengan 64 peserta, dimana ia mengalami kekalahan melalui penghentian yang langka.

“Marat dan saya adalah dua petarung terakhir. Saya terkena KO oleh pukulannya hanya dalam 29 detik pada ronde pertama. Setelah itu, saya selalu ingin berlaga kembali dengannya,” kata Superbon.

Bintang Thailand ini memenangkan 10 laga berturut-turut sejak itu — termasuk sebuah kemenangan besar atas Sitthichai dalam debutnya bersama ONE Juli lalu — maka sebuah laga kedua melawan sang atlet Armenia-Belgia itu mungkin akan berlangsung dalam waktu dekat.

Kontes itu akan mungkin terlaksana jika Grigorian mampu mengungguli Kondratev, Jumat ini, dan Superbon berharap itulah yang akan terjadi.

“Marat adalah petarung bergaya kickboxing sejati. Pukulannya sangat kuat dan dapat digunakan dalam kombinasi. Ia sangat kuat dan keras,” kata bintang Thailand ini.

“Saya tidak mengetahui siapa lawannya, Ivan, namun saya yakin bahwa Marat seharusnya dapat mengatasinya, karena mereka ada di tingkatan berbeda. Saya kira laga ini akan berakhir dengan KO.”



Sitthichai: Marat Adalah Lawan Tersulit Yang Pernah Saya Hadapi

Sitthichai, kickboxer peringkat ketiga di ONE, mengetahui Grigorian lebih baik dari siapapun. Keduanya telah bertemu lima kali, dengan sejarah yang dimulai pada tahun 2015.

Tiap laga mereka berlangsung sampai akhir, dengan total 21 ronde yang kolosal, dimana tiap laga mereka memang sangat kompetitif. Walau “Killer Kid” memiliki keunggulan dalam empat laga awal mereka, dua kemenangan itu datang dari keputusan terbelah (split decision) dan satu lagi melalui keputusan mayoritas (majority decision).

Lalu, dalam laga kelima dan terbaru mereka di bulan Mei 2019, Grigorian akhirnya meraih keunggulan atas rivalnya ini dan meraih kemenangan mutlak untuk merebut gelar Juara Dunia Glory Lightweight.

“Laga terakhir kami, saya ada di peringkat pertama dan ia di peringkat kedua [di dunia],” kata Sitthichai. “Kami melampaui seluruh atlet dalam peringkat itu, maka inilah waktunya bagi kami untuk melawan satu sama lainnya sekali lagi. Saya membuat beberapa kesalahan, dan akhirnya ia merebut sabuk itu dari saya.”

Bintang Thailand ini sangat memuji Grigorian yang selalu berkembang, yang dianggapnya sebagai lawan terberat dalam kariernya yang luar biasa.

“Marat adalah kickboxer yang kuat. Ia adalah lawan tersulit yang harus saya hadapi dalam karier saya,” sebut Sitthichai.

“Awalnya, ia hanya menggunakan pukulan, namun ia berkembang pesat dan mempelajari berbagai teknik. Ia memiliki tendangan tinggi dan serangan lutut. Bagian terkuatnya adalah rahangnya.”

Berdasarkan apa yang diketahuinya tentang sang Juara Kunlun Fight World Grand Prix ini, Sitthichai berharap Grigorian akan meraih kemenangan dalam laga ONE Super Series perdananya, walau ia juga tidak mengesampingkan kesempatan Kondratev.

“Saya mungkin tak terlalu familiar dengan Ivan, namun berdasarkan pengalaman pribadi saya, semua petarung Rusia itu sangat berbahaya. Mereka memiliki pukulan keras dan banyak senjata rahasia seperti [teknik] spinning back kick,” kata atlet Thailand itu.

“Saya memberi laga ini bagi Marat. Saya kira ia akan dapat mencetak KO, namun karena ia belum berlaga dalam waktu yang cukup lama, ini mungkin akan berdampak padanya.”

“Jika ia tak dapat kembali pada kondisi yang baik, ia akan dapat dikalahkan oleh sang atlet Rusia. Dan jika Ivan menang, ia akan menang melalui poin.”

Baca juga: ‘Teruslah Bermimpi’: Kisah Sukses Marat Grigorian Adalah Bukti Tentang Kegigihan

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.