‘Siap Untuk Siapa Pun’ – Tawanchai Akan Sambut Laga Ulang Petchmorakot, Tantangan Superbon

Petchmorakot Petchyindee Tawanchai PK Saenchai ONE161 1920X1280 156

Tawanchai PK.Saenchai membawa karier atletiknya ke tingkatan baru setelah memenangkan Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai pada Kamis, 29 September lalu. 

Atlet berusia 23 tahun ini mengalahkan penguasa lama Petchmorakot Petchyindee dan merebut sabuk emas setelah lima ronde keras dalam aksi mereka di laga utama ONE 161.

Terlepas dari resumenya yang sangat impresif, kemenangan di Singapore Indoor Stadium itu menjadi yang pertama bagi Tawanchai di tingkatan Kejuaraan Dunia, dan ia sangat bersemangat melihat hasilnya.

Ia berkata:

“Saya bersemangat dan senang saat [laga ini] berakhir di ronde kelima. Saya tahu mimpi saya akan segera menjadi kenyataan dan sabuk itu menjadi milik saya.”

“Saat saya menyandang sabuk itu di pundak saya, itu terasa seperti di dalam mimpi. Saya tidak berani berpikir bahwa seorang petarung biasa seperti saya akan menjadi Juara Dunia. Saya tak dapat menggambarkan kebahagiaan saya saat ini.”

Laga itu sangat tipis, setelah 15 menit yang keras, tetapi Tawanchai mengira strategi dan pengkondisian tubuhnya menjadi keunggulan dalam laga ini.

Faktanya, ia ingin membuktikan dirinya dapat beraksi serangan-demi-serangan melawan Petchmorakot, sementara membuat rivalnya berusia 28 tahun itu kelelahan agar dirinya dapat meraih keunggulan di ronde-ronde akhir – dan itulah yang ia lakukan.

Tawanchai menjelaskan:

Game plan saya adalah untuk bertarung jarak dekat. Karena itu adalah laga Kejuaraan Dunia, saya ingin memberi segalanya. Saya ingin menunjukkan pada dirinya bahwa saya sebagus dirinya. Maka, saya mengubah gaya saya dari pasif menjadi agresif.”

“Di ronde pertama dan kedua, saya masih bermain dengannya karena saya tahu ia mengerahkan segalanya pada ronde ketiga atau keempat, maka saya harus bersiap untuk itu. Itu adalah peperangan. Dan itu sangat tipis.”

“Tetapi berkat usia muda dan kesegaran yang saya miliki, itu memberi saya sedikit keunggulan dalam hal energi. Ia jelas kelelahan. Saya juga kelelahan, tetapi saya mengencangkan rahang dan terus bertarung. Itu adalah pertarungan antara kegigihan dan keberanian.”

Tawanchai Tak Sabar Pertahankan Gelar Lawan Atlet Featherweight Elite

Kini, setelah gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai itu berada di pinggangnya, Tawanchai PK.Saenchai tak kekurangan penantang potensial yang mengincar singgasananya.

Namun, karena dominasi Petchmorakot sebelumnya dalam divisi ini, serta seberapa tipisnya pertarungan mereka di Singapura, atlet PK.Saenchai ini akan dengan senang hati mengulangi aksi melawan mantan penguasa itu untuk membungkam keraguan yang ada.

Ia berkata:

“Tidak apa-apa jika seseorang yang mendukung Petchmorakot mungkin merasa kesal dengan hasil itu. Laga ini memang sangat tipis. Saya sangat mengerti apa yang mereka rasakan. Namun, kita harus menghormati keputusan juri.”

“Saya siap untuk laga ulang, karena saya menikmati laga terakhir itu. Dan, ada kontroversi, maka saya akan dengan senang hati menerima laga ulang.”

Tetap saja, dalam divisi yang sangat padat seperti ini, Tawanchai harus memperhatikan para petarung lainnya juga, termasuk penantang #3 Jamal Yusupov dan Juara Dunia ONE Featherweight Kickboxing Superbon Singha Mawynn.

Warga Bangkok ini takkan menolak lawan mana pun, dan ia juga siap untuk melawan siapa pun yang ditempatkan para penata tanding ONE Championship di hadapannya.

Tawanchai berkata:

“Saya menyaksikan banyak pertarungan [Yusupov]. Pukulannya bagus. Laga kami akan menjadi cukup menarik. Jika ia mampu mendaratkan pukulan bersih ke arah saya, saya mungkin terkena KO. Tetapi jika tidak, ialah yang akan tak sadarkan diri.”

“Saya mengakui bahwa [Superbon] adalah nomor satu di dunia saat ini. Namun, jika ONE menawarkan saya laga Kejuaraan Dunia melawannya [dalam Muay Thai], saya takkan melarikan diri dari dirinya.”

“Akan menjadi kehormatan besar untuk melawan salah satu petarung terbaik dunia seperti dia. Saya kira saya dapat mengatasinya.”

“[Kini karena saya adalah] penguasa dari divisi ini, tak mungkin saya akan menolak tawaran laga mana pun. Saya siap untuk siapa pun.”  

Selengkapnya di Berita

1157
Jarred Brooks Joshua Pacio ONE 166 5
Maurice Abevi Zhang Lipeng ONE Fight Night 22 5
Sean Climaco Josue Cruz ONE Fight Night 22 44
IsiFitikefu HiroyukiTetsuka 1200X800
Songchainoi Kiatsongrit Rak Erawan ONE Friday Fights 41 77 scaled
ChristianLee AlibegRasulov 1200X800
Focus StephenIrvine OFF70 Faceoff 1920X1280
Jarred Brooks Joshua Pacio ONE 166 5
Adrian Lee Antonio Mammarella ONE 167 76
Stephen Irvine vs Phantep
Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 30