Berita

Setelah Pelajaran Besar, Han Zi Hao Incar KO Atas Noi

Kemunduran memang tak terelakkan dalam dunia Muay Thai yang tak kenal ampun, tetapi Han Zi Hao mengetahui bahwa hal itu memberinya pelajaran yang akan membantunya meraih kesuksesan di ONE Championship.

Mantan penantang gelar Juara Dunia ini akan menghadapi ujian selanjutnya melawan Adam Noi dalam sebuah duel bantamweight di ajang ONE: FISTS OF FURY II, yang sebelumnya direkam dan akan tayang pada Jumat, 5 Maret ini.

Malam itu, bintang Tiongkok ini berencana menunjukkan tingkatan baru dalam permainannya bagi para penggemar di seluruh dunia.

Sejak kekalahannya dari Nong-O Gaiyanghadao dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai di bulan Februari 2019, Han telah menjalani masa yang bergejolak, namun ia kembali ke jalur yang tepat setelah kemenangan atas “Jordan Boy” Mohammed Bin Mahmoud di bulan Oktober.

“Setelah laga dengan Nong-O, saya menjadi lebih tenang menghadapi lawan-lawan lainnya,” kata atlet berusia 25 tahun ini jelang laganya melawan Noi di Singapore Indoor Stadium.

“Saya mempelajari bahwa serangan liar bukanlah cara yang cerdas [untuk bertarung] – anda harus menerapkan strategi dan kemampuan. Jika tidak, anda hanya akan memainkan permainan lawan, bukan permainan anda sendiri. Sejak saat ini, saya akan membiarkan semua orang melihat bahwa Han Zi Hao tak hanya bagus dalam menyerang, tetapi juga dalam strategi.”

Pria asal Henan, Tiongkok ini tak hanya menambah kemampuannya karena berbagai pelajaran tersebut. Ia juga menjadi lebih kuat secara mental selama pandemi COVID-19.

“Pemikiran saya [adalah kekuatan terbesar]. Seberapa pun kuatnya atau luar biasa para penantang itu, saya akan tetap tenang dan menangani tiap situasi itu, agar saya dapat menemukan cara untuk menyelesaikan laga dan menang,” kata Han.

“Karena pandemi, saya belum berlaga sebanyak biasanya, maka itu saya harus membangun pemikiran kuat untuk tetap energik dan memberi yang terbaik dalam tiap laga saya di dalam ring.”



Menghadapi Noi, bintang Tiongkok ini mendapatkan lawan yang adalah Juara Dunia IFMA Muay Thai dua kali dari sasana Venum Training Camp yang terkenal di Pattaya, Thailand.

Atlet Perancis-Aljazair berusia 21 tahun itu nampak luar biasa dalam debut ONE Super Series melawan Leo Pinto, dan Han sangat menyadari kekuatan lawannya itu.

Namun, ia juga melihat beberapa celah yang ia yakini akan terekspos di “Kota Singa.”

“Saya telah melihat laga-laga sebelumnya. Gaya bertarungnya sangat kuat. Jelas, ia memiliki kemampuan Muay Thai yang hebat. Saya yakin laga ini akan menjadi sangat sulit,” kata Han tentang Noi.

“Kekuatannya adalah bahwa ia memiliki gaya bertarung yang kuat dan terkadang menyarangkan tendangan tinggi yang mematikan. Saya harus mewaspadai itu.”

“Kelemahannya adalah bahwa kekuatan fisiknya nampak kurang baik – terutama di tengah ronde kedua dan ketiga, dimana kekuatannya menurun dengan nyata.”

Bantamweight Muay Thai stars Mohammed Bin Mahmoud and Han Zi Hao fight at ONE: REIGN OF DYNASTIES II

Han berlaga lima ronde melawan Nong-O, dan ia telah menjalani tiga ronde melawan atlet seperti Kongsak P.K.Saenchaimuaythaigym dan Mehdi “Diamond Heart” Zatout di atas panggung dunia, maka ia mengetahui bahwa dirinya akan tetap mampu mendesak maju melawan petarung sulit sampai akhir.

Dan melihat bahwa Noi memiliki pengalaman yang lebih sedikit di tingkatan tertinggi olahraga ini, striker Tiongkok itu melihat keunggulan dalam laga mereka.

“Ia cukup agresif, dan saya ingin tetap tenang. Perbedaan terbesarnya adalah bahwa ia tetap melontarkan tendangan kuat, namun kekuatan fisiknya mungkin tak dapat mengikuti ritmenya,” kata perwakilan Mad Muay Thai dan Shunyuan Fight Club ini.

“[Saat ia lelah], saya dapat menemukan cara untuk menjatuhkannya. Walau terdengar mudah, saya tidak mengira strategi saya akan berjalan semulus itu. Namun saya jelas akan menemukan kesempatan terbaik saya untuk menjatuhkannya.”

Bantamweight Muay Thai stars Mohammed Bin Mahmoud and Han Zi Hao fight at ONE: REIGN OF DYNASTIES II

Han pernah berada sangat dekat dengan sabuk emas di panggung bela diri terbesar di dunia ini, dan walau perjuangannya sejak itu tak selalu mulus, ia menggunakan tiap laga sebagai kesempatan untuk kembali menjadi petarung yang lebih baik.

Jumat ini, warga Henan tersebut berencana melanjutkan kemenangan KO yang diraihnya untuk kembali mencapai puncak.

“Saya dapat meraih peringkat lima besar jika saya mengalahkannya. Lagipula, ia adalah salah satu petarung Muay Thai terbaik,” kata Han. “Ini akan berakhir antara saya mencetak KO atas dirinya, atau dia akan meng-KO saya — namun saya tak akan terkena KO, sejujurnya.”

Baca juga: 5 KO Terbaik Para Pemukul Keras Di ONE: FISTS OF FURY II

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.