Berita

Han Zi Hao Buka Ajang ONE: REIGN OF DYNASTIES II Dengan KO Spektakuler

Mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Han Zi Hao mengambil langkah besar untuk kembali ke jalur kemenangan dengan KO luar biasa di Singapura.

Striker berusia 25 tahun ini menggunakan teknik tinju luar biasa yang dimilikinya untuk menghentikan atlet Malaysia Mohammed “Jordan Boy” Bin Mahmoud pada awal ronde ketiga laga ONE Super Series mereka di ajang ONE: REIGN OF DYNASTIES II, yang sebelumnya direkam dan disiarkan pada hari Jumat, 16 Oktober.

Laga pembuka ini dimulai secara metodikal, saat keduanya sangat berhati-hati untuk membaca lawan dengan tendangan ke arah kaki.

Namun, atlet Tiongkok ini segera menjadi nyaman. Ia mengendalikan bagian tengah Circle dan menyarangkan tendangan rendah dan kombinasi pukulan, termasuk sebuah hook kiri keras yang masuk dengan baik.

Kendati demikian, Mohammed mampu menangkap teep dari Han, menyeret lawannya maju, serta melontarkan pukulan kanan keras yang sayangnya belum dapat masuk.

Keduanya berlajut menyerang dengan tendangan rendah, serta teep ke arah perut. Pada 30 detik terakhir, keduanya kembali mengeluarkan rangkaian pukulan, dimana “Jordan Boy” menyarangkan jab dan Han mendaratkan sebuah pukulan ala Superman dan hook kiri keras.

Memasuki stanza kedua, mereka pun langsung bertukar tendangan rendah.

Han segera menutup jarak dan memojokkan Mohammed ke dinding Circle, bahkan menerapkan pertahanan tinggi untuk membendung pukulan keras dari pria Malaysia berusia 24 tahun itu.

Bintang Tiongkok ini tetap bergerak maju. Ia dengan cerdas menyambungkan jab kuat dan melayangkan teep ke arah wajah.

Segera, “Jordan Boy” pun mampu menyarangkan rangkaian jab, hook kiri dan teep-nya ke tubuh lawan, serta mulai menangkap beberapa tendangan – termasuk sebuah tendangan roundhouse yang memberi kesempatan bagi dirinya untuk melakukan dump atas lawannya.

Namun segala sesuatunya berubah saat Dom Lau mengumumkan bahwa hanya tersisa 30 detik terakhir pada ronde kedua.

Saat Mohammed menyarangkan tendangan ke arah tubuh, Han membendungnya, memutar pinggulnya, serta merespon dengan sebuah cross kanan yang menggoyahkan atlet Malaysia itu. Melihat situasi tersebut, wasit pun memberi delapan hitungan sambil berdiri.

Walau atlet Juara MuayFight Featherweight ini berhasil melanjutkan laga, rangkaian pukulan dari Han kembali menggoyahkan “Jordan Boy.” Atlet Tiongkok itu mundur, merenggut Mohammed dengan tangan kirinya, serta menyerang dengan cross kanan lain yang mendesaknya mundur ke dinding Circle.

Wasit kembali memberi delapan hitungan, namun Mohammed dapat melanjutkan. Sayangnya, laga harus terhenti karena bel berbunyi.

Memasuki ronde ketiga, perwakilan Mad Muay Thai Gym/Shunyuan Fight Club ini memulai serangan dengan cepat.

Keduanya bertukar pukulan dan tendangan, namun striker Tiongkok ini segera mendesak Mohammed ke dinding Circle.

Setelah menghindari serangan “Jordan Boy,” Han membalas dengan pukulan overhand kanan yang mengejutkan lawannya. Lalu, ia maju dengan pukulan straight kiri yang menjatuhkan atlet Malaysia itu.

Walau Mohammed menjawab hitungan wasit, ia tak dapat melanjutkan dan laga ini pun berakhir pada detik 49 stanza ini

Kemenangan menambah catatan rekor profesional Han menjadi 62-18 dan menempatkannya selangkah lebih dekat pada perebutan gelar Juara Dunia ONE lainnya.

Baca juga: ONE: REIGN OF DYNASTIES II – Hasil Langsung Dan Sorotan Laga Akimoto Vs. Zhang