‘Pelatih Satu-Satunya’ – Intip Hubungan Antara Jonathan Di Bella Dan Ayahnya, Sang Juara Dunia

Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 6 scaled

Jonathan Di Bella merangkaikan karier kickboxing luar biasa, dan ia mempelajarinya dari salah satu yang terbaik sejak awal.

Pada 5 April, di jam tayang utama Asia, bintang Italia-Kanada tak terkalahkan ini akan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing miliknya melawan Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai Prajanchai PK Saenchai di ONE Friday Fights 58: Superbon vs. Grigorian II.

Saat Di Bella memasuki ring ikonik di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, ia akan mendapatkan perhatian seksama dari sang ayah – Juara Dunia Kickboxing berkali-kali Angelo Di Bella – yang menjadi tim pojok bagi anaknya itu dalam setiap laga amatir dan profesionalnya.

Pemegang gelar ini berbicara pada onefc.com/id tentang hubungan erat mereka yang sangat unik dan latihan mereka di sasana keluarga bernama Team Di Bella Kickboxing:

“Ia sudah menjadi pelatih saya, pelatih satu-satunya, sejak saya masih kecil, sejak saya berusia 2 tahun. Maka, ya, kami mengenal satu sama lain sangat baik, dan kami bekerjasama dengan baik.”

Di bawah bimbingan ayahnya, striker berusia 27 tahun ini melejit dalam jajaran peringkat amatir sebelum beralih menjadi petarung profesional di usia ke-19.

Sejak itu, ia meraih catatan rekor profesional sempurna 12-0, termasuk sepasang kemenangan dalam laga Kejuaraan Dunia di ONE Championship.

Di Bella berkata bahwa ayahnya adalah bagian tak terpisahkan dari kesuksesan luar biasa di tingkatan elite ini, dimana ia didorong mempertahankan disiplin yang dibutuhkan demi menjadi Juara Dunia:

“Anda tahu, terkadang, jelas, kami beradu kepala. Tapi itu hanyalah ayah dan anak di sasana, Anda tahu. Tapi kami tak pernah bertengkar. Saya selalu mendengarkannya, apa pun yang ia katakan. Hubungan kami hebat, terutama sekarang saat saya masih bertarung.”

“Saya masih tinggal di rumahnya, maka ia sangat ketat dengan saya.”

Seharusnya tidak mengejutkan bahwa Di Bella dan ayahnya terkadang terlibat konflik.

Situasi tersebut memang tak terhindarkan karena jadwal mereka yang sangat menuntut dan tekanan dari berkompetisi. Dengan pemikiran itu, penguasa strawweight kickboxing ini memastikan dirinya dapat mengambil waktu sejenak untuk menjaga hubungan pelatih-atlet itu tetap sehat.

Di Bella menjelaskan:

“Tantangannya adalah banyaknya repetisi dan selalu bersama-sama. Terkadang, itu terlalu banyak, maka itulah mengapa saya memiliki hal lain untuk dilakukan dan terkadang keluar rumah dan memisahkan diri.”

“Anda tahu, Anda memiliki hal lain untuk dilakukan selain bertarung, selain bekerja, dan selain tinggal bersama. Maka, bagus untuk sedikit memisahkan diri untuk beberapa waktu.”

“Setiap hari adalah hal yang sama, hal yang sama, hal yang sama. Maka terkadang, Anda butuh istirahat.”

Di Bella Refleksikan Perjalanan Seumur Hidup Di Kickboxing Dengan Sang Ayah

Perjalanan Jonathan Di Bella menuju gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing takkan sama jika sang ayah tak berada di sisinya.

Terlebih lagi, ia mengetahui bahwa kemenangannya di bawah sorotan lampu ONE adalah refleksi dari waktu yang diberikan Angelo ke dalam kariernya:

“Ya, itu sangat berarti karena kami berdua menginginkan hal yang sama. Anda tahu, ia sangat menginginkannya seperti saya, jika tidak lebih banyak, saya yakin.”

“Maka ya, sangat keren untuk dapat berbagi. Itu satu hal yang bagus, bahwa kami selalu bersama untuk berlatih, dan kami selalu bersama untuk berbicara tentang apa yang berikutnya. Itu adalah perjalananan hebat sejak saya kecil.”

https://www.instagram.com/p/CkFJAB6ux8c/

Sementara sang ayah telah lama menjadi pelatih yang sangat dihormati, Di Bella adalah murid pertama yang mencapai kesuksesan di tingkatan global.

Melihat kembali perjalanan panjangnya untuk menembus peringkat kickboxing, pria asal Montreal ini merasakan kebanggaan luar biasa tentang asal muasalnya.

Di Bella menambahkan:

“[Ayah saya] memiliki petarung amatir lainnya. Ia belum pernah mendapatkan petarung pro, tapi ia punya petarung amatir lain.”

“Ia ada di New York, dimana mereka berkompetisi, dan saya masih kecil menonton mereka bertarung, dan tak ada yang mengira bahwa saya dapat melakukan itu, tetapi jelas, saya kini ada di tingkatan tertinggi, dan saya menjadi salah satu yang ada di puncak.”

“Maka, semua orang yang ada di bawahnya itu seperti terkejut, terkejut bahwa saya dapat mencapai panggung besar itu. Itu cukup keren bahwa kami selalu ada bersama-sama.”

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali and Ramadan Ondash 1 scaled
Rifdean Masdor celebrates his win against Nongbia LaoLaneXang at ONE Friday Fights 107.
ramboIQ
Numsurin Chor Ketwina showed no mercy against Songchainoi Kiatsongrit at ONE Friday Fights 160.
British Muay Thai fighter George Jarvis punches Rungrawee Sitsongpeenong to the head
Rungrawee Sitsongpeenong and George Jarvis touch gloves before their clash
Asadula Imangazaliev celebrates his World Title win over Aslamjon Ortikov at The Inner Circle 20.
Nong O Hama celebrates his win over Kongthoranee Sor Sommai at The Inner Circle 20.
Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Ryujin L debuts against Thongpoon R at The Inner Circle 23