Bela Diri Campuran

Martin Nguyen Amati 5 Penantang Teratas Divisi Featherweight

Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen sangat ingin kembali beraksi di atas panggung dunia dan mempertahankan gelarnya dari siapapun – terutama para penantang teratas dalam divisinya.

Atlet Vietnam-Australia ini telah memperhatikan pergerakan di dalam daftar Peringkat Resmi Atlet ONE Championship, dimana ia menggunakan waktunya yang jauh dari arena ini untuk mengenali lebih dalam lima nama yang berada di bawahnya itu.

Dalam artikel ini, pria berusia 31 tahun yang berdiam di Sydney ini mengambil istirahat sejenak dari sesi latihan sorenya untuk memberi pendapat tentang para penantang teratas dalam divisi featherweight ini.

Atlet Peringkat Pertama, Christian Lee

Christian Lee celebrates winning the ONE Lightweight World Title

Martin Nguyen: Christian Lee telah melakukan berbagai hal yang bagus. Ia diberkati karena memulai di usia yang muda dan mencapai posisinya saat ini saat ia masih muda. Maka itu, penantang teratas? Ya, saya kira itu tepat.

Ia telah mengalahkan sebagian besar atlet divisi featherweight. Maksud saya, ada beberapa pria baru dalam [divisi ini] sekarang yang menjadi penantang kuat dan belum dihadapinya, tetapi bagi pencapaiannya dan apa yang telah dilakukannya dalam kedua divisi, ya, saya rasa [posisinya] tepat.

Ia adalah penantang teratas, dan kami akan saling berhadapan satu sama lain ke depannya.

Atlet Peringkat Kedua, Koyomi Matsushima

Koyomi Matsushima celebrates his win against Kim Jae Woong ONE WARRIOR'S CODE

MN: Koyomi adalah pria yang baik. Ia memiliki respek yang besar, sangat berprestasi dan menjadi lawan yang berat saat saya menghadapinya. Ia telah mengalahkan Marat Gafurov dan dijadwalkan melawan Christian lebih dari satu kali, tetapi [posisinya] memang tepat.

Pria ini juga baru saja mengalahkan seorang petarung kuat (Kim Jae Woong). Koyomi mendominasi pria itu, dan lawannya itu kuat. Tetapi ini tepat. Itulah kenyataannya. Ia adalah atlet yang sangat berbakat.



Atlet Peringkat Ketiga, Thanh Le

Vietnamese-American star Thanh Le makes his ONE debut

MN: Thanh Le datang dari promotor di Amerika Utara dan ia tampil luar biasa di skena itu. Ia meraih kesempatannya, masuk ke ONE Championship, melakukan apa yang ia lakukan, menang tiga kali berturut-turut, serta membuktikan dirinya setelah melawan penantang teratas.

Saat ini, dalam hal penantang terbaik, saya akan mengira dirinya dapat menghadapi seseorang seperti Christian atau Matsushima terlebih dahulu, namun saya dengan senang hati mengambil laga itu. Saya siap melawan siapapun dalam divisi ini, dan saya akan selalu siap menghadapi siapapun dalam divisi ini, terlepas apakah mereka layak atau tidak.

ONE Championship melihat pria ini cukup siap, dan disinilah kita berada.

Atlet Peringkat Keempat, Tetsuya Yamada

Japanese mixed martial artist Tetsuya Yamada celebrates his debut win with the ring girls

MN: Saya belum mendengar tentang Yamada selama beberapa waktu ini. Terakhir ia berlaga itu saat dirinya melawan Marat Gafurov. Saya bahkan berpikir Marat akan masuk [peringkat ini] daripada Yamada, tetapi itulah faktanya.

Pria itu ada di sana, ia memiliki nama baik, dan ia berada dalam divisi ini, maka saya harus siap menghadapinya juga.

Atlet Peringkat Kelima, Garry Tonon

American grappling stud Garry Tonon screams in joy bout his quick submission win

MN: Garry telah mengalami lima kemenangan beruntun – siapakah yang dapat menyangkal posisinya? Ia layak berada di sana, menurut saya, dengan pencapaiannya dalam jiu-jitsu dan latar belakang bela dirinya.

Ia pun telah menyelesaikan tiap laga dengan penyelesaian. Jika itu berakhir dengan keputusan, atau jika laga itu berjalan cukup meragukan, anda akan mempertanyakan posisinya dalam peringkat itu. Namun ia telah menghentikan tiap pria yang berada dalam kemenangan beruntun atau sempat menjadi cukup berbahaya dalam kariernya, dan ia mampu menghentikan mereka.

Maka itu, ya. Ia layak berada dalam posisi tersebut, dan sebuah laga antara saya dan Tonon pasti akan terjadi. Itu tidak mungkin terhindarkan.

Baca juga: 2019 Bagi Martin Nguyen, Sebuah Tahun Penebusan