Kickboxing

Leo Pinto Ingin Buktikan Diri Di Ajang ONE: NO SURRENDER II

Jumat ini, tanggal 14 Agustus, Leo Pinto akan bertemu dengan Mehdi “Diamond Heart” Zatout dalam sebuah kontes bantamweight kickboxing pada laga pendukung utama ONE: NO SURRENDER II di Bangkok, Thailand.

Sementara Pinto berusia 10 tahun lebih muda dari “Diamond Heart,” ia mengetahui bahwa sang veteran ini akan membawa kemampuan yang terasah dan berbagai hal lainnya di dalam ring.

“Walau saya jauh lebih muda daripada dirinya, saya tidak akan meremehkannya. Usia bukanlah halangan bagi Zatout,” kata atlet berusia 26 tahun ini. “Ia sangat cepat dan bugar. Ia memiliki pukulan dan tendangan cepat. Ia juga menyesuaikan gayanya dengan siapapun lawannya.”

Victor Pinto enters the arena

Dalam tingkatan pribadi, Pinto sangat terfokus untuk menyajikan penampilan luar biasa setelah debutnya berjalan sedikit di luar harapannya.

Atlet Perancis ini, yang menjadi orang asing pertama yang mendapatkan penghargaan “Lumpinee Stadium Best Fighter Of The Year” pada tahun 2010, mencetak debutnya itu di bulan Januari ini.

Ia awalnya seimbang dengan perwakilan Venum Training Camp milik Zatout, Adam Noi, di ajang ONE: A NEW TOMORROW, tetapi ia dijatuhkan oleh sebuah tendangan ke arah kepala dan setelah itu tak dapat kembali unggul, sehingga ia harus mengakui kemenangan mutlak lawannya itu.

“Hasilnya tidak seperti yang saya harapkan,” kata Pinto. “Saya menerima kenyataan bahwa saya merasa terlalu yakin dan ingin menggunakan kombinasi sampai saya menurunkan pertahanan saya dan terlalu ceroboh sampai tak dapat melindungi diri saya sendiri.”



Kekalahan itu membakar semangat dalam diri Pinto, dimana saat ini ia memiliki determinasi tinggi untuk kembali pada jalur kemenangan.

Walau pandemi COVID-19 memaksa ONE Championship untuk menunda beberapa gelaran utamanya, atlet Perancis ini mempertahankan rutinitasnya dan berlanjut mengasah kemampuannya dengan berlatih di Pinto Fight Studio miliknya, di Bangkok.

“Saya ingin kembali secepat mungkin ke dalam ring karena saya ingin membuktikan diri. Sangat penting bagi seorang petarung untuk tetap berlaga,” katanya.

“Selama pandemi COVID-19, saya terus berlatih dan berolahraga supaya dapat siap berlaga kapanpun juga.”

French Muay Thai fighter Leo Pinto throws an uppercut

Itu adlah sebuah pilihan yang tepat, karena Pinto menerima panggilan dari para penata tanding ONE pada bulan Juni dan ditawari sebuah kesempatan menebus dirinya melawan pelatih Noi, Zatout.

“Diamond Heart,” yang juga terlahir di Perancis, adalah seorang Juara Dunia ISKA dan WBC yang menjadi salah satu pemilik Venum Training Camp Thailand.

Dirinya telah cukup aktif berlaga di atas panggung dunia, yang terbaru saat ia mengalahkan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Han Zi Hao melalui keputusan terbelah, atau split decision – juga di ajang ONE: A NEW TOMORROW.

French Muay Thai fighter Leo Pinto hits a cross

Sementara laga pendukung utama ini akan menjadi sebuah pertarungan keras antara dua kompetitor Muay Thai paling berprestasi yang lahir di luar Thailand, tetapi kontes ini akan berlangsung di bawah peraturan kickboxing.

“Saya harus banyak menyesuaikan diri karena berlaga dalam [disiplin] kickboxing,” kata Pinto. “Saya telah berlatih sekitar satu setengah bulan, dan saya akan berlatih sangat keras sebelum malam pertandingan.”

Untungnya, atlet muda ini juga didukung oleh salah satu kickboxer terbaik dunia, yang baru saja mencetak debutnya bersama ONE.

“Saya memiliki saudara lelaki saya (Antoine) dan teman-teman saya, seperti Superbon dan pelatihnya, untuk membantu saya dan memegang pad [tinju],” tegas Pinto. “Saya lebih berkonsentrasi pada melindungi diri saya sejak pengalaman dalam laga saya sebelumnya itu.”

Pinto berharap bahwa pelatihan tersebut dapat membantunya mreaih kemenangan di ibukota Thailand ini pada hari Jumat, tetapi apapun hasilnya, ia akan dengan bangga mengangkat tangan lawannya saat bel penanda akhir pertandingan berbunyi.

“Walau saya menghormati Zatout, saya mengetahui bahwa kami akan menampilkan seluruh kemampuan terbaik kami untuk memberi laga yang bagus bagi penggemar kami,” sebut Pinto.

“Tidak ada masalah – menang atau kalah, kami akan selalu menjadi saudara.”

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Wajib Menyaksikan ONE: NO SURRENDER II

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.